BKG

Saputro, Moch. Harits Adi (2018) Strategi Kebijakan Peningkatan Nilai Gizi Santriwan dan Santriwati Melalui Pola Konsumsi Pangan Hewani Ikan pada Pesantren Mahasiswa di Kota Malang Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu tingkat pendidikan, status kesehatan, dan pendapatan per kapita. Jika membahas mengenai salah satu indikator tersebut, yaitu kondisi kesehatan masyarakat Indonesia dapat diketahui melalui status gizi serta asupan zat gizi hariannya. Kebutuhan zat gizi dalam tubuh manusia terutama protein hewani, dapat terpenuhi dengan mengkonsumsi ikan. Ikan merupakan sumber penting protein hewani di banyak negara, termasuk di Indonesia. Pola konsumsi pangan hewani ikan tersebut perlu diterapkan oleh pemerintah pusat maupun di daerah kepada para generasi muda penerus bangsa, salah satunya yaitu pada santriwan dan santriwati mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu merumuskan strategi kebijakan yang layak dijalankan oleh para pengasuh beserta pengurus pondok pesantren mahasiswa dalam meningkatkan nilai gizi santriwan dan santriwati mahasiswanya melalui pola konsumsi pangan hewani ikan, yang didukung melalui pemberdayaan jiwa kewirausahaan perikanan (fisheries entrepreneurship), sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan. Teknik analisis yang digunakan adalah Exploratory Factor Analysis, analisis AKG, dan analisis SWOT. Pola konsumsi pangan hewani ikan santri mahasiswa ditinjau dari perilaku konsumsinya yaitu rata-rata santri memilih frekuensi makan ikan satu hingga tiga kali dalam seminggu, sehingga dapat dikalkulasikan rata-rata konsumsi ikan dalam satu tahun yaitu yang paling tinggi sebesar 49.35 kg/kapita/tahun terdapat pada pesantren mahasiswa Al-Hikam dan Firdaus, sedangkan yang paling rendah sebesar 45.75 kg/kapita/tahun terdapat pada pesantren mahasiswa Miftahul Huda. Konsumsi pangan hewani ikan santri juga dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor psikologi produk, pelayanan konsumen, dan kualitas produk. Faktor psikologi produk dapat ditinjau melalui indikator harga, keamanan produk dan tampilan, faktor pelayanan konsumen melalui indikator distribusi konsumsi, kesegaran, pemasukan, dan praktis, sedangkan faktor kualitas produk dapat ditinjau melalui indikator kandungan gizi, iklan dan promosi. Berdasarkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata, sebanyak 90% dari total responden menunjukkan status gizi santri mahasiswa tergolong dalam kategori normal (18.5 - 25.0). Jika ditinjau dari konsumsi energi dan zat gizi berupa protein, yang paling tinggi pada santriwan (laki-laki) sebesar 2255.6 Kkal dan 47.57 g, dengan persentase pemenuhan sebesar 90% dan 81% yaitu terdapat pada pesantren mahasiswa Firdaus, sedangkan asupan energi yang paling tinggi pada santriwati (perempuan) sebesar 2199.9 Kkal dengan persentase pemenuhan sebesar 116% terdapat pada pesantren mahasiswa Miftahul Huda, dan asupan protein paling tinggi sebesar 49.53 g dengan persentase pemenuhan sebesar 103% yaitu terdapat pada pesantren mahasiswa Luhur. Asupan zat gizi yang perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan yaitu pada zat gizi makro karbohidrat, Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA), protein, serta zat gizi mikro berupa vitamin A dan vitamin C. viii Alternatif strategi kebijakan yang dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantren mahasiswa yaitu berupa strategi SO (Strength-Opportunity) dengan menerapkan strategi yang agresif, di mana pondok pesantren dapat bekerja sama dengan stakeholder dalam memberikan penyuluhan mengenai peningkatan nilai gizi santri mahasiswa melalui pola konsumsi pangan hewani ikan yang merujuk pada Al-Qur‟an dan Hadits, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), serta pelatihan di dunia kewirausahaan perikanan santri dengan memanfaatkan lahan dan sumber daya lokal, serta membentuk komunitas peduli kesehatan dan gizi masyarakat yang ikut melibatkan santri mahasiswa, dengan harapan dapat menjaga asupan pangan yang seimbang, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari sebagai santri dan mahasiswa dengan kondisi tubuh yang energik dan prima. Sajian informasi ini diharapkan juga dapat membentuk suatu hubungan kelembagaan dan kemitraan antar instansi terkait, mulai dari Kementerian Agama yang menaungi pondok pesantren, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang terintegrasi dan fokus dalam meningkatkan pola konsumsi pangan hewani ikan melalui pelatihan dan penyuluhan perikanan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi stabilitas kesehatan dan perokonomian, serta kemandirian pangan di dunia kepesantrenan di Kota Malang.

English Abstract

-Nutrition

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/988/051900343
Uncontrolled Keywords: -Gizi santriwan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 612 Human Physiology > 612.3 Digestive system
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164820
Text
Moch. Harits Adi Saputro.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item