BKG

Tapisa, Enta Fadila (2019) Kebijakan Indonesia Menandatangani Mou Ekspor Listrik Ke Malaysia Di Bawah Skema Asean Power Grid Tahun 2017. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebijakan Indonesia menandatangani MoU ekspor listrik ke Malaysia tahun 2017 merupakan suatu bentuk kebijakan di bawah Skema ASEAN Power Grid. Sebagai negara anggota ASEAN, Indonesia turut serta melakukan kerjasama ini karena melihat kebutuhan listrik di kawasan saat itu. Kerjasma ini memanfaatkan sumber batu bara yang melimpah di Indonesia. Kerjasama yang berlandaskan kepentingan bagi kedua belah pihak ini diupayakan agar mampu memberikan kontribusi terhadap kelistrikan kawasan. Meski demikian, kerjasama ini dipandang skeptis karena keadaan kelistrikan Indonesia yang belum memadai untuk seluruh pelosok. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan studi wawancara. Data - data di dalam penelitian ini diolah dari data skunder dan primer. Data – data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan kebijakan luar negeri Indoenesia di dalam kerjasama ekspor listrik antara Indonesia dan Malaysia. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pembuatan Kebijakan Luar Negeri oleh William D. Coplin. Berdasarkan analisa yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian bahwa kebijakan Indonesia dalam menandatangani kerjasama ini didasari pada determianan kebijakan luar negeri. Namun di antara determinan tersebut terdapat yang memengaruhi secara penuh, dilihat dari semua indikator yang ada. Ada pula determinanan yang tidak terlalu memengaruhi. Berdasarkan setiap pengaruh dari determinan tersebut, akhirnya Indonesia melakukan penandatanganan MoU kerjasama ekspor listrik ke Malaysia.

English Abstract

Indonesia's policy on signing the MoU on electricity export to Malaysia in 2017 is a form of policy under the ASEAN Power Grid scheme. As an ASEAN member state, Indonesia participated in this cooperation in order to gain the access of ectricity needed in the region at that time. This cooperation utilizes abundant coal resources in Indonesia. This mutual interest based cooperation was to persue in order to be able to contribute to the region's electricity. However, the cooperation was viewed as skeptical because of Indonesia's own electricity situation was not sufficient for all corners. This study used references such as literature and interview studies. The data in this study are processed from secondary and primary data. These data were analyzed by using descriptive methods to describe Indonesia's foreign policy in the electricity export cooperation between Indonesia and Malaysia. The concept used in this study was the Determinant Factors on Foreign Policy Policy by William D. Coplin. Based on the analysis carried out, the results of the research show that Indonesia's policy in signing this cooperation was based on foreign policy determinants. However, among the determinants there are those that affect fully, as seen from all indicators. There is also a determinant that is not influential enough. Based on each influence of these determinants, Indonesia finally signed the MoU on cooperation in the export of electricity to Malaysia.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FISIP/2019/121/051902493
Uncontrolled Keywords: ASEAN Power Grid, Indonesia, Kebijakan Luar Negeri, Ekspor Listrik, Malaysia. ASEAN Power Grid, Indonesia, Foreign Policy, Electricity Export, Malaysia.
Subjects: 300 Social sciences > 382 International commerce (Foreign trade) > 382.6 Export trade
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169329
Text
Enta Fadila Tapisa (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item