BKG

Indrasari, Anitalia (2019) Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Nomor: No.55/Pid.B/2015/PN.Pmk dan Putusan No.127/Pid.B/2013/PN.Pks.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada skripsi ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan berencana dengan motif carok di Madura pada putusan No.55/Pid.B/2015/PN.Pmk dan Putusan No.127/Pid.B/2013/PN.Pks, hal tersebut dilatar belakangi bahwa di kabupaten Pamekasan Madura terdapat kasus tindak pidana pembunuhan berencana, dengan motif carok, kasus ini terhadap terdakwa Moh. Sinur dalam Putusan No.127/Pid.B/2013/PN.Pks pada putusan tersebut hakim memutus 12 Tahun penjara, dan terdakwa Budiarto pada Putusan No.55/Pid.B/2015/PN.Pmk dalam putusan tersebut hakim memutus 18 Tahun penjara, dalam pertimbangan majelis hakim kedua putusan tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dirumuskan dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Berdasarkan hal tersebut diatas, karya tulis ini mengangkat rumusan masalah, yaitu Apakah dasar pertimbangan yang digunakan oleh hakim dalam mengkategorikan carok sebagai tindak pidana pembunuhan berencana ? dan Apakah pertimbangan hukum hakim dalam putusan No.55/Pid.B/2015/PN.Pmk dan Putusan No.127/Pid.B/2013/PN.Pks. terhadap terdakwa pembunuhan berencana telah sesuai dengan tujuan pemidanaan, untuk menjawab permasalahan, penulis menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan menggunakan Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Kasus (Case Approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pertimbangan hakim mengkaterogorikan carok sebagai pembunuhan berencana tidak terpenuhi karena tidak memenuhi unsur kedua dan ketiga carok yaitu Tampeng sereng, yang artinya melakukan pengisian mantra-mantra ke badan pelaku carok atau nyabis kepada kiai dan banda ialah kegiatan ritual keagamaan bagi pelaku carok yang kemungkinan terbunuh. Kedua unsur diatas tidak terpenuhi. Kemudian Tujuan Pemidanaan Preventif atau (Pencegahan) agar ia tidak mengulang lagi melakukan kejahatan dan bersifat menakut-nakuti. Penulis dalam hal ini berpendapat bahwa seiring perkembangan hukum pidana saat ini yaitu munculnya tujuan pemidanaan yang bersifat campuran atau Rehabilitation (Pembinaan). Seperti partisipasi dalam program pembinaan, melakukan perubahan secara individu seperti, mengubah sikap dan perilaku atau memodifikasi lingkungan hidup pelaku dan kesempatan sosial, membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut merupakan pendidikan untuk menjadikan narapidana dapat diterima kembali dalam masyarakat. Hal ini lebih tepat diterapkan dalam penjatuhan pidana di Indonesia, terutama di wilayah Hukum Madura mengingat budaya adat yang masih berlaku saat ini.

English Abstract

In this thesis, the researcher aims to find out the factors that cause the crime of premeditated murder with the carok on Madura motives in decision No.55 / Pid.B / 2015 / PN.Pmk and Decision No.127 / Pid.B / 2013 / PN.Pks, the background choice was motivated that in the Pamekasan Madura district there were cases of criminal acts of premeditated murder, this case against the accused Moh. Sinur in Decision No.127 / Pid.B / 2013 / PN.Pks on the verdict the judge decided 12 years in prison, and accused Budiarto in Decision No.55 / Pid.B / 2015 / PN.Pmk in the verdict the judge decided 18 years prison, in the judgment of the panel of judges both of these decisions were proven legally and convincingly to carry out criminal acts of premeditated murder formulated in Article 340 of the Criminal Code Jo. Article 55 paragraph (1) 1st Criminal Code. Based on the explanation above, there is a need for studies and legal research. Based on the above, this paper raises the formulation of the problem, namely Is the basis of consideration used by judges in categorizing carok as a crime of premeditated murder? and What are the legal considerations of judges in decisions No.55 / Pid.B / 2015 / PN.Pmk and Decision No.127 / Pid.B / 2013 / PN.Pks. the accused of premeditated murder is in accordance with the purpose of the conviction? Writing this paper uses a juridical-normative method using the Statute Approach, Case Approach. Primary legal material, secondary used in the form of Explanation of Legislation, Literature, Thesis, and Journal, which is used as a reference in solving legal problems that are the object of study. The results showed that judges considered categorizing carok as premeditated murder because it did not fulfill the second and third elements of carok namely Tampeng sereng, which means carrying out spells to the carok or nyabis body actors to kiai and banda is a religious ritual activity for the perpetrators of carok who might be killed. The two elements above are not fulfilled. Then the Purpose of Preventive Penalties or (Prevention) on the basis of consideration of judges, the purpose of the criminal is to prevent the perpetrators of crimes who have been convicted so that they do not repeat the crime and are frightening. Along with the development of current criminal law cases, namely the establishment of the objective of a mixed sentence or Rehabilitation. Like, participating in a coaching program.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2019/207/051902898
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 345 Criminal law > 345.02 Criminal offenses > 345.025 23 Specific crimes and classes of crime (Murder)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169158
Text
Anitalia Indrasari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item