BKG

Yuliastity, Galih Ajeng Saptia (2018) Young Javanese Native Speakers’ Attitude Towards Javanese Speech Spoken By Foreigner. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Di Indonesia, selain bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, ada 719 bahasa daerah yang masih digunakan (Simons & Fennig, 2017). Bahasa daerah yang paling banyak digunakan adalah bahasa Jawa dengan lebih dari 84 juta penutur di Indonesia (Simons & Fennig, 2017). Saat ini, bahasa Jawa tidak hanya digunakan oleh penutur aslinya. Ada banyak orang yang bermigrasi dari kota atau Negara lain ke daerah yang berbahasa Jawa. Ketika orang yang bukan penutur asli bahasa Jawa menggunakan bahasa Jawa, penutur asli yang mendengarkannya akan memberikan respon positif atau negatif yang bisa diasumsikan sebagai sikap mereka. Studi ini berfokus pada menginvestigasi bagaimana sikap mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya yang berasal dari Jawa terhadap tuturan bahasa Jawa yang diucapkan oleh penutur asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode langsung dalam meneliti sikap. Data diambil dengen membagikan kuisioner dan mewawancarai 30 mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya yang merupakan penutur asli bahasa Jawa. Hasil kuisioner ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil wawancara dikombinasikan dengan hasil kuisioner untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian menunjukkan sikap positif terhadap tuturan bahasa Jawa yang diucapkan oleh penutur asing pada kedua kategori, prestise dan kemampuan bersosialisasi. Sebagai kesimpulan, hasil keseluruhan menunjukkan bahwa subyek penelitian memberikan sikap lebih positif pada kategori kemampuan bersosialisasi. Hal ini bisa diduga karena kemampuan bersosialisasi berpengaruh langsung kepada pemahaman dan komunikasi antara pembicara dan pendengar daripada kualitas pribadi penutur. Ada 28 subyek penelitian yang memberikan sikap positif dan 2 subyek penelitian yang memberikan sikap netral. Mereka yang memberikan sikap positif menunjukkan bahwa mereka mentoleransi dan mendukung penutur asing yang berbicara bahasa Jawa. Sikap netral menunjukkan bahwa mereka tidak memberikan sikap yang jelas dan hanya menoleransi penutur asing yang berbicara bahasa Jawa. Tidak ada subyek penelitian yang memberikan sikap negatif. Dengan ini, penulis menyarankan peneliti selanjutnnya untuk meneliti apakah dialek dan gender mempengaruhi sikap terhadap bahasa atau penuturnya. Penulis juga menyarankan untuk meneliti subyek penelitian dengan cakupan yang lebih luas atau meneliti kelompok sosial lainnya.

English Abstract

Beside Indonesian as the national language, there are 719 local languages that are spoken in Indonesia (Simons & Fennig, 2017). The most spoken local language is Javanese that is spoken by more than 84 million people in Indonesia (Simons & Fennig, 2017). Nowadays, Javanese is not only spoken by people from the areas mentioned above. There are many people who migrate from their cities or countries to the Javanese-speaking areas. When a non-native speaker of Javanese speaks Javanese, the native speaker that listens to it will give a certain positive or negative response that can be assumed as their attitude. This study focuses on investigating how Javanese undergraduate students of Faculty of Cultural Studies in Brawijaya University attitude towards Javanese speech spoken by foreign non-native speaker of Javanese is. This study uses qualitative approach. It uses direct method in investigating attitude. The data were collected by distributing questionnaire and interviewing 30 undergraduate students of Faculty of Cultural Studies in Brawijaya University who are native Javanese Speakers. The results of the questionnaire are presented in tables and charts. In addition, the interview results are combined with the questionnaire result to answer the research problem. The result of the study revealed that the research subjects showed positive attitude towards Javanese speech that is spoken by foreigner in both prestige and sociability categories. In conclusion, the overall result shows that the research subjects gave more positive attitude in sociability category. It can be inferred that the ability of socializing affects directly to the understanding and communication between the speaker and the listener than the personal quality of the speaker. There were 28 research subjects gave positive attitude and 2 research subjects gave neutral attitude. They who give positive attitude show that they tolerate and support on foreign speaker who speaks Javanese. The neutral attitude shows that they did not give clear attitude and were just okay and tolerate foreign speaker that speaks Javanese. There were no research subjects gave negative attitude means that young Javanese native speakers tolerate foreign speaker that speaks Javanese. Thus, the writer encourages the next researchers to investigate whether dialect or gender affects the attitude. The writer also suggests the next researcher to try investigating on wider scope of research subjects or different social group of research subjects.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FBS/2018/261/051806622
Uncontrolled Keywords: Attitude, Foreigner, Javanese Language, Javanese Native Speaker, Language Attitude
Subjects: 400 Language > 499 Non-Austronesian languages of Oceania, Austronesian languages, miscellaneous languages > 499.22 Malayo-Polynesian languages of Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, East Timor; Chamic languages > 499.221 Indonesian (bahasa Indonesia)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/166392
Text
Galih Ajeng Saptia Yuliastity.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item