BKG

Nuha, Gusti Alfin (2018) Evaluasi Profil Asam Amino pada Hidrolisat Protein A. pinnata pasta, padat, dan cair yang Difermentasi selama 14 hari. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Azola atau A. pinnata merupakan tanaman yang banyak hidup didaerah persawahan indonesia. Namun masih banyak petani yang menganggap tanaman A. pinnata sebagai gulma, oleh karena itu pembersihan Azolla pinnata dari lahan persawahan dan kolam merupakan salah satu pekerjaan rutin bagi petani. Dengan kandungan protein mencapai 24 % A. pinnata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan hidrolisat protein. Reaksi hidrolisis ini akan menghasilkan hidrolisat protein yang berkualitas karena pH, kondisi suhu, dan waktu hidrolisis yang terkontrol Pemisahan hidrolisat protein A. pinnata dilakukan untuk memepermudah aplikasi dan mengetahui perbedaan komposisi asam aminonya. Pemisahan yang dilakukan yakni dalam bentuk pasta, padat dan cair. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui profil asam amino dari hidrolisat protein A.pinnata yang telah menjadi pasta, padatan dan cairan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai bulan Desember 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Penelitian ini terdiri dari penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan penentuan fase logaritmik khamir laut. Penelitian utama dilakukan dengan pembuatan hidrolisat protein A. pinnata yang difermentasi selama 14 hari, yang kemudian dipisahkan antar pasta, padat dan cairannya. selanjutnya dilakukan analisis profil asam amino dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil dari penelitian ini yakni hidrolisat protein A. pinnata semua varian menghasilkan 13-15 jenis asam amino. Varian yang mengandung asam amino terbanyak adalah padat dengan 15 jenis asam amino, 9 asam amino esensial dan 6 asam amino non esensial. Dari pemisahan hidrolisat protein A. pinnata menjadi pasta, padat dan cair, perlakuan padat menghasilkan total asam amino tertinggi dengan kadar 5,85% dibandingkan pasta 4,06% dan cair 4,37%. Walaupun sama-sama menghasilkan total 15 asam amino, 9 esensial dan 6 non esensial, tetapi masih berada dibawah kandungan total asam amino hidrolisat bungkil kedelai 49,63%, baik yang berupa asam amino esensial maupun yang non esensial. Asam amino dengan kandungan tertinggi adalah asam glutamat pada semua varian hidrolisat protein. Dari semua varian hidrolisat protein A. pinnata hasil protein dan asam amino produk belum ada yang memenuhi standar hidrolisat, sehingga hasil dari penelitian ini belum berupa hidrolisat protein. Produk penelitian dengan karakteristik ini belum bisa diaplikasikan pada bahan pangan. Saran yang dapat saya berikan yakni pada penelitian berikutnya agar dilakukan perbaikan terutama dalam metode penelitian

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/551/051806269
Uncontrolled Keywords: Asam Amino, Hidrolisat Protein, A. pinnata
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 572 Biochemistry > 572.6 Proteins > 572.65 Components of proteins
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164177
Text
Gusti Alfin Nuha.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item