BKG

Torimtubun, Angelina Tutulenan (2018) Analisa Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Banyukuwung dengan Menggunakan HEC-RAS. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dam is a building in the form of landfill, rock bricks, concrete, and stone pairs built to hold and hold the water, it also can be built for withstand and hold waste water, or hold mud so that a reservoir is formed. The beside to obtain certain benefits, has a potential collapse which can cause large losses. According to research, the cause of homogeneous dam break is overtopping and piping. Dam break due to overtopping occurs because of the overflow water in the reservoir through the body of the dam. In the other hand, the collapse of the dam due to piping can not be ascertained by the initial collapse location due to scour caused by seepage occuring inside the dam’s body. Therefore, of the dam break it is necessary to analyze the collapse of the dam to know the disaster and affected areas caused by dam break. The purpose of this research is analyzing the alternative in the various scenario of the dam break using HEC-RAS program version 5.0.3 developed by Hydrolic Engineering Center. The program allows to perform simulations of flooding due to the dam break with the 2D model. In this study, it is conducted a simulation of the overtopping due to the dam break. In addition, to the overtopping the flood in the dam break due to the piping was also simulated. Banyukuwung Dam is a homogeneous dam built at 1996. The downstream of the Banyukuwung Dam is located in Rembang Bay (Java Sea). Banyukuwung Dam break may occur due to the overtopping and piping. Simulations conducted with program HEC-RAS 5.0.3, sugested that a collapse due to the overtopping is a cause of Banyukuwung Dam break showing the greatest impact with a condition of design floods of 0,5PMF, a peak discharge Qinflow 239,9 m³/sec and area puddle 1907,475 ha with high maximum inundation of 7,95 m. As a result of the Banyukuwung Dam break, there are 23 villages in the downstream of the Banyukuwung Dam are exposed to inundation with a number of population exposed to the risk is 17015 inhabitants. The distance of the Banyukuwung Dam to the downstream is only 9 km, it can be concluded that Banyukuwung Dam is classified as a dam with a danger level of 4 which means a very high danger level.

English Abstract

Bendungan merupakan bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, beton, dan/atau pasangan batu yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung air limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk. Pembangunan sebuah bendungan selain ditujukan untuk memperoleh manfaat tertentu juga menyimpan potensi keruntuhan yang dapat menyebabkan kerugian besar. Penyebab keruntuhan bendungan urugan seringkali disebabkan oleh overtopping dan juga piping. Keruntuhan bendungan akibat overtopping terjadi karena melimpahnya air pada waduk melalui tubuh bendungan, sedangkan keruntuhan bendungan akibat piping tidak bisa dipastikan awal mula lokasinya dikarenakan gerusan yang diakibatkan oleh rembesan terjadi di dalam tubuh bendungan. Maka perlu dilakukan studi analisa keruntuhan bendungan yang nantinya dapat diketahui bencana serta wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa dari alternatif keruntuhan bendungan dengan menggunakan program HEC-RAS versi 5.0.3 yang dikembangkan oleh Hydrolic Engineering Center dalam berbagai skenario keruntuhan bendungan. Dimana dalam program ini memungkinkan untuk melakukan simulasi banjir akibat keruntuhan bendungan dengan model 2D. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi keruntuhan bendungan akibat overtopping dengan memasukkan parameter rekahan tertentu guna mendapatkan sebaran genangan banjir yang terjadi. Selain akibat overtopping, banjir pada keruntuhan bendungan akibat piping juga disimulasikan. Bendungan Banyukuwung merupakan bendungan urugan homogen yang dibangun pada tahun 1996. Batas hilir dari Bendungan Banyukuwung berada di Teluk Rembang (Laut Jawa), dimana merupakan pemukiman padat penduduk dan merupakan pusat Kabupaten Rembang. Keruntuhan Bendungan Banyukuwung dapat disebabkan karena overtopping dan piping. Dari simulasi yang dilakukan, keruntuhan overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Banyukuwung yang menimbulkan dampak paling besar dengan banjir desain 0,5PMF dengan puncak debit QInflow sebesar 239,9 m³/det dan menghasilkan luas genangan sebesar 1907,475 ha dengan tinggi genangan maksimum sebesar 7,95 m. Akibat dari keruntuhan Bendungan Banyukuwung ini terdapat 23 desa di 4 kecamatan di bagian hilir Bendungan Banyukuwung yang terkena genangan. Terdapat 17015 jiwa penduduk terkena risiko akibat dari keruntuhan Bendungan Banyukuwung. Dengan jumlah penduduk terkena risiko tersebut dan jarak Bendungan Banyukuwung sampai hilir yang hanya sejauh 9 km, maka Bendungan Banyukuwung termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2018/1065/05181172
Uncontrolled Keywords: keruntuhan bendungan, bendungan banyukuwung, overtopping, piping, HEC-RAS dam break, Banyukuwung Dam, overtopping, piping, HEC-RAS
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.8 Dams and reservoirs > 627.802 85 Dams and reservoirs (Computer applications)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/162625
Text
Angelina Tutulenan Torimtubun.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item