BKG

Wahyuni, Atik (2015) Model Pilihan Moda Angkutan Umum Khusus Perempuan. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pengguna jasa transportasi angkutan umum saat ini di beberapa kota metropolis di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya, dimana untuk penumpang bis kota di Jakarta, khususnya busway, proporsi penumpang perempuan sebesar 55 %, sementara proporsi penumpang laki-laki sebesar 45 %. Dengan demikian jasa angkutan Busway lebih banyak digunakan oleh para penumpang perempuan. Hal ini bisa disebabkan, mungkin karena perempuan lebih senang memanfaatkan fasilitas umum berupa angkutan umum Busway sebagai angkutan menuju tempat kerja ataupun tempat yang dituju lainnya. Sementara laki-laki lebih memilih menggunakan kendaraan pribadinya seperti mobil, motor, ataupun sepeda (Murdiono, 2006). Penumpang perempuan banyak mendominasi angkutan umum tidak hanya terjadi di Indonesia, berdasarkan data world bank di afrika selatan sebanyak 29% perempuan yang bekerja menggunakan angkutan umum dan 21% laki-laki yang menggunakan angkutan umum (Duchène,2011). di Pune-India, perempuan pengguna angkutan umum sebesar 50% dan laki-laki 35%, di Dhaka-Bangladesh perempuan pengguna angkutan umum sebesar 52 % dan laki-laki 38%, di Ashgabat-Turkmenistan perempuan pengguna angkutan umum sebesar 58% dan laki-laki 50% dan di Lima-Peru perempuan pengguna angkutan umum 95% dan laki-laki 85% (Peters, 2001). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui karakteristik perempuan pengguna moda angkutan umum. 2) Mengetahui atribut pemilihan moda yang mempengaruhi perempuan dalam memilih moda angkutan umum. 3) Mengetahui model pilihan angkutan umum khusus perempuan yang sesuai dengan kondisi saat ini. 4) Membuat rekomendasi kebijakan angkutan umum yang sesuai dengan kebutuhan perempuan. Lokasi yang dipilih utamanya adalah kawasan perguruan tinggi dan kawasan industri yang menimbulkan tarikan perjalanan yang cukup besar. Lokasi penelitian di lakukan di Kota Malang dan Yogyakarta untuk mewakili kota pelajar serta mayoritas penduduk muslim, dan Batam mewakili kota industri dengan penduduk muslim yang berimbang dengan non muslim. Metode yang digunakan adalah IPA ( importance performance analysis ), SEM (Strucural Equation Model , SP (Stated Preference) dan AHP (Analitic Hieracy Process . Dari hasil analisa didapatkan atribut/variabel yang memerlukan prioritas peningkatan pelayanan adalah lampu isyarat tanda bahaya, SOP penanganan kendaraan, kelaikan kendaraan, peralatan keselamatan, fasilitas kebersihan di halte, fasilitas kebersihan di dalam angkutan, kursi khusus lansia, ibu hamil dan anak-anak, kemiringan lantai dan tekstur, ketersediaan/integrasi antar trayek dan sistem pembayaran. Variabel yang paling berpengaruh adalah variabel keterjangkauan dengan indikator kemudahan perpindahan, ketersediaan antar trayek, tariff dan keteraturan dengan indikator Waktu tunggu, Kecepatan perjalanan, Waktu berhenti di halte, Informasi halte yang akan dilewati, Ketepatan jadwal kedatangan, ketepatan jadwal keberangkatan, Informasi gangguan perjalanan, dan sistem pembayaran. model yang dihasilkan dari perubahan atribut dipilih model atribut berdasarkan selisih biaya perjalanan dengan penambahan fasilitas tempat duduk khusus ibu hamil, anak-anak dan lansia dengan persamaan, UAUP– UAU = 3,3745 - 0,0001 . ΔX3, dimana persamaan ini yang mendekati ketepatan model.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/388.4/WAH/m/2015/061503350
Subjects: 300 Social sciences > 388 Transportation > 388.4 Local transportation
Divisions: S2 / S3 > Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/160486
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item