BKG

Ulfah, Maria (2018) Estimasi Cadangan Karbon Pada Berbagai Sistem Agroforestri Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (Khdtk) Ub. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kerusakan hutan melalui aktivitas deforestasi dan degradasi dapat berdampak negatif pada penurunan kemampuan hutan dalam menyerap karbon yang menyebabkan peningkatan konsentrasi CO2 di udara dan menimbulkan pemanasan global sebagai akibat efek gas rumah kaca (GRK). Konversi hutan menjadi lahan pertanian intensif dapat menyebabkan terbukanya siklus hara karena aktivitas pemanenan dan menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Menurunnya tingkat kesuburan tanah dapat berakibat pada menurunnya pertumbuhan tanaman. Salah satu strategi mengendalikan perubahan iklim yang terjadi adalah dengan “mitigasi” konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer dengan menggunakan sistem agroforestri. Pada awal tahun 2016, Universitas Brawijaya, malang memperoleh 554,74 ha lahan KHDTK dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) yang digunakan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan. Terdapatnya berbagai macam keanekaragan jenis tanaman yang ada pada kawasan UB Forest, maka perlu dilakukan penelitian mengenai potensi cadangan karbon yang mampu disimpan oleh tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Bulan September 2017 yang dilakukan di kawasan UB Forest yang terletak di 3 desa yaitu Desa Tawangargo, Desa Donowarih, dan Desa Ngenep kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penentuan plot penelitian dilakukan berdasarkan kriteria umur tanaman pinus dan mahoni. Plot penelitian dibedakan atas jenis tanaman (pinus+kopi; pinus+semusim; mahoni+kopi; mahoni+semusim) dan 1 plot dengan jenis tanaman pinus+kopi yang memiliki umur 15 tahun sebagai kontrol. Setiap penggunaan lahan diulang 3 kali sehingga total plot pengamatan yaitu 15 plot dengan luas 20 x 20 m (menjadi 20 mx 100 m apabila terdapat pohon berdiameter >30 cm). Pengukuran cadangan karbon dilakukan dengan mengacu pada metode RaCSA (Rapid Carbon Stock Apprasial). Variabel yang diukur adalah biomassa pohon, tumbuhan bawah (understorey), seresah, nekromasa, BI, pH, dan total C-organik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa cadangan karbon di berbagai macam SPL berbeda nyata dengan nilai cadangan karbon tertinggi terdapat pada sistem penggunaan lahan AFMS (411 Mg ha-1) sedangkan untuk niai cadangan karbon terendah terdapat pada system penggunaan lahan AFPKM, AFPKT, AFPS, dan AFMK dengan nilai sebesar 238 Mg ha-1. Biomassa pohon memberikan kontribusi C terbesar dibandingkan dengan komponen lainnya yakni nilai 145 Mg ha-1 – 313 Mg ha-1 atau 65%, sisanya adalah berasal dari understorey, seresah, akar dan nekromassa. Sedangkan untuk bahan organik tanah menyumbang karbon sekitar 65 Mg ha-1 – 101 Mg ha-1(atau sekitar 35%). Peningkatan populasi dan nilai LBD pohon (ukuran diameter pohon (DBH)>30 cm) cenderung diikuti dengan peningkatan total cadangan karbon di UB Forest. Keberadaan pohon besar (DBH>30cm) pada UB Forest berperan sangat penting untuk mempertahankan cadangan karbon lahan.

English Abstract

Deforestation and forest degradation lead to a negative impact on the declining of forest capability to store carbon. It can enhance the concentration of CO2 in the atmosphere and triger global warming as a result of greenhouse gas effect. Forest convertion into an intensive agricultural land use systems cause the cycle of nutrient opened due to harvesting activity. Gradually, it will followed by declining of soil fertility and plant growth. Agroforestry system broadly believe can mitigate the concentration of carbon dioxide through tree based land use systems. Education forest of Brawijaya University (554,74 ha) or UB Forest which is located in Malang District, majority was planted in agroforestry system that potentially sequest carbon and expect to have a high carbon . This research was carried out in August to December 2017 in UB forest which is located in 3 vilages, namely Tawangargo, Donowarih, and Ngenep vilage, Karangploso sub-district, Malang District. Plots were selected based on age of pine and mahogany. There was 5 land use systems (LUS) i.e. pine+coffee (AFPKM and AFPKT); pine+annual crops (AFPS); mahogany+coffee (AFMK); mahogany+annual crops (AFMS) and pine+coffee 15 years as plot control. We measured three repetition each land use systems totally 15 plots with size of 20m x 20m (plot will enlarge become 20m x 100m if big tree with diameter >30cm was found in the plot). Carbon stocks were measured using Rapid Carbon Stock Apprasial (RaCSA) methods. Tree biomass, understorey, litter, necromass, bulk density, pH, texture, and C-organic were measured each plots. The result showed that the total carbon stocks was significantly different among LUS. The highest carbon stock was found in AFMS (411 Mg ha-1), whereas the average of carbon stock in AFPKM, AFPKT, AFPS, and AFMK were 238 Mg ha-1. Tree biomass contribute mostly 65% from the total or 145 Mg ha-1 – 313 Mg ha-1 , the rest were composed by understorey, litter, root and necromass. Soil carbon stock in all plots ranged from 65 Mg ha-1 - 101 Mg ha-1 or 35% in average. Increase of tree population and basal area tend to followed by the increase of total stock carbon. The presence of big tree (DBH>30cm) was important to maintain carbon stock of the systems.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/356/051805723
Uncontrolled Keywords: Agroforestri Di Kawasan Hutan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 634 Orchards, fruits, forestry > 634.9 Forestry
600 Technology (Applied sciences) > 634 Orchards, fruits, forestry > 634.9 Forestry > 634.92 Forest management
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/161554
Text
MARIA ULFAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item