BKG

Pahlevi, Muh. Reza (2018) Uji Daya Hambat Ekstrak Kasar Kulit Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia sebagai negara tropis kaya akan sumberdaya hayati yang dinyatakan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi lestari sumberdaya perikanan laut indonesia sangat beragam. Ikan merupakan bahan pangan yang berprotein tinggi, murah, dan mudah dicerna oleh tubuh. Penyakit pada ikan budidaya banyak disebabkan oleh jamur, parasit, virus dan bakteri. Jenis bakteri yang menimbulkan penyakit pada budidaya ikan air payau dan air laut adalah bakteri vibrio, dimana penyakitnya disebut dengan vibriosis. Berkembangnya bakteri ini di suatu perairan ditandai dengan kondisi perairan yang kurang menguntungkan bagi ikan dengan kandungan nutrien yang tinggi yang berasal dari penumpukan sisa pakan. Semua Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan di Indonesia selalu melaksanakan pemantauan dan melaporkan wabah penyakit yang sering terjadi di daerahnya yang dilakukan dalam dua kali dalam setahun. Wabah penyakit yang lebih sering ditemukan yaitu Aeromonas hydrophila dibandingkan dengan Aeromonas salmonicida pada budidaya ikan air tawar. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri memperlihatkan gejala-gejala seperti kehilangan nafsu makan, luka luka pada permukaan tubuh, pendarahan pada insang, perut membesar berisi cairan, sisik lepas, sirip ekor lepas, jika dilakukan pembedahan akan terlihat pembengkakan dan kerusakan pada hati, ginjal dan limpa. Bakteri patogen A. hydrophila hampir selalu ada di air terutama pada spesies air tawar. Serangan bakteri ini dapat mengakibatkan gejala penyakit hemoragi septisemia atau motile aeromonas septicaemia yang mempunyai ciri antara lain luka di permukaan tubuh, luka di insang, ulcer, exophthalmia, abses dan perut asites. Berdasarkan masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh ekstrak kulit buah naga (Hylocereus costaricensis) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat berperan sebagai alternatif penggunaan antibiotik yang lebih aman bagi lingkungan dan memiliki residu yang lebih sedikit dari pada antibiotik. Selain itu juga mengurangi resistensi ikan terhadap antibiotik yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) terhadap bakteri A. hydrophila dan Mengetahui dosis optimal pemberian ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) terhadap bakteri A. hydrophila. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2018 di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perairan (Devisi Keamanan Hasil Perikanan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian ekstrak kasar kulit buah naga dengan dosis 6 ppm (A), 26 ppm (B), 46 ppm (C), 66 ppm (D) dan Kontrol Positif (K+) menggunakan 5 ppm antibiotik chlorampenicol serta Kontrol Negatif (K-) tanpa pemberian obat.Parameter utama dalam penelitian ini yaitu hasil zona bening yang terlihat disekitar kertas cakram yang telah ditumbuhi bakteri A. hydrophila dengan menggunakan dosis yang berbeda, sedangkan parameter penunjang pada penelitian ini yaitu lama waktu perendaman kertas cakram pada ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak kasar kulit buah naga dapat menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila. Adapun rerata zona bening pada uji cakram untuk perlakuan A (25,05 ppm), B (30,82 ppm), C (31,43 ppm). hubungan antara penambahan dosis perlakuan ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) terhadap diameter zona hambat menunjukkan pola linear dengan persamaan y = 8,4375 + 0,0447x dan koefisien R2 = 0,5484. Hubungan antara pemberian ekstrak kasar kulit buah naga (Hylocereus costaricensis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila menunjukkan respon yang meningkat seiring dengan bertambahnya dosis ekstrak dari dosis 6 ppm, 26 ppm, 46 ppm dan 66 ppm. Hasil pengamatan Perendaman kertas cakram dilakukan ±15 menit. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, lama perendaman kertas cakram terhadap ekstrak memberikan pengaruh terhadap resapan bahan aktif ke dalam kertas cakram, karena semakin lama perendaman maka akan semakin banyak juga bahan aktif yang masuk kedalam kertas cakram. Perendaman kertas cakram dapat dilakukan selama 15 menit agar bahan aktif ekstrak yang digunakan dapat meresap dengan baik sehingga mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/429/051805991
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.3 Organics drugs > 615.32 Drugs derived from plants and mikroorganisms > 615.323 56 Drugs derived from spesific plant (Cactales)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164357
Text
Muh. Reza Pahlevi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item