BKG

Herman, Teezar Ihwanul (2018) Pengaruh Konsentrasi Ekstender Sukrosa pada Proses Kriopreservasi terhadap Keberhasilan Fertilisasi dan Penetasan Telur Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Produksi ikan Lele (Clarias sp.) di Indonesia cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya populasi pembudidaya ikan lele, sayangnya dengan banyaknya jumlah pembudidaya tersebut jumlah benih unggul yang beredar di pasaran menjadi semakin berkurang. Karena itu perlu dilakukan teknik bioteknologi yang mampu menjaga keragaman genetik benih unggul sehingga ketersediaan benih unggul dipasaran tetap terjaga. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melestarikan keragaman genetik dari induk yang unggul adalah melakukan pengawetan telur dengan metode kriopreservasi atau pembekuan. sukrosa merupakan salah satu bahan ekstender yang sering digunakan pada proses kriopreservasi sebagai penyedia energi serta menjaga tekanan osmotik sel pada proses kriopreservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstender sukrosa terhadap daya fertilisasi dan daya tetas telur ikan lele dumbo serta konsentrasi sukrosa yang tepat untuk meningkatkan daya fertilisasi dan daya tetas telur ikan lele dumbo pada proses kriopreservasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Ikan Divisi Reproduksi Ikan gedung C lantai 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Februari sampai April 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan Molalitas yaitu: A (0,25 M), B (0,5 M), C (0,75 M) , D (1 M) dan K (0 M). Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada penelitian Sutarjo (2014) yang melakukan metode kriopreservasi pada telur ikan mas (Cyprinus carpio) dengan ekstender dan krioprotektan yang sama. Parameter utama yang diamati adalah daya fertilisasi dan daya tetas telur ikan Lele Dumbo serta parameter penunjang seperti suhu, pH dan DO (oksigen terlarut). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap parameter utama yang diujikan pada penelitian ini. Daya fertilisasi yang diperoleh pada masing-masing perlakuan adalah perlakuan K (0 M) 5,6%; perlakuan A (0,25 M) 10%; perlakuan B (0,50 M) 54,44%; perlakuan C (0,75 M) 28,9 % dan perlakuan D (1 M) 28,9 %. Didapat kesimpulan bahwa konsentrasi terbaik terdapat antara perlakuan B dan C pada konsentrasi 0,558 M dan membentuk kurva korelasi kuadratik dengan persamaan y=-177,782+234,67x-32,778 dan nilai koefisien determinasi (R2)= 0,4441. Daya fertilisasi yang diperoleh pada masing-masing perlakuan adalah perlakuan K (0 M) 3,3%; perlakuan A (0,25 M) 6,67%; perlakuan B (0,50 M) 18,889%; perlakuan C (0,75 M) 28,9 % dan perlakuan D (1 M) 28,9 %. Didapat kesimpulan bahwa konsentrasi terbaik terdapat antara perlakuan B dan C pada konsentrasi 0,667 M dan membentuk kurva korelasi kuadratik dengan persamaan y = -66,667x2 + 78,444x – 7, dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,5336. Konsentrasi sukrosa terbaik untuk kriopreservasi telur ikan lele dumbo berkisar antara 0,5-0,75M.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/879/051811663
Uncontrolled Keywords: -Ikan lele
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.37 Culture of amphibians and specific kinds of fishes > 639.375 Culture of specific kinds of fishes (Protacanthopterygii)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/165152
Text
Teezar Ihwanul Herman.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item