BKG

Suarta, IMade (2016) Peran pengelompokan molekul oleh ikatan hidrogen pada hydrous etanol terhadap kecepatan pembakaran. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Hydrous etanol adalah etanol dengan sedikit kadar air. Penggunaan hydrous etanol sebagai bahan bakar pengganti anhydrous etanol atau bahan bakar fosil sedang pesat dikembangkan. Hal ini dimotivasi oleh sifat hydrous etanol yang dapat diperbaharui, membutuhkan energi yang lebih rendah dari anhydrous etanol dalam proses pemurniannya dan bisa didapat dari berbagai jenis bahan makanan seperti jagung, tebu, ataupun selulosa Hydrous etanol terutama pada komposisi azeotropik mempunyai sifat yang unik yaitu memiliki temperatur penguapan (78,1oC) lebih rendah dari unsur penyusunnya yaitu etanol (78,8oC) dan air (100oC). Berdasarkan karakteristik uniknya ini para peneliti termotivasi untuk melekukan pengujian pada komposisi azeotropik. Pada tulisan ini struktur molekul hydrous etanol diungkap berdasarkan prinsip ikatan hidrogen. Dalam kasus sedikit air larut dalam etanol, molekul air dikelilingi oleh molekul etanol. Berdasarkan teori kelarutan dan ikatan hidrogen, komposisi azeotropik terjadi pada 95,1%v, pada komposisi ini hydrous etanol memilki struktur molekul terpendek dan lebih pendek dari molekul murninya. Pada komposisi 95,1%v struktur molekul hydrous etanol membentuk kelompok dengan air sebagai pusat kelompok yang berfungsi sebagai oksigenit pada proses pembakaran. Dengan metode pengujian eksperiment kecepatan pembakaran tertinggi terjadi pada komposisi 95,5%v hal ini disebabkan adanya tambahan 7,7% etanol bebas yang berfungsi meningkatkan nilai kalor. Penambahan 7,7%v etanol bebas ini tidak menggangu sifat azeotropiknya sehingga peningkatkan kecepatan pembakaran. Pada komposisi 95,5%v kecepatan pembakaran lebih tinggi dari anhydrous etanol pada campuran stoikiometri dan campuran kaya. Kecepatan pembakaran laminar hydrous ethanol menurun drastis setelah penambahan n-Heptane. Hal ini desebabkan terjadi perubahan komposisi kelompok azeotropik dalam bahan bakar. Kehadiran molekul n-heptane dalam bahan bakar hydrous etanol 95,5%v menaikkan nilai kalor tetapi mengganggu sifat azeotropik hydrous etanol. Kecepatan pembakaran anhydrous etanol menurun dengan penambahan n-heptane. Kecepatan pembakaran campuran menurun sebanding dengan penambahan komposisi n-heptane. Hal ini disebabkan rantai anhydrous etanol yang memiliki ikatan hidrogen menjadikan rantai panjang yang memiliki struktur hampir sama dengan rantai ikatan n-heptane

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/662.622/SUA/p/2016/061612450
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 662 Explosives of explosives, fuels, related products > 662.6 Fuels
Divisions: S2 / S3 > Doktor Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160661
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item