BKG

Azira, Meria Latifatun Nisa (2018) Praktik Penanggulangan Dampak Akibat Keberadaan Aktivitas Penambangan Pasir Pada Daerah Pemukiman Di Desa Mentari Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini membahas mengenai praktik penanggulangan dampak yang dilakukan oleh masyarakat terdampak terhadap usaha tambang pada daerah pemukiman di Desa Mentari, Kabupaten Malang. Masyarakat terdampak merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar usaha tambang pasir dan mereka yang mengalami dampak secara langsung berupa kerusakan lingkungan, kerugian secara ekonomi, dan pemukiman yang menjadi daerah rawan longsor. Penanggulangan dampak yang dilakukan oleh masyarakat terdampak tercermin pada tindakan pelaporan dan segala tuntutan yang ditujukan kepada pihak pemilik usaha tambang. Melalui tindakan tersebut masyarakat terdampak berharap kerusakan dan kerugian yang selalu dialami masyarakat sekitar usaha tambang dapat teratasi sepenuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisa praktik penanggulangan dampak masyarakat sekitar akibat keberadaan aktivitas penambangan pasir pada daerah pemukiman yang berada di Desa Mentari, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens sebagai landasan analisis, yaitu terkait hubungan antara agen dan strukturnya yang bersifat dualitas. Melalui hubungan dualitas ini memunculkan sebuah sistem tindakan yang terpola dan dipelihara dalam lintas ruang dan waktu. Keterulangan yang terpola inilah yang dianggap sebagai suatu praktik dalam teori Giddens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus tipe instrumental tunggal. Praktik penanggulangan dampak akibat usaha tambang pada daerah pemukiman yang ada di Desa Mentari terbentuk melalui kemampuan agen (masyarakat terdampak) terhadap struktur terkait usaha tambang, dan struktur inilah yang memunculkan sebuah tindakan agen dalam menangani dampak tambang. Tindakan agen dalam penanganan dampak tercermin pada sistem S-D-L, yaitu dimulai dari sebuah wacana dampak yang menduduki sistem Signifikasi, merujuk pada penekanan yang dilakukan oleh masyarakat terdampak (agen) terhadap usaha tambang pada gugus sistem Dominasi, dan pada akhirnya memunculkan sebuah kesepakatan yang diperoleh melalui tuntutan-tuntutan masyarakat terdampak terhadap usaha tambang untuk mengatasi dampak yang terjadi. Tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh masyarakat terdampak berada pada gugus sistem Legitimasi, karena tuntutan inilah yang menjadi sebuah pedoman (aturan) bagi pemilik usaha tambang dalam kinerja usaha tambang pasir yang dimilikinya. Tindakan penangan dampak tambang di Desa Mentari dipelihara melalui pertemuan masyarakat terdampak setiap kali terjadi kerusakan yang menandakan bahwa tindakan penangan dampak ini menjadi bentuk praktik penanggulangan dampak yang dilakukan oleh masyarakat terdampak terhadap usaha tambang pasir khususnya yang berada pada daerah pemukiman.

English Abstract

This study discusses about thepractices of tackling who done by affected communities on mining business in residential areas in Mentari Village, Kabupaten Malang. The affected communities living in the vicinity of the sand mining business and they are directly affected by environmental demage, economic losses and settlements that are prone to landslides. Tackling by affected communities are reflected in the report actions and all the claims addressed to the owner of the mining business. Through these actions the community expects the damages and losses that always experiences by the communities around the mining business, can be fully resolved. The purpose of this study are to describe and analyze the practices of tackling surrounding the community due to the existences of galian golongan C mining activities in residential areas that located in the Village Mentari, Kabupaten Malang. The practice of rejecting to the galian golongan C mining businesses in residential areas in Mentari village is formed through the ability of agents (affected communities) to the mining-related structures and this structure generates an action agents to deal with the impacts. The action of agent in the impact of management is reflected in the SDL system, which starts from an impact discourse that occupies the Signification system, refers to the emphasis made by the affected communities (agents) on mining operations on the Domination system cluster, and ultimately raises an agreement gained through the affected community demands impacted on mining operations to cope with the impacts. The demands put forward by the affected communities are in the Legitimacy system cluster, as these demands become a rule for the owner of the mining business in the performance of the sand mining business. The action of handling the impact in the Mentari village are maintained through affected community meetings, when there is a damage which indicates that these impacts handling measures become a form of tackling practices undertaken by the affected communities, against the sand mining business especially those located inresidentialareas.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2018/396/051805689
Uncontrolled Keywords: Tambang Galian Golongan C, Masyarakat Terdampak, Praktik sosial.-Bahan Galian Golongan C Mining, Affected Communities, Social Practice.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering and allied operations > 620.1 Engineering mechanics and materials > 620.19 Other engineering materials
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/164046
Text
Meria Latifatun Nisa Azira.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item