BKG

Cahyanti, Novita Prima Eka (2018) Gambaran Histopatologi Ikan Kerapu Cantang yang Diinfeksi Iridovirus dengan Pemberian Dunaliella salina sebagai Kandidat Antivirus. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan kerapu cantang (Epinephelus sp.) merupakan salah satu keanekaragaman hayati laut yang banyak dikembangkan sebagai usaha budidaya di Indonesia, karena mudah dipelihara dengan rentang salinitas yang lebar. Survival Rate ikan kerapu cantang berkisar antara 90-100% dan dapat dipanen dalam kurun waktu 6-12 bulan dengan berat mencapai 350-2000 gram. Budidaya ikan kerapu cantang yang semakin intensif tidak memungkiri terjadinya infeksi baik bakteri maupun virus. Salah satu virus yang sering menginfeksi ikan kerapu cantang adalah Iridovirus dengan tingkat kematian mencapai 50% dalam waktu 14 hari paska infeksi. Ciri-ciri infeksi iridovirus ditinjau dari histopatologi adalah adanya giant cell pada organ limpa, ginjal dan usus. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengobatan iridovirus pada ikan kerapu cantang adalah dengan aplikasi mikroalga karena memiliki senyawa aktif seperti betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh ikan kerapu cantang. Mikroalga dengan kandunganbetakaroten yang tinggi salah satunya adalah mikroalga Dunaliella salina sebanyak 14% dari berat keringnya. Selain betakaroten mikroalga Dunaliella salina juga mengandung polisakarida Untuk saat ini belum ada informasi tentang penelitian aplikasi mikroalga Dunaliella salina sebagai kandidat antivirus Iridovirus pada ikan kerapu cantang, sehingga perlu dilakukannya penelitian. Keberhasilan penelitian ini akan diuji melalui uji histopatologi organ limpa, ginjal dan usus yang merupakan jalannya iridovirus melalui peredaran darah dan pakan. Metode penelitian secara deskriptif dengan aplikasi mikroalga Dunaliella salina melalui repeletting selama 10 hari dan metode infeksi menggunakan perendaman dosis 0,1 ml dalam 10 liter. Infeksi iridovirus pada ikan kerapu cantang menunjukkan adanya giant cell pada jaringan ginjal dan usus disertai adanya nekrosis, edema, kongesti, hemoragi dan vakuola. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian mikroalga Dunaliella salina dengan dosis 2 g/kg pakan, 4 g/kg pakan dan 6 g/kg pakan memiliki pengaruh terhadap histopatologi organ limpa, organ ginjal dan organ usus ikan kerapu cantang yang diinfeksi iridovirus. Kerusakan jaringan limpa tertinggi pada dosis kontrol (0 g/kg pakan) sebesar 31,4% dan terendah pada dosis 6 g/kg pakan sebesar 6,2%. Kerusakan tertinggi pada organ ginjal terdapat pada dosis kontrol sebesar 15,2% dan terendah pada dosis 6 g/kg pakan sebesar 5%. Kerusakan pada organ usus tertinggi pada dosis kontrol sebesar 8,4 % dan terendah pada dosis 6 g/kg pakan sebesar 4,6. Kandungan polisakarida mampu meningkatkan aktivitas fagositosis dan betakaroten pada mikroalga Dunaliella salina berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat mencegah kerusakan membran sel akibat adanya ROS (Reactive Oxygen Species). Aplikasi mikroalga Dunaliella salina dilihat dari parameter histopatologi ikan kerapu cantang belum dapat dikatakan sebagai antivirus tetapi sebagai imunostimulan.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/501/051806130
Uncontrolled Keywords: Antivirus, histopatologi, Iridovirus, Dunaliella salina, Epinephelus sp-Antiviral, histopatology, Iridovirus,Dunaliella salina, Epinephelus sp.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.089 Veterinary medicine
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164730
Text
Novita Prima Eka Cahyanti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item