BKG

Panjaitan, Maruasas (2012) Model Pengembangan Infrastruktur Jalan di Provinsi Papua. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Studi ini secara umum bertujuan untuk mencari penjelasan mengenai kebijakan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua di masa mendatang. Adapun secara khusus tujuannya adalah menetapkan prioritas-prioritas pembangunan ruas jalan strategis di Provinsi Papua, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan investasi infrastruktur jalan dan memproyeksikan besarnya nilai investasi pembangunan jalan yang dibutuhkan di masa mendatang, serta menetapkan skema pembiayaan yang paling baik untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan ( financing gap ) pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua pada masa yang akan datang. Untuk mencapai semua tujuan tersebut digunakan seperangkat alat analisis yaitu AHP (Analytical Hierarchy Process), model ekonometrik panel data dan matrik tipologi sumber pembiayaan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua masih sangat kurang, tidak memadai dan menyebar tidak merata di setiap wilayah yang menyebabkan masih banyak terdapat daerah-daerah yang terbelakang, miskin dan terisolasi. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang tepat dan baik maka ancaman terjadinya konflik vertikal dan horisontal dalam masyarakat Papua akan semakin besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan gejolak disintegrasi bangsa yang lebih luas di masa mendatang. Untuk itu penanganan infrastruktur pembangunan jalan di Provinsi Papua harus melibatkan seluruh stakeholder , terpadu, koordinatif, bersinergi dan berkelanjutan baik dari sisi pembiayaan maupun program. Berdasarkan perbandingan kepentingan menggunakan metode AHP, model estimasi kebutuhan investasi jalan dan matriks tipologi diperoleh beberapa keputusan penting mengenai kebijakan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua untuk masa mendatang yaitu (1) pembangunan ruas jalan strategis di Provinsi Papua lebih diprioritaskan kepada tujuan untuk membuka keterisolasian wilayah dan mengurangi tingkat kemiskinan wilayah, (2) ruas jalan strategis Jayapura-Wamena-Mulia menjadi prioritas utama yang dipercepat penyelesaian pembangunannya yang disinergikan dengan pembangunan interkoneksi jalan kampung di sepanjang ruas jalan tersebut, (3) kebutuhan infrastruktur jalan di Provinsi Papua lebih besar dipengaruhi oleh perkembangan sektor pertanian dan pertambahan jumlah penduduk, (4) selama tahun 2010-2014 mendatang di perkirakan Provinsi Papua mengalami kekurangan pembiayaan ( financing gap ) pembangunan infrastruktur jalan rata-rata sebesar 1.90 triliun rupiah per tahun, dan (5) skema pembiayaan yang paling baik dilaksanakan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua adalah joint ventures yang dianggap lebih banyak mempunyai dampak positip dan sedikit memberi dampak negatif.

English Abstract

This study generally aims to clarify the policy of infrastructure, road development, in the province of Papua in the future. The particular aim is to set priorities for development of strategic roads in the province of Papua, to analyze the factors that influence the need for infrastructure road investment and to projectt the size of the investment value of road construction needed in the future, and to determine the best financing schemes to overcome financing gaps development of road infrastructure in the province of Papua in the future. To achieve all these goals, a set of analytical tools are used, they are AHP (Analytical Hierarchy Process), the panel data econometric model and typology matrix financing sources. Facts on the field shows that the development of road infrastructure in the province of Papua is still very poor, inadequate and unevenly spread in every region that causes many areas are still underdeveloped, poor and isolated. If this is allowed to drag on without the proper and good completion, the threat of vertical and horizontal conflict in Papua will the greater, which in turn could increase the broader volatility of national disintegration in the future. That is why, the handle of road infrastructure development in the province of Papua should involve all stakeholders, an integrated, coordinated, synergistic and sustainable both in terms of financial and programs. Based on the comparisons of interest using the method of AHP, the estimate model of road investment needs and typology matrix, obtaines several important decisions regarding the policy of road infrastructure development in the province of Papua for the future, they are: (1) the construction of strategic roads in the province of Papua as high priority. In the objective to open up isolated areas and reducing the regional poverty rates, (2) a strategic road of Jayapura-Wamena-Mulia is a top priority to accelerate the settlement construction which is synergized with the interconected construction of village roads along the road, (3) needs for road infrastructure in the province of Papua is more influenced by the developments of agriculture sector and population growth, (4) during the coming year 2010-2014, it is estimated that the Papua deficient financing (financing gap), in the development of road infrastructure by an average of 1.90 trillion rupiah per year, and (5) best implemented financing scheme to overcome the financing gap of road infrastructure development in the province of Papua is a joint venture that is considered to have more positive effects and less negative impact.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DES/625.7/PAN/m/061204546
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 625 Engineering of railroads and roads > 625.7 Roads
Divisions: S2 / S3 > Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/161055
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item