BKG

Pratama, Angga (2018) Pengaruh Suhu Pirolysis pada Biochar Arang Sekam Padi & Tongkol Jagung Terhadap Pengikatan Logam Berat (Pb) pada Proses Pengolahan Air Lindi di TPA Supit Urang Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pertumbuhan penduduk dan kenaikan tingkat ekonomi diberbagai sektor mengakibatkan bertambahnya jenis dan kuantitas sampah di Kota Malang sehingga akan menimbulkan permasalahan apabila tidak diikuti dengan sistem pengelolaan sampah yang optimal. Hal ini terjadi pada TPA Supit Urang, Kota Malang yang volume sampahnya semakin meningkat. Pencemaran sumber air oleh sampah terjadi karena sampah yang dibuang dengan cara controll landfill dan tertimbun di TPA mengalami dekomposisi yang bersama air hujan menghasilkan cairan lindi (leachate) dan berpotensi mencemari air tanah di sekitar TPA. Rembesan air lindi mengandung kotoran organik, nitrat, sulfat, klorida, dan logam-logam berat dalam konsentrasi tinggi. Diantara logam tersebut ada 3 golongan logam yang termasuk dalam kategori logam berat yang berbahaya salah satunya logam timbal (Pb). Timbal merupakan salah satu logam berat non-essensial yang bersifat toksik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel limbah air lindi menggunakan metode pengambilan sampel sesaat (grab sampling). Biochar viii dibuat dari sekam padi dan tongkol jagung dengan suhu tinggi 550˚, 700˚C sedangkan suhu rendah 200˚, 350˚C, dikeringkan dalam oven untuk menentukan kadar air.. Proses running dilakukan dengan memasukkan Biochar arang seberat 10 gram pada 100 ml air lindi. Waktu pengamatan logam berat Pb dilakukan selama 1 hari pada jam ke-6. Metode RAL yang digunakan sebanyak 4 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan 2 bahan uji hingga didapatkan 24 variabel percobaan dan variabel control tanpa perlakuan. Setelah terpisah pengukuran konsentrasi Pb diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Proses selanjutnya yakni karbonasi atau pengarangan yang dilakukan dengan variasi suhu adsorben Biochar, suhu tinggi 550˚, 700˚C sedangkan suhu rendah 200˚, 350˚C selama 10 menit menggunakan furnace. Sebelum dan sesudah proses pengovenan dan karbonasi dilakukan pengukuran massa dengan timbangan analitik untuk mengetahui kadar air yang hilang selama kedua proses karbonasi. Selanjutnya arang disaring dengan ayakan 100 mesh untuk mendapatkan ukuran arang yang sama rata dimana semakin kecil ukuran arang ampas tebu maka semakin besar luas permukaannya dan semakin besar luas permukaan maka kualitas adsorben semakin baik. Proses pembuatan arang telah selesai hingga tahap ini.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2018/417/051809701
Uncontrolled Keywords: Biochar. Adsorbsi. Logam Pb
Subjects: 300 Social sciences > 363 Other social problems and services > 363.7 Environmental problems > 363.73 Pollution
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164881
Text
Angga Pratama.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item