BKG

Handayani, Hanida Nurulan (2018) Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Kali Adem Dipinggir Sungai Kali Adem, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi alamnya. Sebagai pembanding, kemudiandikembangkan teori possibilisme (Teori Kemungkinan), yang berkeyakinan bahwa aspek budaya dan teknologi tidak disebabkan oleh lingkungan, namun lingkungan bersifat membatasi terwujudnya budaya suatu masyarakat. Dalam pandangan ini lingkungan adalah sebagai pembatas terhadap perkembangan kehidupan manusia Memandang dari awal perkembangan muara angke, maka dapat disimpulkan bahwa daerah sepanjang aliransungai adalah merupakan daerah yang paling strategis untuk bermukim. Khususnya bagi kaum pendatang yang pada awalnya menggunakan transportasi air (sungai dan laut), maka daerah pinggiran sungai, adalah yang paling mudah dicapai, yang kemudian digunakan sebagai tempat tinggal, tempat berusaha, baik untuk sementara maupun menetap. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini antara lain : mendeskripsikan Stratifikasi sosial masyarakat di pinggiran Sungai Kali Adem, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, mendeskripsikan cara bertahan hidup masyarakat di pinggiran Sungai Kali Adem, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018. Metpde yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan meliputi data : data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengambilan data menggunakan purposive sampling. Pada kawasan Kali Adem, Muara Angke terdapat struktur masyarakat yang terbentuk berdasarkan kepemilikkan modal dan penguasaan. Pelapisan sosial yang terbentuk pada Masyarakat nelayan disepanjang sungai Kali Adem terdiri dari 3 strata, Juragan/nelayan pemilik modal, nelayan pemilik kapal dan juga nelayan buruh (ABK). Juragan/nelayan pemilik modal adalah sebagai strata pertama dengan status sosial yang paling tinggi. Nelayan pemilik kapal sebagai strata kedua dengan status sosial sedang/menengah. Strata ketiga adalah nelayan buruh atau yang biasa disebut Anak Buah Kapal dengan status sosial yang paling rendah. Strategi bertahan hidup yang terdapat di pinggiran sungai Kali Adem terbagi menjadi 3 yaitu Strategi pertama yaitu Strategi Aktif yang juga berupa memiliki pekerjaan lain selain pekerjaan utamanya sebagai nelayan. Strategi Pasif yang berupa menghemat kebutuhan sekahir-hari dan juga memanfaatkan lahan tempat tinggal ataupun lahan yang masih kosong untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Strategi jaringan adalah strategi terakhir yang dimiliki oleh masyarakat nelayan di tepi sungai Kali Adem dimana para nelayan memiliki strategi bertahan hidup yang melibatkan orang lain seperti meminjam uang kepada juragan/pebakul, meminjam uang kepada tetangga ataupun meminjam uang kepada bank. Strategi diatas dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan dikala musim paceklik datang. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 3 strata sosial dan juga status sosial yang dimiliki oleh berbagai lapisan masyarakat di Kali Adem. Patron-klien (vertical) dan relasi sosial horizontal di antara mereka merupakan urat-urat struktur sosial masyarakat nelayan. Dalam aktivitas ekonomi perikanan tangkap di kalangan nelayan di sepanjang sungai Kali Adem misalnya, ketiga lapisan sosial yang ada memiliki peran masing-masing dan terikat dalam hubungan kerja sama yang erat. Strategi yang dimiliki masyarakat nelayan untuk dapat bertahan hidup di sepanjang sungai Kali Adem juga bervariasi antara lain strategi aktif, strategi pasif dan juga strategi jaringan. Saran dari peneliti untuk masyarakat sekitar adalah lebih aktif lagi untuk mengasah skill selain menjadi nelayan, karena pekerjaan di laut tidak dapat diprediksi hasilnya seperti pekerjaan di darat. Saran dari peneliti untuk perguruan tinggi ataupun mahasiswa adalah perduli dengan kehidupan nelayan yang masih dibawah rata-rata. Saran untuk pemerintah dari peneliti adalah jika memberikkan bantuan dalam bentuk mesin kapal ataupun jaringan diharapkan pemerintah atau yang berwenang terjun langsung ke lapang karena selama ini bantuan yang diberikan pemerintah masih belum tepat sasaran. Diadakan sosialisasi terhadap perkampungan nelayan di pinggir sungai Kali Adem sehingga nelayan dapat mengerti tujuan dari penggusuran lahan di wilayah Kali Adem.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/498/051806127
Uncontrolled Keywords: Masyarakat, Kehidupan, Bertahan Hidup
Subjects: 300 Social sciences > 307 Communities
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164190
Text
Hanida Nur’ulan Handayani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item