BKG

Nastiti, NormaEkaSari (2014) Analisis Pengembangan Produk Jajanan Khas Nganjuk “Dumbleg” sebagai Upaya Peningkatan Citra Produk. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Makanan dan jajanan khas merupakan jenis makanan dan jajanan yang menjadi identitas yang dimiliki oleh suatu daerah. Ciri dan karakter yang membedakan antara daerah yang satu dengan yang lainya dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, sosial, dan budaya. Makanan dan jajanan yang ada pada daerah Nganjuk juga memiliki rasa yang tidak jauh dengan rasa manis, tidak terlalu pedas dan gurih. Salah satu contoh jajanan khas dari daerah Nganjuk adalah Dumbleg. Seiring perkembangan zaman, jajanan khas Nganjuk ini semakin kurang dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi tahun 2008 jumlah pembuat Dumbleg berkurang dari 11 unit usaha kecil menjadi tinggal 5 unit usaha kecil berpusat di daerah Nggondang Kab.Nganjuk pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan semakin berkurangnya pembuat “Dumbleg” sehingga produknya semakin sedikit dipasaran. Hal ini dikarenakan produk tidak tahan lama (awet) serta produk kurang menarik. Disinilah peran pengembangan dibutuhkan. Pengembangan produk berfungsi untuk mengatasi kejenuhan pasar tanpa harus melahirkan produk yang baru, pengembangan produk bisa dilakukan perbaikan proses atau perbaikan kemasan dan yang lainya. Pengembangan produk yang akan dilakukan pada jajanan khas Nganjuk “Dumbleg” ini adalah dengan merubah teknik pengolahan dari jajanan ini agar dapat bertahan lebih lama. Teknik pengolahan tersebut akan disesuaikan dengan HACCP dan hygiene sanitation pengolahan makanan yang benar sehingga produk berkualitas baik, aman dan awet tanpa adanya bahan pengawet. Pada hasil penelitian, hasil identifikasi kebutuhan konsumen, konsumen lebih mementingkan kualitas produk dan nilai estetika. Perbaikan proses produksi untuk meningkatkan kualitas produk dilakukan dengan cara menerapkan prinsip higiene sanitation dan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) karena HACCP dapat digunakan sebagai alat kendali kualitas produk. Peningkatan kualitas dengan penerapan HACCP dan hygiene sanitation dapat meningkatkan kualitas produk dan umur simpan hingga 11 hari yang sebelumnya produk dumbleg hanya dapat bertahan maksimal 3 hari saja dengan proses sebelumnya. Penyempurnaan produk dilakukan dengan cara memeperbaiki nilai estetika produk yaitu memperbaiki ukuran, cara pengemasan dan pemberian label dan merek dagang membuat dumbleg menjadi terkesan lebih menarik perhatian konsumen dan mudah dikenali. Sehingga citra dari produk dumbleg seiring dengan perkembangan waktu dapat meningkat sebanding dengan peningkatan kualitas yang dimiliki oleh produk tersebut.

English Abstract

Food and special snack are kind of meal and snack which become identity of a region. Trait and character that distinguish among region are caused by factor of environment, social and culture. Food and snack in Nganjuk also have a taste that does away with sugary flavor, not too spicy and savory. example of special snack from Nganjuk is Dumbleg. Along with time, this special snack from Nganjuk is less known by public. Based on data from Department of Industry, Trade and Cooperation in 2008 total of Dumbleg`s maker was reduced from 11 units to 5 units of small business that centered in Nggondang, district of Nganjuk in 2011. This case is caused by reducing of Dumbleg`s maker so production is getting less in market. n it also caused by product which is not durable and less interesting. Here role of development is needed. Product development has a function to solve market saturation without creating new product and it can be done by restoration of process or improvement of packaging and etc. Product development that will be conducted on special snack from Nganjuk “Dumbleg” is transforming processing technique so that able to survive longer. processing technique will be adapted by HACCP and hygient sanitation so product has good quality, save and lasting without preservative. In result of study, result of identification on consumer necessity, consumer is more concerned with quality of product and aes tic value. enhancement of production process to increase quality of product is performed by implementing principle of higient sanitasi dan applying Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) because HACCP can be conducted as instrument of control on product quality. increasing of quality by applying HACCP and hygient sanitation able to improve quality of product and shelf life up to 11 days where dumbleg only survives in maximum for 3 days with process before. consummation of product is done by repairing aes tic value of product that is repairing size, way of packaging and labeling and giving a trademark make dumbleg seem more exciting and easily recognizable by consumer. As a result image of dumbleg can be increased in proportion to increasing of quality that is owned by product.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/641.592/NAS/a/041406861
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.5 Cooking
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/159116
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item