BKG

Wardoyo, Ega Fay Putro (2018) Pengaruh Pola Baris Dan Arah Penyinaran Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Hias Dan Tanaman Pakcoy Pada Vertikultur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Lahan pertanian saat ini semakin lama semakin sempit, dikarenakan beberapa faktor yaitu pertambahan penduduk yang pesat dan disertai dengan alih fungsi lahan pertanian. Sehingga kekurangan lahan itu sendiri membuat masalah tersendiri bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Menurut Noverita (2005), salah satu cara untuk mengatasi kekurangan lahan yang sempit adalah dengan cara berocok tanam secara vertikal atau dikenal dengan metoda “vertikultur”. Sistem vertikultur sangat cocok digunakan bagi petani atau masayarakat yang memiliki lahan sempit, vertikultur dapat diterapkan atau digunakan pada dinding – dinding bangunan bertingkat, perumahan padat penduduk yang tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam. Metode vertikultur mempunyai manfaat yang sama dengan metode urban farming yaitu bertujuan untuk pemanfaatan lahan sempit menjadi lahan yang bisa digunakan untuk bercocok tanam, memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy ( Belinda, 2017 ). Permintaan tanaman hias di Indonesia semakin meningkat, hal tersebut di dasari oleh keinginan kalangan masyarakat untuk memperindah lingkungan rumah sekitar rumah mereka. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai tanaman hias adalah tanaman cabai. Tanaman cabai tidak hanya berguna sebagai bumbu masak, atau kudapan dengan gorengan, akan tetapi pemanfaatannya sangat luas seiring dengan melebarnya pandangan di masa modern ini. Cabai memiliki berbagai ukuran, bentuk, warna dan terkenal dengan rasa pedasnya. Selain itu ada beberapa jenis cabai yang mempunyai nilai sebagai tanaman hias Djarwaningsih, (2005). Salah satunya adalah menurut Cayanti, (2006) cabai hias dapat dinikmati diberbagai sudut, seperti estetika daun, buahnya dan bunganya, cabai hias juga dapat diproduksi atau dikonsumsi. Menurut Cahya, (2015) permintaan tanaman hias di Indonesia semakin meningkat. Selain tanaman cabai hias, terdapat tanaman pakcoy yang memiliki umur pendek, ada beberapa jenis tanaman sawi yang saat ini cukup di gemari oleh banyak masyarakat antara lain sawi hijau, sawi putih dan pakcoy, Menurut Prasetyo (2010) tanaman pakchoy termasuk dalam tanaman yang berumur pendek dan memiliki gizi yang di perlukan tubuh, serta kandungan betakaroten pada tanaman pakchoy dapat mencegah penyakit katarak. Penanaman sistem tumpangsari diharapkan dapat lebih mengefisienkan lahan yang tidak luas namun memberikan hasil yang baik. Selain tumpang sari pengaruh pola baris juga diperlukan untuk keberhasilan tanaman agar tumbuh dengan baik. Sistem tumpangsari adalah penananaman dua tanaman atau lebih secara bersamaan pada lahan dan waktu yang sama (Chadrasekaran, Annadurai dan Somasundaran, 2010). Menurut Jumin (2002), tumpang sari ditujukkan untuk pemanfaatan lingkungan (hara, air, dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi yang maksimal. Tujuan dari penelitan untuk menentukan pola baris yang baik dan tepat dengan kombinasi arah penyinaran matahari terhadap pertumbuhan tanaman cabai hias dan tanaman pakcoy pada Vertical Garden. Sedangkan hipotesis dari penelitian ini adalah Jenis pola baris vertikal pada Vertikal Garden dan arah i9 penyinaran dari timur memberikan pertumbuhan tanaman cabai hias dan tanaman pakcoy yang baik, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 - Januari 2017 yang berlokasi didaerah Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Jawa Timur. Ketinggian tempat yang dimiliki yaitu ±560 mdpl, dengan suhu minimum 18,4oC dan suhu maksimum sebesar 32,7oC serta curah hujan 1600 mm/tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan pada faktor satu adalah pola baris P1 Vertikal, P2 Horizontal, P3 Diagonal dan pada faktor dua adalah arah penyinaran A1 Barat, A2 Timur, dan A3 Utara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan yang diberikan, jika terdapat hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada tanaman cabai hias maupun tanaman pakcoy. Pada parameter tinggi tanaman, luas daun, dan hasil panen. Nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman didapatkan pada perlakuan pola baris vertikal dengan penyinaran arah timur pada umur 42 hst untuk cabai hias (38,44 cm) dan untuk tanaman pakcoy (22,67 cm). Interaksi parameter luas daun didapatkan data terluas pada pengamatan 14 hst tanaman cabai hias perlakuan pola baris vertikal penyinaran arah barat (94,16 cm2), sedangkan tanaman pakcoy memiliki luas daun terluas pada umut 14 hst perlakuan pola baris vertikal dengan arah penyinaran arah timur (185,28 cm2). Berdasarkan analisi usaha tani yang dilakukan, perlakuan pola baris vertikal dengan arah penyinaran dari utara mendapatkan nilai R/C >1, dimana usaha tani dalam vertikultur dengan metode vertical garden layak untuk diterapkan dan dilanjutkan.

