BKG

Rofik, Ainur (2018) Daya Saing Sapi Potong Di Kabupaten Jombang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Daging sapi adalah salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Populasi sapi potong meningkatkan peternakan skala mikro mulai tahun 2007 hingga 2013 sebesar 3.188 juta ekor .Pada tahun 2014 untuk konsumsi dan industri sebanyak 620 ribu ton, sedangkan produksi daging sapi sebanyak 539 ribu ton (86,93 persen), sehingga ada kekurangan pasokan 81 ribu ton (13,07 persen).Kondisi sapi potong yang belum mampu memenuhi kebutuhan daging domestik di era globalisasi ini, operasi peternakan di Indonesia dihadapkan dengan perdagangan bebas, sehingga diharapkan produk pertanian kompetitif. Pusat populasi sapi potong adalah Jombang di Jawa Timur dengan kabupaten yang merupakan tingkat pertumbuhan populasi daging sapi terbesar pada tahun 2009 hingga 2013 dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur sebesar 13,99 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing dan dampak kebijakan pemerintah terhadap viii penggemukan sapi potong di Kabupaten Jombang . Analisis dan pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data dengan metode kualitatif digunakan untuk menjabarkan secara deskriptif gambaran umum dari lokasi penelitian dan penggemukan sapi potong di Jombang. Metode pengolahan data kuantitatif menggunakan PAM (Policy Analysis Matrix). Penelitian ini dilakukan di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan responden petani sebanyak 40 responden melakukan penggemukan sapi potong. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner. Berdasarkan analisis keuntungan dalam pikiran bahwa keuntungan penggemukan sapi potong di Jombang secara privat dan sosial adalah Rp 18,400 per kilogram dan Rp 15,688 per kilogram, menandakan bahwa penggemukan sapi potong di Jombang menguntungkan. Analisis daya saing dihitung dengan pendekatan keunggulan komparatif (Rasio Biaya Sumber Daya Domestik) dan keunggulan kompetitif (Private Cost Ratio), berdasarkan hasil nilai penelitian DRC dan PCR masing-masing 0,80 dan 0,82, hasil ini menunjukkan bahwa penggemukan sapi potong di Jombang memiliki daya saing. Dampak kebijakan pemerintah terhadap input sapi potong di Jombang menunjukkan transfer input negatif, artinya petani membayar input yang dapat diperdagangkan lebih murah daripada harga sosialnya – Rp 212 per kilogram. Nilai transfer hasil ternak pengemukan bisnis di Jombang lebih besar dari 0, yaitu Rp 2.500, menunjukkan bahwa petani menerima harga output daging sapi lebih besar dari harga sosial. Secara keseluruhan, dampak kebijakan input-output ix bisnis sapi potong di Jombang belum mampu mendukung daya saing penggemukan sapi potong, ditunjukkan dengan Nilai Transfer bersih Rp 2.712 Koefisien Perlindungan Efektif (EPC) dari 1,05, Nilai Koefisien Keuntungan (PC) 1,17, dan Rasio Produsen Subsidi (SRP) 0,03. Berdasarkan analisis sensitivitas dan elastisitas diketahui bahwa kebijakan paling sensitif dalam meningkatkan daya saing adalah kebijakan peningkatan sapi potong ADBW (Added Daily Body Weight). Implikasi kebijakan yang dapat diterapkan dalam rangka penggemukan sapi potong dalam daya saing Jombang adalah meningkatkan PBBH sebesar 1,2 Kg salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pakan dan konsentrat berkualitas. Selain itu berdasarkan karakteristik peternak di Jombang masih rendahnya tingkat pendidikan dan pengalaman pemuliaan perlu untuk mendidik peternak tentang pentingnya kualitas pakan dan untuk meningkatkan kemampuan petani diperlukan pelatihan dan bantuan dari Pemerintah Jombang terkait teknologi yang meningkat. kualitas pakan sapi potong adalah jerami fermentasi, silase fermentasi (hijauan) seperti daun jagung dan daun tebu, UMB suplements (Urea Molasis Block) yang merupakan campuran molase dengan urea, serta pemanfaatan limbah sapi potong untuk meningkatkan pendapatan peternak.

English Abstract

The purpose of this study were to analyze the competitiveness as well as the impact of government policies on fattening beef cattle in Jombang Regency East Java Province, data analysis and processing qualitatively and quantitatively. Qualitative methods was used to describe the general description of research location and fattening of beff cattle in Jombang Regency, Quantitative data processing methods using PAM ( Policy Analysis Matrix ). This research was conducted at Jogoloyo Village, Sumobito Subdistrict, Jombang Regency with 40 respondents. Competitiviness analysis was calculated by a comparative advantage approach ( Domestic Resource Cost Ratio ) and competitive advantage ( Private Cost Ratio ). Based on the results of DRC and PCR studies were 0.80 and 0.82 respectively, these results indicate that fattening beef cattle in Jombang Regency has competitiveness. Beef cattle business in Jombang Regency is profitable and has the competitiveness, it can be seen from the vi private profit of IDR. 18,400 and social benefits of IDR. 15,688.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2018/618/051901829
Uncontrolled Keywords: beef cattle, competitiveness, fattening farm, policy analysis matrix
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.17 Products > 338.176 2 Products (Cattle)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/168385
Text
Ainur Rofik (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item