BKG

Muchlisin, Achmad Aziz (2018) Analisis Hubungan Kadar Air Tanah Dan Kedalaman Perakaran Terhadap Produksi Biomass Cover Crop Di Lahan Pertanian Tadah Hujan, Jatikerto, Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Lahan pertanian tadah hujan merupakan salah satu agroekosistem yang mempunyai potensi besar untuk usaha pertanian. Masalah utama pada lahan tadah hujan adalah memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah dan kurang tersedianya air bagi tanaman saat musim kemarau. Maka dari itu, pemanfaatan lahan pertanian tadah hujan sangat memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang tepat agar lahan tersebut dapat optimal. Pertanian konservasi merupakan solusi sistem pertanian yang tidak hanya menuntut untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal namun juga memperhatikan keberlanjutan dari sisi lingkunganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketahanan cover crop terhadap kekeringan, menganalisis hubungan kadar air tanah terhadap biomassa cover crop dan menganalisis hubungan biomassa cover crop dengan kedalaman perakaran. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September sampai November 2017. Pengambilan sampel kadar air tanah, perakaran dan tanaman dilaksanakan di lahan Agro Techno Park di Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang diuji adalah macam cover crop. Macam cover crop yang digunakan adalah Kacang tunggak (Vigna unguiculata), Tanaman orok-orok (Crotalaria juncea), Kacang gude (Cajanus cajan), dan Kacang koro benguk (Mucuna pruriens). Lahan terdiri dari 20 petak dengan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan aplikasi Genstat 18. Untuk mengevaluasi ketahanan cover crop terhadap kekeringan dilakukan dengan uji anova kemudian dilakukan uji lanjut Duncan taraf 5%. Sedangkan untuk menganalisis hubungan kadar air tanah dengan biomassa dan hubungan biomassa dengan kedalaman perakaran dilakukan uji anova kemudian dilakukan uji lanjut Duncan taraf 5%. Jenis legume cover crop yang memiliki presentase daya tumbuh terhadap paling tinggi adalah kacang tunggak (Vigna unguiculata). Sedangkan legume cover crop yang memiliki biomassa tanaman tertinggi adalah kara benguk (Mucuna pruriens) sebesar 15,11 ton ha-1. Jenis legume cover crop yang memiliki nilai kadar air tanah terendah adalah kacang tunggak (Vigna unguiculata). Sedangkan jenis legume cover crop yang memiliki total panjang akar (Lrv) tertinggi adalah kara benguk (Mucuna pruriens).

English Abstract

Rainfed agricultural land is one of the agroecosystems that has great potential for agricultural business. The main problem in rainfed land is having a low level of soil fertility and lack of available water for plants during the dry season. Therefore, the use of rainfed agricultural land really needs special attention and proper handling so that the land can be optimized. Conservation agriculture is a farming system solution that does not only require maximum production but also considers sustainability from the environmental side. The purpose of this study was to evaluate the resilience of the cover crop to drought, analyze the relationship of soil water content to the cover crop biomass and analyze the relationship of biomass cover crop with root depth. The research was conducted from September to November 2017. Sampling of soil water, roots and plants was carried out at the Agro Techno Park in Jatikerto, Kromengan District, Malang Regency, East Java. This study uses a Randomized Block Design (RBD) with the treatment being tested is a type of cover crop. The types of cover crops used are kacang tunggak (Vigna unguiculata), orok-orok (Crotalaria juncea), Kacang gude (Cajanus cajan), and kara benguk (Mucuna pruriens). The land consists of 20 plots with 3 replications. Data analysis using application Genstat 18. To evaluate the resilience of the cover crop to dryness carried out by anova test then Duncan continued testing at the level of 5%. Whereas to analyze the relationship between soil water content and biomass and the relationship between biomass and root depth, anova test was carried out and Duncan's further test was carried out at 5%. The type of cover crop legume that has the highest percentage of growing power is kacang tunggak (Vigna unguiculata). Whereas the legume cover crop which has the highest plant biomass is kara benguk (Mucuna pruriens) of 15.11 tons ha-1. The type of cover crop legume that has the lowest soil moisture content is kacang tunggak (Vigna unguiculata). While the type of legume cover crop that has the highest total root length (Lrv) is kara benguk (Mucuna pruriens)

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/966/051901379
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.49 Groundwater (Subsurface water)
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/165197
Text
Achmad Aziz Muchlisin.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item