BKG

Titisari, Fidya (2018) Analisa Yuridis Prinsip Transparansi Oleh Emiten Obligasi Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Investor Dalam Hal Mencegah Terjadinya Gagal Bayar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Investasi dalam pasar modal memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di bidang lain. Masyarakat yang ingin melakukan investasi memperhatikan beberapa faktor, yaitu bunga bank yang berdampak pada kegiatan investasi, keadaan keseluruhan ekonomi apakah sedang mengalami kemerosotan, berkembang atau stabil. Lalu ada faktor hukum, yakni mengenai kepatuhan hukum pada pelaku pasar modal untuk menjalankan segala ketentuan hukum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pasar modal memiliki dua instrument yaitu saham dan obligasi. Meningkatnya keinginan masyarakat untuk berinvestasi dengan menggunakan obligasi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terbukti dari meningkatnya permintaan obligasi pada setiap emisi. Melakukan kegiatan pendaan melalui obligasi memiliki risiko, salah satunya adalah penerbit obligasi gagal membayar kupon obligasi. Semakin meningkatnya permintaan obligasi semakin tinggi pula pendapatan yang didapat oleh perusahaan, artinya perusahaan semakin banyak membayar bunga obligasi kepada investor, maka investor harus lebih berhati-hati akan hal itu untuk mencegah emiten gagal bayar. Sebuah tolak ukur suatu perusahaan memiliki potensi gagal bayar atau tidak adalah dari pelaksanaan prinsip transparansi antara emiten dan investor. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, ada dua permasalahan hukum yang dikemukakan pada penelitian ini yaitu pertama, mengenai keterkaitan prinsip transparansi dalam penerbitan obligasi perusahaan dan yang kedua adalah perlindungan hukum terhadap investor dalam penerbitan obligasi perusahaan untuk mencegah risiko gagal bayar oleh emiten obligasi. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian yang bersifat yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan Kasus (Case Approach). Studi kepustakaan dan akses internet menjadi teknik penelusuran bahan hukum dalam penelitian ini. Dalam menganalisis bahan hukum, penulis menggunakan interpretasi bahasa atau gramatikal dan interpretasi sistematis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dengan melaksanakan prinsip transparansi saja tidak cukup untuk dijadikan tolak ukur emiten tidak akan memiliki risiko gagal bayar. Pada kasus yang telah diuraikan pada pembahasan, perusahaan tersebut telah melakukan prinsip transparansi dengan melaporkan laporan keuangan tahunan emiten kepada OJK dan laporan perusahaan kepada lembaga pemeringkat efek. Tetapi disini investor harus lebih berhati-hati dalam menganalisa laporan emiten supaya tidak salah langkah dalam pembelian obligasi, dengan menganalisa rasio keuangan perusahaan dan rasio rating efek yang diterbitkan perusahaan tersebut.

English Abstract

Investment in the capital markets have a higher risk as compared to investment in other areas. people who want to make investments pay attention to several factors that have an impact on bank interest of investment activity, the State of the overall the economy is experiencing a downturn, whether growing or stable. Then there are the legal factors, i.e. concerning compliance of the law on capital market participants to run all the provisions of law set forth in the legislation. The capital markets have two instruments namely stocks and bonds. The increasing eagerness to invest by using bonds experienced a fairly rapid development. Evident from the increased demand for bonds on any emissions. conduct activities through pendaan bonds have risks, one of which is the issuer of bonds failed to pay coupon bond. The ever increasing demand for bonds is getting higher revenue earned by the company, this means that more and more companies pay interest on bonds to investors, then investors should be more careful of it to prevent issuers fail pay. A measurement of a company has the potential of default or not is of the implementation of the principle of ttransparansi between issuers and investors. Based on the description of the background above, there are two legal issues are addressed in this study: first, regarding the relation of the principle of transparency in the issuance of corporate bonds and the second is the legal protection of investors in corporate bonds issuance in order to prevent the risk of default by the issuers of bonds. Research conducted by the author is research which is juridical normative approach to statutory methods (Statute Approach) and the approach of the case (Case Approach). The study of library and internet access becomes legal materials search technique in this study. In analyzing legal material, the author uses language or grammatical interpretation and systematic interpretation. Conclusions in this study is to carry out the principle of transparency alone is not enough to be used as a benchmark issuer will not have the risk of nonpayment. In a case that has been described in the discussion, these companies have been doing the principle of transparency by reporting issuers to annual financial statements and reports of the company to OJK rating agencies securities. But here investors should be more careful in analyzing issuers report so that no one steps in the purchase of bonds, by analyzing the company's financial ratios and ratio rating effect is published.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2018/242/051805191
Uncontrolled Keywords: Investasi, Perlindungan Hukum, Investor, Transparansi, Gagal Bayar
Subjects: 300 Social sciences > 346 Private law > 346.09 Investment and negotiable instruments > 346.092 Investment
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/163215
Text
Fidya Titisari.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item