BKG

Sukendah, Fitri (2018) Aplikasi Berbagai Sumber N Terhadap Total Bakteri Tanah Dan Produksi Bawang Merah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pemupukan ditujukan untuk menambahkan kembali unsur hara yang hilang selama masa tanam hingga masa panen. Unsur nitrogen merupakan unsur yang paling banyak dibutuhkan tanaman yang akan diserap dalam bentuk nitrat (NO3-) dan amonium (NH4+). Kebutuhan unsur N pada tanaman sebesar 70% dari total kebutuhan unsur hara. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksi bawang merah nasional mengalami peningkatan tahun 2016. Peningkatan tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan nasional. Kebutuhan unsur N tanaman bawang sangatlah tinggi. Pemupukan N yang tinggi mampu mematikan mikroba tanah dengan peningkatan pH tanah. Sehingga penelitian terkait hubungan antara aplikasi sumber N yang sesuai dengan tanaman bawang merah serta dampaknya terhadap populasi mikroba tanah perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu; 1) mengetahui dan mengevaluasi penggunaan berbagai sumber N terhadap produktivitas bawang merah; 2) mengetahui dampak aplikasi berbagai sumber N dengan dosis tertentu terhadap total populasi bakteri tanah. Penelitian dilakukan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu; di Laboratorium Biologi Tanah dan di Laboratorium Kimia Tanah, Jurusan Tanah, FP UB pada bulan Februari 2017 s/d Januari 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 Faktor yaitu Sumber N (amonium, nitrat, dan amonium nitrat) dan dosis (50%, 75% dan 100% dari total kebutuhan N tanaman bawang merah). Variabel pengamatan dibagi menjadi 2, 1) aspek agronomi yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, berat kering umbi, diameter umbi, tingkat kekerasan umbi dan hasil panen; 2) aspek tanah yaitu total mikroba tanah, pH tanah, kadar amonium dan kadar nitrat dalam tanah. Berdasarkan hasil uji ANOVA (P < 0,05%) pengaruh aplikasi berbagai sumber N berpengaruh nyata pada aspek agronomi, tinggi tanaman pada 6 MST, diameter umbi, tingkat kekerasan umbi, dan hasil panen. Kemudian pada aspek tanah aplikasi perlakuan tersebut mampu menunjukkan perngaruh nyata pada semua parameter dan terjadi interaksi antara faktor 1 dan 2. Perlakuan terbaik pada hasil produksi bawang merah yaitu sumber N amonium nitrat dengan dosis 100% dari total kebutuhan unsur N pada tanaman bawang. Untuk hasil terbaik pada parameter total mikroba tanah terjadi pada perlakuan sumber N amonium nitrat dengan dosis 75% dari kebutuhan N tanaman bawang merah. Hasil uji korelasi pada semua parameter menunjukkan bahwa antar parameter memiliki korelasi yang rendah. Korelasi tertinggi terjadi pada parameter berat kering umbi dan jumlah umbi per rumpun.

English Abstract

Fertilizing intended for refills the nutrient that lose during the growing planting period until the harvest period. Nitrogent is element that the most plant needed will be absorded in the shape of ammonium (NH4+) and nitrate (NO3-). Necessity Nitrogent of plant amount 70% of total needed of Nutrient. Shallot (Allium ascalonicum L.), is strategic commodity and have economic value. Production of National onion increasing in 2016. However, that increase still not suffice National needs. Necessity Nitrogent of shallot is too high. However, the high of fertilize nitrogent can disappear soil bacteria with increase of soil pH. So the research related regard between application of source N that suitable with onion plant and the impact of soil microba need to be done. The purpose of this research is; 1) knowing and evaluate the use source of N on the productivity of shallots; 2) knowing the impact of the application sources N at certain doses on the total population of soil bacteria. The research were conducted in the village of Tulungrejo, Bumiaji subdistrict, Batu City; in Laboratory of Soil Biology and in the Chemical Soil, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Brawijaya University, held in the February 2017 until Januari 2018. The research using group random design factorial with two factor, that is source N (ammonium, nitrate, and ammonium nitrate) and doses (50%, 75% and 100% of total N needed on shallot). Variable resource divided into two, 1) Agronomy aspect that is plant height, amount of leaves, amount of tillers, amount of clump roots, the dry weight of roots, roots diameter, roots hardness level and yields; 2) soil aspects are total soil microbes, soil pH, ammonium levels and nitrate levels in the soil. Based on the results of the ANOVA test (P < 0,05%) give influence of source N and decided impact at the height of the plant at six weeks after the plant, roots diameter, amount of roots hardness level, and yields. And then on the soil aspect, the treatment can showed real influence on all parameters and there’s interaction between factors 1 and 2. The best treatment in the production of onions is Source N ammonium nitrate with a dose of 100% from the total needed of Source N on an onion plant. For the best result on parameters total soil bacteria happens to the treatment of Source N ammonium nitrate with a dose of 75% from the total needed of Source N onion plant. Results of correlation test in all parameters, showing that the interface have low correlation. The highest correlation happened on the parameters of the dry weight of the roots and amount of roots per cluster.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/884/051811414
Uncontrolled Keywords: Produksi Bawang Merah
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.2 Edible tubers and bulbs > 635.25 Onions
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/161945
Text
FITRI SUKENDAH.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item