BKG

Yuliani, (2015) Kajian Senyawa Fenolik Dari Tumbuhan Asteraceae Pada Berbagai Ketinggian Habitat Sebagai Pengendali Spodoptera Litura Fab. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Efek yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida sintetis seperti resistensi hama, resurgensi hama, pencemaran lingkungan oleh residu/sisa bahan aktif pestisida yang beracun di dalam tanah, dan ikut dipengaruhinya organisme bukan sasaran, meningkatkan pengembangan biopestisida pada agroekosistem. Untuk mengatasi hama, selama ini petani berupaya membuat pestisida nabati berbahan baku tanaman yang ada di lingkungan sekitar, walaupun belum mampu mengatasi penurunan produksi (10-20 % per hektar). Senyawa metabolit sekunder yang berasal dari tumbuhan seperti flavonoid dan fenol digunakan sebagai pertahanan tumbuhan terhadap serangan hama, karena mempunyai mekanisme yang dapat menghambat proses fisiologi dan pertumbuhan serangga. Famili Asteraceae seperti halnya Pluchea indica (beluntas), Ageratum conyzoides (babadotan) dan Elephantopus scaber (tapak liman) diketahui mengandung bahan aktif seperti tanin, fenol, kumarin, flavonoid, dan minyak atsiri yang dapat mempengaruhi aktivitas biologis sehingga masyarakat menggunakan tanaman tersebut sebagai bahan obat tradisional dan pestisida nabati. Potensi metabolisme sekunder (produksi, persistensi dan efektivitas) dari suatu organisme sumber dan pengaruhnya terhadap organisme target memiliki keragaman yang secara umum disebabkan oleh faktor genetika maupun lingkungan yang saling berinteraksi dalam ekspresi metabolit sekunder. Keragaman potensi metabolit sekunder karena faktor lingkungan dapat terjadi pada keadaan perbedaan populasi, siklus hidup dan waktu tanam, tanah (struktur dan tekstur), iklim, geografi serta adanya cekaman biotik dan abiotik. Dalam proses budidaya, untuk mendapatkan senyawa metabolit sekunder yang efektif haruslah ditunjang dengan data habitat yang sesuai. Informasi tentang keragaman potensi metabolit sekunder merupakan bahan pertimbangan dalam budidaya tanaman untuk biopestisida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara ketinggian habitat (dataran rendah, sedang dan tinggi), faktor lingkungan (iklim dan tanah) dengan karakter morfologi dan kadar senyawa fenol pada tiga tanaman famili Asteraceae yaitu P. indica (beluntas), A. conyzoides (babadotan) dan E. scaber (tapak liman), menganalisis efektivitas biopestisida yang dikembangkan dari tiga tumbuhan Asteraceae, yang diperoleh dari ketinggian habitat yang berbeda, dalam mengendalikan Spodoptera litura melalui uji bioaktivitas (uji LC50 dan LC80), dan menentukan spesies tumbuhan beserta ketinggian habitatnya, yang akan dikembangkan sebagai biopestisida dari ketiga tumbuhan Asteraceae melalui uji bioaktivitas, dan kadar senyawa fenol yang paling optimal. Penelitian untuk mengetahui korelasi ketinggian terhadap morfologi dan kandungan senyawa fenol bersifat deskriptif kuantitatif, sementara uji bioaktivitas ekstrak tumbuhan terhadap Spodoptera litura bersifat eksperimen. Lokasi pengambilan sampel (daun tumbuhan, iklim dan tanah) di tiga daerah ketinggian yaitu daerah kota Bangkalan di Jl. Kapten Syafiri-Jl. Raya Ketengan (Kabupaten Bangkalan-Madura) untuk dataran rendah (28,3–31,72 m dpl), daerah Dlundung-Trawas (Kabupaten Mojokerto) untuk dataran sedang (727-937 m dpl) dan daerah Coban Talun - Bumiaji (Kabupaten Batu) untuk dataran tinggi (1303-1322 m dpl). Data habitat (ketinggian, iklim, tanah) dan morfologi tumbuhan dianalisis dengan analisis korelasi (Canonical Correlation Analysis), analisis vi cluster, ANOVA dengan SPSS for Windows release 21, dan analisis kanonik. Data senyawa fenolik dianalisis dengan ANOVA, data mortalitas S. litura dianalisis probit untuk penentuan LC 50 dan LC 80. Korelasi antara faktor ketinggian, iklim, tanah, morfologi dan senyawa tumbuhan dianalisis menggunakan analisis GSCA (Generalized Structure Component Analysis) dengan menggunakan software GeSCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian habitat dan faktor lingkungan (iklim dan tanah) berkorelasi dengan karakter morfologi ketiga tumbuhan Asteraceae. Tumbuhan A. conyzoides dan E. scaber yang tumbuh di dataran menengah relatif lebih tinggi (6,86- 53,8 cm) daripada yang tumbuh di dataran tinggi (3,66 – 36,94 cm ) dan rendah (4,89 – 20,88 cm), kecuali P. indica yang tumbuh di habitat dataran tinggi, tumbuhannya lebih tinggi (203 cm) dibandingkan kedua habitat lainnya, sedangkan luas daun dari ketiga tumbuhan Asteraceae menunjukkan bahwa di dataran rendah, daunnya lebih luas (9,69 – 32,23 cm) dibandingkan dengan dataran menengah (6,96 – 13,75 cm) dan dataran tinggi (3,55 – 12,92 cm). Ketinggian habitat dan faktor lingkungan berkorelasi dengan kadar senyawa fenolik (fenol dan flavonoid). Dari ketiga tumbuhan Asteraceae (P. indica, E. scaber dan A. conyzoides) yang mempunyai kadar senyawa fenol terbesar adalah tumbuhan tapak liman (E. scaber) yang dibudidayakan di dataran menengah (Trawas) dengan kadar fenol sebesar 1,86±0,05 mg/mL dan kadar flavonoid 3,40±0,06 mg/mL. Terdapat korelasi ketinggian habitat, faktor lingkungan, dan morfologi tumbuhan dengan kadar senyawa fenolik pada tiga tumbuhan Asteraceae yaitu P. indica, A. conyzoides, dan E. scaber. Biopestisida yang dikembangkan dari ketiga tumbuhan Asteraceae menunjukkan, kalau tumbuhan E. scaber dari dataran menengah, dapat mengakibatkan mortalitas Spodoptera litura 81,19 – 96 % pada konsentrasi 6 - 12 %. Jenis tumbuhan Asteraceae yang paling berpotensi sebagai biopestisida adalah tumbuhan E. scaber (tapak liman) yang dibudidayakan di daerah dataran menengah (Trawas), dengan LC50 2,88 % dan LC80 6,64 %. Key words: Senyawa fenolik, Asteraceae, Ketinggian habitat, Biopestisida, Spodoptera litura

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/547.632/ YUL/k/2015/061506968
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 547 Organic chemistry > 547.6 Aromatic compounds
Divisions: S2 / S3 > Doktor Biologi, Fakultas MIPA
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160490
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item