BKG

Harganto, Satrio (2018) Aplikasi Metode Potensial Diri Untuk Menduga Potensi Air Tanah Di Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Petani di wilayah Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung pada umumnya menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air irigasi bagi sawahnya di musim kemarau. Dalam menentukan titik pemboran untuk pembuatan sumur bor, para petani kerap mengalami kegagalan terkait keberadaan potensi air tanah. Hal ini karena di dalam menentukan titik pemboran para petani masih menggunakan cara tradisional yang mana cara tersebut tidak didasarkan atas pendekatan ilmiah. Sebelum dilakukan pemboran seharusnya perlu dilakukan investigasi untuk menduga letak potensi air tanah. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menduga keberadaan potensi air tanah dengan menggunakan metode potensial diri. Dalam penelitian ini, untuk keperluan penyelidikan di lapangan dirancang 4 buah lintasan, yaitu lintasan 1 (304 meter, 39 titik), lintasan 2 (451 meter, 58 titik), lintasan 3 (560 meter, 70 titik), dan lintasan 4 (299 meter, 39 titik) dengan jarak antara titik penyelidikan adalah 8 meter pada semua lintasan dan menggunakan konfigurasi basis tetap dalam proses pengambilan data. Kalibrasi alat bertujuan untuk memperoleh data yang akurat dengan menanam kedua elektroda pot berpori ke tanah dengan jarak yang relatif dekat (±10 cm) dan nilai beda potensial yang terukur harus ≤ 2 mV. Perhitungan nilai beda potensial terkoreksi dibagi menjadi dua tahap yaitu perhitungan nilai beda potensial sebagai fungsi waktu dan fungsi posisi. Penggambaran peta kontur isopotensial digunakan untuk mengetahui sebaran nilai beda potensial terkoreksi dengan menggunakan paket program komputer Surfer 12, dimana dengan peta tersebut dapat diketahui lokasi zona anomali di lokasi penelitian. Keberadaan kedalaman benda anomali dihitung dengan menggunakan metode bola dan metode lempeng miring yang selanjutnya hasil perhitungan parameter kedua metode tersebut dibandingkan dengan data litologi SDTA 616 dan sumur bor petani, dimana salah satu metode yang sesuai digunakan untuk merencanakan konstruksi sumur bor di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai beda potensial terkoreksi pada lintasan 1 (-2,80 mV sampai 2,06 mV), lintasan 2 (-6,36 mV sampai 6,10 mV), lintasan 3 (-0,74 sampai 8,48 mV) dan lintasan 4 (-1,68 mV sampai 10,26 mV) dengan nilai maksimum 10,26 mV, nilai minimum -6,36 mV, dan nilai rata-ratanya 2,14 mV. Berdasarkan peta kontur isopotensial yang telah dibuat dari nilai beda potensial terkoreksi dapat diinterpretasikan bahwa zona anomali potensial negatif ditemukan di kawasan Utara dan Timur pada lokasi penelitian dimana mengindikasikan kemungkinan terjadinya akumulasi potensi air tanah dari bagian Barat menuju ke Utara dan Timur. Hasil perhitungan kedalaman benda anomali yang diduga sebagai potensi air tanah yaitu, profil I [metode bola (h = 9,70 m), metode lempeng miring (h = 21,99 m, H = 26,22)], profil II [metode bola (h = 19,42 m), metode lempeng miring (h = 20,16 m, H = 25,21)], profil III [metode bola (h = - ), metode lempeng miring (h = 20,77 m, H = 25,06)], dan profil IV [metode bola (h = - ), metode lempeng miring (h = 21,05 m, H = 22,68)]. Hasil perbandingan dengan data litologi SDTA 616 dan sumur bor petani, metode lempeng miring lebih sesuai untuk digunakan pada lokasi penelitian. Berdasarkan metode yang dipilih, maka direncankan 4 alternatif konstruksi sumur bor.

English Abstract

Farmers in Karangrejo District, Tulungagung Regency generally need bored well to fulfill the needs of irrigation water for its field in dry season. When determining the drilling point to make bored well, farmers often facing failures related to the existence of groundwater. It happens because when determining the drilling point, farmers still use traditional ways in which those ways are not based on scientific approach. Before drilling, it should be predicting the location of potential groundwater. Therefore, this research is done with aims to predict the location of potential groundwater using self-potential method. In this research, 4 tracks are designed for investigation in the field, i.e. track 1 (309 meters, 39 points), track 2 (451 meters, 58 points), track 3 (560 meters, 70 points), and track 4 (299 meters, 39 points) with the distance between investigation point is 8 meters on all tracks and using fixed based configuration in data retrieval process. Tool calibration aims for gaining accurate data by planting both porous pot electrodes to the ground with a relatively close distance (±10 cm) and potential difference value that measured must be ≤ 2 mV. Measurement of corrected potential difference value is divided into two stages namely potential difference value measurement as time function and position function. Depiction of isopotential contour map is used to find out the distribution of corrected potential difference value using Surfer 12 computer program package, in which anomalous zone in the research location can be known using this map. The existence of anomalous depth of an object calculated by using sphere method and dipping plate method, which then the result of parameter measurement of both methods compared with lithology data of STDA 616 and farmer’s bored well, where one of the suitable methods is used to design the bored well construction in the research location. From the result of this research obtained the corrected potential difference value on track 1 (-2,80 mV to 2,06 mV), track 2 (-6,36 mV to 6,10 mV), track 3 (-0,74 to 8,48 mV) and track 4 (-1,68 mV to 10,26 mV) with maximum value 10,26 mV, minimum value -6,36 mV, and average value 2,14 mV. Based on isopotential contour map made from corrected potential difference value, can be interpreted that negative potential anomalous zone discovered in North and East region of the research location, which indicates the possibility of accumulated ground water potential from West to North and East. The result of anomalous object depth measurement suspected as groundwater potential is, profile I [sphere method (h = 9,70 m), dipping plate method (h = 21,99 m, H = 26,22)], profile II [sphere method (h = 19,42 m), dipping plate method (h = 20,16 m, H = 25,21)], profile III [sphere method (h = - ), dipping plate method (h = 20,77 m, H = 25,06)], and profile IV [sphere method (h = - ), dipping plate method (h = 21,05 m, H = 22,68)]. Comparison result using lithology data of SDTA 616 and farmer’s bored well, dipping plate method is more suitable to be used in the research location. Based on the chosen method, 4 alternatives of bored well construction are planned.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2018/584/051806919
Uncontrolled Keywords: air tanah, potensial diri, benda anomali groundwater, self-potential, anomalous object
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.49 Groundwater (Subsurface water)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/162888
Text
Satrio Harganto.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item