BKG

Putri, Eldini Hudiningrum Wijayanto (2018) Pengaruh Pemberian Ekstrak Tempe Terhadap Jumlah Duktus Kelenjar Susu Payudara Pada Tikus Putih Betina (Rattus Norvegicus) Strain Wistar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Payudara merupakan salah satu organ reproduksi pada perempuan. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormon steroid yakni estrogen dan progesteron. Dimana, pada epitel mammae terdapat reseptor estrogen. Dua reseptor estrogen pada payudara, yakni reseptor estrogen α dan reseptor estrogen β. Tempe merupakan salah satu produk kedelai yang mengandung fitoestrogen dan dapat mempengaruhi reproduksi perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tempe terhadap jumlah duktus kelenjar susu payudara tikus (Rattus norvegicus) strain wistar dengan desain eksperimental murni. Tikus usia 4 minggu berjumlah 28 ekor dibagi menjadi 4 kelompok dengan dosis per hari: Kontrol (K); Perlakuan 1 (P1)= 7,5mg/200grBB; Perlakuan 2 (P2)= 15mg/200grBB; Perlakuan 3 (P3)= 30mg/200grBB. Ekstrak tempe diberikan selama 28 hari, Setelah itu, dilakukan pembedahan untuk pengambilan payudara tikus. Kemudian, dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan metode HE (Hematoxylin Eosin) serta perhitungan jumlah duktus kelenjar susu payudara tikus. Hasil rerata jumlah duktus pada kelompok kontrol adalah 50,55 ± 3,23. Pada kelompok P1 memiliki nilai rerata jumlah duktus 34,95 ± 5,67. Kemudian, pada kelompok P2 nilai rerata yakni 46,83 ± 11,25. Serta, pada kelompok P3 didapatkan rerata jumlah duktus 44,50 ± 5,75. . Berdasarkan hasil uji analisa one-way ANOVA, didapatkan p-value sebesar 0.122 ( p >0.05 ) yang mengandung arti tidak adanya perbedaan yang siginfikan antara pemberian ekstrak tempe terhadap jumlah duktus kelenjar susu payudara Rattus norvegicus

English Abstract

Breasts are one of the reproductive organs in women. Breast development is influenced by steroid homones oestregen and progesterone. Whereas in the mammary epithelium there are estrogen receptors. There are two oestrogen receptor in the breast that is oestregone receptor α and oestrogen receptor β. Tempeh is soy product that contains phytoestrogens and that can be affect female reproduction. The purpose of this study was to investigate the effect of tempeh extract on the number of mammary ducts in rat (Rattus norvegicus) strain wistar with true eksperimental design. 28 rat with age 4 weeks divided to 4 groups with doses per day. Control (K); Treatment 1 (P1)= 7,5mg/200grBB; Treatment 2 (P2)= 15mg/200grBB; Treatment 3 (P3)= 30mg/200grBB. Tempeh extract given for 28 days. After that the mammary gland are taken and made preparations by coloring method Haemotoxylin Eosin and then to be observed number of mammary ducts. Obtain result in the average number of mammary ducts K=50,55 ± 3,23; P1=34,95 ± 5,67; P2=46,83 ± 11,25; and P3=44,50 ± 5,75. The conclusion of this study, based on the results of One-Way ANOVA test shows the p-value is 0.122 ( p > 0.05) which means no significant difference between the control group and the treatment group of tempeh extract

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2018/182/051805423
Uncontrolled Keywords: payudara, fitoestrogen, ekstrak tempe, kelenjar mammae, Phytoestrogens, tempeh extract, breast, mammary glands
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 613 Personal health and safety > 613.2 Dietetics > 613.269 Human breast milk diet
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kebidanan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/167255
Text
Eldini Hudiningrum Wijayanto Putri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item