BKG

Adellia, Atika Mayrizka (2018) Hubungan Asupan Kafein pada Remaja Putri di SMA Negeri 5 di Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kadar hemoglobin remaja putri dikatakan rendah jika memiliki nilai <12 g/dL. Jika kadar hemoglobin yang rendah dibiarkan terus menerus, dapat meningkatkan risiko anemia. Asupan remaja putri merupakan faktor risiko penurunan kadar hemoglobin pada remaja putri. Asupan kafein pada remaja putri cenderung tinggi seiring dengan perkembangan teknologi dan banyaknya jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein. Asupan bahan makanan penghambat penyerapan zat besi seperti kafein dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin yang berpengaruh terhadap kejadian anemia defisiensi besi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan kafein terhadap kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitian cross sectional dan menggunakan sumber data primer, serta menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling dan jumlah responden yang dibutuhkan untuk penelitian adalah 58 responden. Data meliputi data asupan kafein menggunakan SQ-FFQ dan data kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden mengkonsumsi sumber kafein tidak melebihi batas atas konsumsi kafein untuk remaja (300 mg/hari). Sebanyak 17.2% responden mempunyai kadar hemoglobin rendah (<12 g/dL). Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Pearson diketahui bahwa nilai p = 0.159 (p>0.05) untuk hubungan asupan kafein dengan kadar hemoglobin sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan kafein dengan kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 5 di Kota Malang. Hal ini disebabkan oleh asupan kafein remaja putri di SMA Negeri 5 Malang kurang bervariasi sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan kafein dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Negeri 5 di Kota Malang.

English Abstract

Hemoglobin level in teenage girls is called low if they have hemoglobin level <12 g/dL. If this condition continued, it can increase the risk of anemia. Teenage girls intake of foods is one of risk factors for decreasing hemoglobin level in teenage girls, especially the consumption of iron-inhibiting foods such as caffeine. Caffeine intake in teenage girls is increasing due to developing of technology and many types of foods and beverages that contain caffeine. Intake of caffeine can inhibit absorbtion of iron. The purpose of this study is to determine the relationship between caffeine intake on hemoglobin level of the teenage girls at Senior High School 5 Malang. This research was conducted using cross sectional research design and using primary data source, and using sampling technique that is purposive sampling and respondents needed for research are 58 respondents. Data collection included data on caffeine intake using SQ-FFQ and hemoglobin level data using cyanmethemoglobin method. The result showed that all respondents (100%) had normal caffeine intake (<300 mg/day). 17,2% respondents had low hemoglobin level (<12 g/dL). The result of Pearson correlation analysis showed that p value = 0.159 (p> 0.05) for caffeine intake relationship with hemoglobin level. It can be concluded that there is no relationship between caffeine intake on hemoglobin level of the teenage girls at Senior High School 5 Malang. This result occurs due to low caffeine intake in teenage girls in Senior High School 5 Malang

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2018/249/051807276
Uncontrolled Keywords: Kafein, kadar hemoglobin, remaja putri-Caffeine, hemoglobin level, teenage girl
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 613 Personal health and safety > 613.8 Substance abuse (drug abuse)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Ilmu Gizi
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/167337
Text
Atika Mayrizka Adellia (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item