BKG

Al Fansuri, Ra’uf (2019) Analisis Distribusi Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus Obesus) Berdasarkan Faktor Fisika Oseanografi Di Samudera Hindia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan tuna mata besar merupakan salah satu spesies ikan pelagis besar, dimana persebarannya meliputi perairan Samudra Hindia Selatan Jawa dan Barat Sumatera. Pada perairan tersebut terdapat potensi sumberdaya kelautan yang besar. Hampir sebagian besar ikan tuna mata besar ditangkap dan dieksplorasi keberadaannya untuk kepentingan masalah ekonomi individu maupun pemasukan bagi negara. Namun akibat dari kegiatan eskplorasi penangkapan ikan jenis ini terjadi fenomena overfishing, dimana fenomena tersebut mengakibatkan menurunnya stok tangkapan dan menjadi ancaman serius bagi perikanan tangkap. Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan langsung dengan cara mengetahui distribusi habitat ikan tuna mata besar berdasarkan faktor fisika oseanografi, karena agar lebih efisien untuk menduga keberadaan dari ikan tuna mata besar, serta mengetahui hubungan faktor fisika oseanografi meliputi suhu, salinitas dan kedalam perairan terhadap hasil tangkapan ikan tuna mata besar. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini metode sistem informasi geografis dengan menggunakan data intrumentasi kelautan berupa argo float dan data logbook tangkapan ikan tuna. Data argo float merupakan data primer dengan time series 3 tahun (2015 - 2017) dan dapat di download di web www.usgodae.org. Argo float menyajikan data berupa suhu, salinitas dan kedalaman perairan dimulai dari kedalaman 0 – 2000 m. Dimana data tersebut digunakan untuk menganalisis terhadap sebaran ikan tuna tertangkap di perairan Samudra Hindia. Kemudian data logbook tangkapan ikan tuna merupakan data sekunder, dimana data tersebut digunakan sebagai acuan lokasi penangkapan ikan tuna mata besar dan hasil tangkapan yang telah dilakukan oleh perusahaan – perusahan penangkapan ikan tuna berbasis longline di Pelabuhan Benoa, Bali. Hasil dari penelitian ini bahwa distribusi habitat ikan tuna mata besar berada di suhu optimum 18.83 oC, salinitas 32.37 – 35.75 ppt dan kedalaman 45 – 380 m, dengan total hasil tangkapan berkisar antara 24 – 370 kg/hari. Hubungan antara suhu dengan hasil tangkapan (CPUE) menunjukkan terdapat korelasi yang rendah sebesar 0.3542 dengan koefisien determinasi sebesar 12.55 %. Lalu antara salinitas dengan hasil tangkapan (CPUE) menunjukkan korelasi dapat diabaikan sebesar 0.0244 dengan koefisien determinasi 0.6 %. Hubungan antara kedalaman dengan hasil tangkapan (CPUE) menunjukkan korelasi yang substantial atau erat sebesar 0.4686 dengan koefisien determinasi 21.96 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/228/051903225
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 500 Natural sciences and mathematics > 500.2 Physical sciences
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169635
Text
Ra’uf Al Fansuri (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item