BKG

Angelina, Dian (2018) Kadar Neuron Specific Enolase (Nse) Dan Carcinoembryonic Antigen (Cea) Pada Penderita Kanker Paru Yang Telah Mendapatkan Kemoterapi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama mortalitas yang diakibatkan oleh kanker, baik pada pria maupun wanita di dunia. Prevalensi kanker paru menempati urutan kedua setelah kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita. Kanker paru berhubungan dengan kerusakan DNA sel sehingga meningkatkan pertumbuhan sel ganas. Pada penderita kanker, dihasilkan zat untuk merespon kondisi tersebut seperti Neuron Specific Enolase (NSE) dan Carcinoembryonic antigen (CEA). Penelitian ini menggunakan studi kohort, yang dilakukan pada penderita kanker paru yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, berobat di poli paru, dan rawat inap RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian dilakukan pada 16 pasien yang belum pernah mendapatkan kemoterapi sebelumnya, kemudian diikuti dari awal hingga kemoterapi lengkap siklus ke 3 dan ke 6. Dimana setelah selesai tiap siklusnya kembali di cek kadar CEA dan NSE. Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan hasil p = 0.004 untuk kadar NSE sebelum di kemoterapi dengan kadar NSE setelah dikemoterapi 6 siklus, p = 0.15 untuk kadar CEA sebelum dikemoterapi dengan kadar CEA setelah dikemoterapi 6 siklus, menunjukan perubahan kadar NSE dan CEA yang signifikan pada hasil akhir kemoterapinya. Kesimpulan penelitian ini adalah kemoterapi memiliki potensi untuk menurunkan kadar Neuron Specific Enolase (NSE) dan Carcinoembryonic antigen (CEA) pada pasien kanker paru

English Abstract

Lung cancer is the leading cause of cancer-induced mortality, both in men and women in the world. The prevalence of lung cancer stays second after prostate cancer in men and breast cancer in women. Lung cancer is linked to cellular DNA damage that increases cell growth. In patients with cancer, it is sterilized to respond to such conditions as Neuron Specific Enolase (NSE) and Carcinoembryonic antigen (CEA). This study used a cohort study, conducted on lung cancer patients who have met the inclusion and exclusion criteria, treated in pulmonary poly, and hospitalization at RSUD dr. Saiful Anwar Malang. The study was conducted in 16 patients who had never received chemotherapy before, then followed from the beginning to complete chemotherapy cycles to 3 and 6. Where after completion of each cycle, recheck the levels of CEA and NSE. Data analysis using Wilcoxon method with result p = 0.004 for NSE levels before chemotherapy with NSE levels after 6-cycle chemotherapy, p = 0.15 for CEA levels before chemotherapy with CEA levels after 6-cycle chemotherapy, showed significant change of NSE and CEA levels on yield end of chemotherapy. The conclusion of this study is that chemotherapy has the potential to decrease levels of Neuron Specific Enolase (NSE) and Carcinoembryonic antigen (CEA) in lung cancer patients.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2018/300/051808198
Uncontrolled Keywords: kanker paru, kemoterapi, Neuron Specific Enolase (NSE), Carcinoembryonic antigen (CEA), Lung Cancer, Chemoteraphy, Neuron Specific Enolase (NSE), Carcinoembryonic antigen (CEA)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.9 Other disease > 616.99 Tumors and miscellaneous communicable diseases > 616.994 Cancers
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/167758
Text
Dian Angelina.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item