English Abstract

Lahan pertanian saat ini semakin lama semakin sempit, dikarenakan beberapa faktor yaitu pertambahan penduduk yang pesat dan disertai dengan alih fungsi lahan pertanian. Sehingga kekurangan lahan itu sendiri membuat masalah tersendiri bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Menurut Noverita (2005), salah satu cara untuk mengatasi kekurangan lahan yang sempit adalah dengan cara berocok tanam secara vertikal atau dikenal dengan metoda “vertikultur”. Sistem vertikultur sangat cocok digunakan bagi petani atau masayarakat yang memiliki lahan sempit, vertikultur dapat diterapkan atau digunakan pada dinding – dinding bangunan bertingkat, perumahan padat penduduk yang tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam. Metode vertikultur mempunyai manfaat yang sama dengan metode urban farming yaitu bertujuan untuk pemanfaatan lahan sempit menjadi lahan yang bisa digunakan untuk bercocok tanam, memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy ( Belinda, 2017 ). Permintaan tanaman hias di Indonesia semakin meningkat, hal tersebut di dasari oleh keinginan kalangan masyarakat untuk memperindah lingkungan rumah sekitar rumah mereka. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai tanaman hias adalah tanaman cabai. Tanaman cabai tidak hanya berguna sebagai bumbu masak, atau kudapan dengan gorengan, akan tetapi pemanfaatannya sangat luas seiring dengan melebarnya pandangan di masa modern ini. Cabai memiliki berbagai ukuran, bentuk, warna dan terkenal dengan rasa pedasnya. Selain itu ada beberapa jenis cabai yang mempunyai nilai sebagai tanaman hias Djarwaningsih, (2005). Salah satunya adalah menurut Cayanti, (2006) cabai hias dapat dinikmati diberbagai sudut, seperti estetika daun, buahnya dan bunganya, cabai hias juga dapat diproduksi atau dikonsumsi. Menurut Cahya, (2015) permintaan tanaman hias di Indonesia semakin meningkat. Selain tanaman cabai hias, terdapat tanaman pakcoy yang memiliki umur pendek, ada beberapa jenis tanaman sawi yang saat ini cukup di gemari oleh banyak masyarakat antara lain sawi hijau, sawi putih dan pakcoy, Menurut Prasetyo (2010) tanaman pakchoy termasuk dalam tanaman yang berumur pendek dan memiliki gizi yang di perlukan tubuh, serta kandungan betakaroten pada tanaman pakchoy dapat mencegah penyakit katarak. Penanaman sistem tumpangsari diharapkan dapat lebih mengefisienkan lahan yang tidak luas namun memberikan hasil yang baik. Selain tumpang sari pengaruh pola baris juga diperlukan untuk keberhasilan tanaman agar tumbuh dengan baik. Sistem tumpangsari adalah penananaman dua tanaman atau lebih secara bersamaan pada lahan dan waktu yang sama (Chadrasekaran, Annadurai dan Somasundaran, 2010). Menurut Jumin (2002), tumpang sari ditujukkan untuk pemanfaatan lingkungan (hara, air, dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi yang maksimal. Tujuan dari penelitan untuk menentukan pola baris yang baik dan tepat dengan kombinasi arah penyinaran matahari terhadap pertumbuhan tanaman cabai hias dan tanaman pakcoy pada Vertical Garden. Sedangkan hipotesis dari penelitian ini adalah Jenis pola baris vertikal pada Vertikal Garden dan arah i9 penyinaran dari timur memberikan pertumbuhan tanaman cabai hias dan tanaman pakcoy yang baik, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 - Januari 2017 yang berlokasi didaerah Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Jawa Timur. Ketinggian tempat yang dimiliki yaitu ±560 mdpl, dengan suhu minimum 18,4oC dan suhu maksimum sebesar 32,7oC serta curah hujan 1600 mm/tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan pada faktor satu adalah pola baris P1 Vertikal, P2 Horizontal, P3 Diagonal dan pada faktor dua adalah arah penyinaran A1 Barat, A2 Timur, dan A3 Utara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan yang diberikan, jika terdapat hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antar perlakuan pada tanaman cabai hias maupun tanaman pakcoy. Pada parameter tinggi tanaman, luas daun, dan hasil panen. Nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman didapatkan pada perlakuan pola baris vertikal dengan penyinaran arah timur pada umur 42 hst untuk cabai hias (38,44 cm) dan untuk tanaman pakcoy (22,67 cm). Interaksi parameter luas daun didapatkan data terluas pada pengamatan 14 hst tanaman cabai hias perlakuan pola baris vertikal penyinaran arah barat (94,16 cm2), sedangkan tanaman pakcoy memiliki luas daun terluas pada umut 14 hst perlakuan pola baris vertikal dengan arah penyinaran arah timur (185,28 cm2). Berdasarkan analisi usaha tani yang dilakukan, perlakuan pola baris vertikal dengan arah penyinaran dari utara mendapatkan nilai R/C >1, dimana usaha tani dalam vertikultur dengan metode vertical garden layak untuk diterapkan dan dilanjutkan.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/864/051811394
Uncontrolled Keywords: Metode Penanaman, Pola Baris, Arah Penyinaran, Cabai Hias, Pakcoy, Vertikultur
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/161887
Text
EGA FAY PUTRO WARDOYO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item