BKG

Andreas, Yonatan (2018) Penerapan Elemen Akustik pada Auditorium Samantha Krida Universitas Brawijaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Auditorium Samantha Krida merupakan sebuah auditorium serbaguna di Kampus Universitas Brawijaya. Dengan kapasitas mencapai 3.400 orang, auditorium ini menjadi bangunan utama dalam mewadahi berbagai aktivitas, seperti wisuda, seminar, konferensi, pertunjukan musik, pameran, hingga pernikahan. Pentingnya peran bangunan dalam kelangsungan aktivitas kampus menimbulkan tuntutan bagi bangunan untuk berfungsi dengan baik, salah satunya dalam aspek akustik. Namun banyaknya penggunaan material keras pada interior auditorium mengindikasikan tingginya nilai waktu dengung di dalam ruangan. Sementara itu, adanya tribune di yang terhalang oleh kolom-kolom struktur juga menandakan adanya daerah bayangan bunyi, yang merupakan sebuah kecacatan akustik. Dengan adanya berbagai indikasi atas kurangnya perhatian pada kualitas akustik ruang, maka perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas akustik di auditorium tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas akustik pada Auditorium Samantha Krida Universitas Brawijaya. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dalam yang disajikan secara deskiptif. Kemudian, untuk menghasilkan rancangan rekomendasi, dilakukan analisis dan sintesis dengan metode quasi eksperimental dengan menggunakan simulasi digital. Variabel terikat pada penelitian ini adalah waktu dengung (reverberation time atau RT, dengan satuan sekon). Waktu dengung merupakan salah satu parameter objektif dalam akustik ruang. Variabel ini merupakan yang utama dalam penelitian ini, yang dijadikan landasan penilaian kualitas akustik pada objek penelitian. Selain itu, sebagai data tambahan, diukur juga distribusi tingkat tekanan bunyi (TTB) pada ruangan, yang juga merupakan parameter objektif dalam akustik ruang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan alat ukur meteran dan sound level meter. Pengukuran dilakukan pada 31 Juli 2018, pada siang hari saat keadaan bangunan kosong tanpa pengunjung dan tanpa kursi di area tengah. Observasi diawali dengan mengidentifikasi jenis material yang digunakan pada tiap elemen interior, dan dilanjutkan dengan pengukuran dimensi elemen tersebut menggunakan meteran. Setelah itu, pengukuran distribusi TTB dilakukan dengan menggunakan sound level meter untuk mengukur TTB di beberapa titik pengukuran yang telah ditentukan. Dari pengukuran waktu dengung, didapatkan nilai RT di Auditorium Samantha Krida sebesar 4,23 detik pada frekuensi bunyi 500 Hz, 2,30 detik pada frekuensi 1000 Hz, dan 1,78 detik pada frekuensi 2000 Hz. Nilai ini berada di luar rentang nilai RT standar yang disarankan yaitu 1,4 – 1,9 detik. Kondisi tersebut bertambah parah dengan digunakannya tirai untuk menutup area tribun. Dengan adanya tirai tersebut, nilai RT yang dihasilkan turun jauh menjadi 0,42 detik untuk 500 Hz, 0,34 detik untuk 1000 Hz, dan 0,31 detik untuk 2000 Hz. Sedangkan dari pengukuran distribusi tingkat tekanan bunyi, selisih nilai TTB terbesar dan terkecil mencapai 9,9 dB. Selisih nilai tersebut juga berada di luar kriteria, yaitu 6 dB. Dari hal tersebut, hasil pengukuran Auditorium Samantha Krida tidak ada yang memenuhi standar sehingga kualitas akustik bangunan ini dinilai kurang baik. Setelah mempertimbangkan kempat kriteria rekomendasi, didapatkan satu alternatif yang dijadikan sebagai rekomendasi utama. Alternatif tersebut adalah kombinasi penambahan lapisan karpet pada dinding di bagian belakang area tengah dengan panel diffuser pada plafon. Desain rekomendasi ini dinilai baik karena berhasil memenuhi tiga dari keempat poin kriteria. Dengan begitu, desain ini dinilai sebagai desain yang paling baik dalam meningkatkan kualitas akustik pada Auditorium Samantha Krida.

English Abstract

The Samantha Krida Auditorium is a multifunctional auditorium located inside Campus of University of Brawijaya. With a capacity of 3,400 people, this auditorium is the main building for accommodating various activities, such as graduation, seminars, conferences, music shows, exhibitions, and weddings. The importance of the role of buildings in the continuity of campus activities raises demands for buildings to function properly, one of them in the acoustic aspect. But the amount of use of hard material in the interior auditorium indicates the high value of reverberation time in the room. Meanwhile, the presence of stepped seatings blocked by structural columns also indicates the presence of sound shadow area, which is an acoustic defect. With the various indications of lack of attention to the quality of room acoustics, it is necessary to conduct research to improve the quality of the acoustics in the auditorium. This research is intended to improve the quality of room acoustics inside the Samantha Krida Auditorium in University of Brawijaya. For this reason, this study uses an evaluative quantitative approach. Then, to produce a design recommendation, analysis and synthesis were carried out using experimental method by digital simulation. The dependent variable in this study is reverberation time (RT, in seconds). Reverberation time is one of the objective parameters in space acoustics. This variable is the main parameter in this study, which is used as the basis for the assessment of acoustic quality on the research object. In addition, as additional data, also measured the sound pressure level distribution (TTB) in the room, which is also an objective parameter in space acoustics. Data collection is done by observation and direct field measurement using a length meter and sound level meter. Measurements and observation were held on 31 July 2018, at noon when the condition of the building was empty without visitors and without chairs in the center area. Observation begins by identifying the type of material used in each interior element, and continued with measuring the dimensions of the element using the meter. After that, the measurement of SPL distribution is carried out by using a sound level meter to measure the SPL at several predetermined measurement points. From the reverberation time measurement, the RT value in the Samantha Krida Auditorium was 4.23 seconds at 500 Hz sound frequency, 2.30 seconds at 1000 Hz and 1.78 seconds at 2000 Hz. This value is outside the criteria for RT value range of 1.4 - 1.9 seconds. This condition worsened with the use of curtains to cover the area of the stands. With the curtain, the RT value generated drops considerably to 0.42 seconds for 500 Hz, 0.34 seconds for 1000 Hz, and 0.31 seconds for 2000 Hz. From the measurement of sound pressure level distribution, the biggest and smallest TTB value difference reaches 9.9 dB. The difference in value is also bigger than the allowed value, which is 6 dB. With tha being said, the measurement results of the Samantha Krida Auditorium did not meet the standards so that the building's acoustic quality was considered to be poor. After considering the four recommendations criteria, one alternative was used as the main recommendation. The alternative is a combination of adding a carpet layer to the wall at the back of the middle area with a diffuser panel on the ceiling. The design of this recommendation is considered good because it successfully fulfills three of the four criteria points. That way, this design was considered as the best design in improving the acoustic quality of the Samantha Krida Auditorium.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2018/1096/051812089
Uncontrolled Keywords: Akustik ruang, auditorium, waktu dengung, Ecotect Analysis room acoustics, auditorium, reverberation time, Ecotect Analysis
Subjects: 700 The Arts > 725 Public structures > 725.8 Recreation buildings > 725.83 Auditoriums
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/163077
Text
Yonatan Andreas.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item