BKG

Puteriana, ShintyaAgustien (2016) Kajian Sistem Pemberian Air Irigasi Metode Konvensional dan Metode SRI (System of Rice Intensification) Pada Daerah Irigasi Pakis Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Daerah Irigasi (D.I) Pakis merupakan salah satu Daerah Irigasi yang terletak di Kecamatan Pakis, dengan luas area baku sawah sebesar 721 Ha. Permasalahan yang ada pada Daerah Irigasi (D.I) Pakis adalah pola tanam Padi+Palawija+Tebu – Padi+Palawija+Tebu – Padi+Palawija+ Tebu membutuhkan pelayanan pembagian air irigasi yang tepat baik dalam segi waktu maupun jumlah untuk menghasilkan produksi tanam yang optimal, kecenderungan petani setempat yang berpedoman pada teknik konvensional pemberian air irigasi pada budidaya tanaman padi dan beberapa petani di Desa Sekarpuro, Desa Ampeldento dan Desa Saptorenggo pernah mendapatkan penyuluhan serta telah menerapkan budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) yang dilaksanakan oleh dinas terkait. Tetapi berdasarkan informasi yang didapatkan dari ketua kelompok tani desa bersangkutan bahwa sebagian besar petani yang awalnya telah menerapkan budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) kembali menerapkan budidaya padi metode Konvensional. Tahap awal dalam studi ini adalah mengevaluasi kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi (D.I) Pakis berdasarkan data eksisting mulai dari tahun 2004 sampai tahun 2014. Dari hasil evaluasi tersebut kemudian disusun rencana pola tanam guna meningkatkan intensitas tanam dengan membandingkan tiga metode alternatif, yaitu metode konvensional, metode SRI (System of Rice Intensification) dan metode gabungan guna mengetahui tingkat penghematan kebutuhan air. Selanjutnya dilakukan analisa kuesioner terkait respon petani serta faktor penghambat terhadap penerapan budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) pada lokasi studi. Dari hasil evaluasi pada kondisi eksisting besarnya intensitas tanam total 279,31 % yaitu dengan rincian padi sebesar 244,60 %, palawija sebesar 29,55 % dan tebu sebesar 5,16 % dengan pembagian air secara terus menerus. Kondisi neraca air yaitu perbandingan antara kebutuhan air dengan QEksisting terdapat giliran tersier sebanyak 9 (sembilan) kali periode sedangkan jika dibandingkan dengan QAndalan terdapat giliran tersier sebanyak 6 (enam) kali periode. Berdasarkan rencana tata tanam dilakukan peningkatan intensitas tanam sebesar 300 %. Dimana tingkat prosentase penghematan kebutuhan air irigasi sesuai rencana tata tanam dengan menggunakan sistem pemberian air metode SRI (System of Rice Intensification) terhadap metode konvensional adalah sebesar 88,65 %. Walaupun budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification) ini memiliki tingkat penghematan yang cukup tinggi, responden tidak setuju terhadap penerapan budidaya padi Metode SRI (System of Rice Intensification) pada Daerah Irigasi (D.I) Pakis yaitu dengan prosentase sebesar 68,63 %. Faktor penghambat terhadap penerapan budidaya padi Metode SRI (System of Rice Intensification) terdiri dari faktor teknis, faktor sosial dan faktor ekonomi

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/631.587/PUT/k/2016/041611215
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158911
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item