BKG

Sinaga, Yolanda (2019) Praktik Suap Dalam Membangun Hubungan Antara Public Relations Dengan Jurnalis Untuk Mendapatkan Publisitas (Studi Fenomenologi Terhadap Praktisi PR Di Agensi Public Relations PT. X). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Media relations merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh praktisi public relations untuk membangun hubungan yang baik dengan media dan wartawan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan publisitas di media. Dalam praktiknya, paktisi PR kerap kali memberikan pemberian-pemberian seperti amplop berisi uang ataupun voucher belanja, memberikan hadiah serta memberikan fasilitas-fasilitas mewah kepada media untuk mempermudah proses mendapatkan publisitas. Hal seperti itu jika di Barat terutama di negara maju seperti Amerika Serikat dianggap sebagai tindakan suap dan menciderai kredibilitas media juga melanggar kode etik jurnalisme maupun public relations. Namun berbeda halnya di Timur yang didominasi dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam media relations dan jika tidak dilakukan akan berdampak terhadap pencapaian publisitas di media. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk melihat bagaimana praktisi memaknai praktik suap terhadap jurnalis dengan menggunakan wawancara mendalam kepada 3 praktisi PR yang juga merupakan mantan jurnalis. Hasil dari wawancara tersebut menyebutkan bahwa praktik suap yang dilakukan semata-mata untuk membangun hubungan personal dengan jurnalis. Penting bagi PR untuk memiliki hubungan yang akrab dengan jangka panjang dengan jurnalis. Selain itu, pemberian-pemberian tersebut dianggap sebagai ucapan terimakasih praktisi PR kepada jurnalis yang telah meliput atau menaikkan beritanya ke media. Adanya kegiatan ini juga terjadi karena adanya pengaruh dari budaya high-context yang dianut di Indonesia, sehingga praktik suap ataupun ucapan terimakasih dalam bentuk hadiah menjadi penting untuk dilakukan dalam membangun hubungan personal dengan jurnalis dan media, meski hal tersebut jelas-jelas melanggar kode etik jurnalisme dan public relations.

English Abstract

Media relations is one of the efforts made by public relations practitioners to build good relations with the media and journalists. This aims to get publicity in the media. In practice, PR practitioners often provide gifts such as envelopes containing money or shopping vouchers, gifts and provide luxurious facilities to the media to facilitate the process of getting publicity. In Western, especially in developed countries such as the United States, these avtivities are considered as an act of bribery and hurts the credibility of the media as well as violating the code of ethics of journalism and public relations. But unlike the case in Eastern which is dominated by developing countries like Indonesia, it’s becomes an important part of media relations and if PR do not possess the bribery, it will have an impact on the achievement of publicity in the media. This research uses a phenomenology method to see how practitioners interpret the practice of bribery for journalists by using in-depth interviews with 3 PR practitioners who are also former journalists. The results of the interview stated that the practice of bribery was carried out solely to build personal relationships with journalists. It is important for PR to have a close relationship with the long term with journalists. In addition, these gifts are considered as a thanksful of PR practitioners to journalists who have covered or raised their news to the media. The existence of this activity occurs because of the influence of the high-context culture adopted in Indonesia, so the practice of bribery or gratitude in the form of gifts is important to be possesed in building personal relationships with journalists and the media, even though this clearly violates the journalism and public relations code of ethics.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FISIP/2019/219/051902591
Uncontrolled Keywords: media relations, public relations, suap, amplop, budaya high-context, publisitas. media relations, public relationss, envelope, bribery, publicity, high-context culture.
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social Processes > 303.3 Coordination and control > 303.37 Social norms > 303.375 Propaganda
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169766
Text
Yolanda Sinaga (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item