BKG

Rachmi, Luhdya (2018) Hubungan Antara Lama Periode Laten Dengan Skor Apgar Pada Kasus Ketuban Pecah Dini (Kpd) Di Rsia Permata Bunda Malang Periode Januari – Desember 2017. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Periode laten merupakan lamanya waktu sejak ketuban pecah sampai terjadi proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Insidensi ketuban pecah dini berkisar 8-10% dari semua kehamilan. Ketuban pecah dini dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi sehingga menyebabkan hipoksia dan asfiksia. Nilai apgar digunakan untuk mengidentifikasi adanya asfiksia atau tidak. Nilai apgar adalah metode penilaian bayi baru lahir berdasarkan kondisi klinisnya. Hal ini yang mendasari penulis melakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara lama KPD dan skor apgar neonatus. Penelitian analitik ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh rekam medik RSIA Permata Bunda Malang yang didiagnosis sebagai kasus ketuban pecah dini selama periode Januari 2017 sampai Desember 2017. Sampel diambil dari seluruh populasi yang memenuhi kriteria restriksi secara total sampling, sehingga didapatkan 59 sampel yang memenuhi kriteria. dengan frekuensi tertinggi adalah dengan hasil periode laten (<12 jam) yaitu sebanyak 30 ibu (50,8%), dan sebagian besar skor APGAR tertinggi adalah APGAR 0-6 sebanyak 34 ibu (57,6%). Bayi yang tidak asfiksia banyak di temukan pada ibu yang mengalami periode laten <12 jam sebanyak 22 ibu (37,3%).. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0.013 (p > 0.05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara lama periode laten dengan Skor APGAR pada menit pertama.

English Abstract

The latent period is the length of time since the rupture of membranes until delivery process occurs. Premature rupture of membrane is rupture of membrane before labour. The incident of premature rupture of membrane ranged at 8-10 % of all pregnancies. Premature rupture of membrane can increase the risk of infection in infant, causing hypoxia and asphyxia. Apgar score used to identified the presence of asphyxia or not. Apgar score is a method of assessment of newborns based on their clinical conditions. This is what underlies the author to conduct research The purpose of this study was to determine the relationship between old KPD and apgar neonate scores. This analytical research used cross sectional study design. The population of the study were all medical records of RSIA Permata Bunda Malang diagnosed as premature rupture of membranes during the period of January 2017 to December 2017. Samples were taken from all populations that met the criteria of restriction in total sampling, to obtain 59 samples meeting the criteria. with the highest frequency is the result of latent period (<12 hours) that is 30 mothers (50,8%), and most APGAR score is APGAR 0-6 counted 34 mother (57,6%). Infants who did not asphyxia were found in mothers who experienced latent period <12 hours as many as 22 mothers (37.3%). Bivariate analysis using chi-square test obtained p value = 0.013 (p> 0.05). The conclusion of this research is that there is a correlation between latent period and APGAR score in the first minute.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2018/202/051805443
Uncontrolled Keywords: periode laten, KPD, skor APGAR, latent period,early ruptur of membranes (KPD), APGAR scores.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 618 Gynecology, obstetrics, pediatrics, geriatrics > 618.3 Diseases and complications of pregnancy > 618.397 Premature labor
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kebidanan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/167462
Text
Luhdya Rachmi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item