BKG

Rachman, RizkaAditya (2014) Studi Pengendalian Genangan Air Dengan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Di wilayah Kabupaten Malang, terdapat beberapa titik yang rawan genangan banjir. Salah satu daerah/kawasan banjir yang setiap tahun terjadi adalah kawasan Kecamatan Kepanjen. Untuk mengatasi genangan yang terjadi di kawasan tersebut dibutuhkan evaluasi jaringan drainase yang mengacu pada konsep sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Konsep dasar pengembangan drainase berkelanjutan ini adalah meningkatkan daya guna air, meminimalkan kerugian, serta memperbaiki dan konservasi lingkungan. Sistem drainasi yang ada di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang pada saat ini umumnya masih menggunakan sistem drainasi konvensional, artinya air hujan dan air limbah penduduk ditampung oleh saluran drainasi yang selanjutnya dibuang ke sungai. Untuk mengatasi masalah genangan, digunakan bebearapa alternatif dengan metode dranasi berwawasan lingkungan pada daerah lokasi studi dan juga mengadakan perbaikan saluran drainasi dengan cara mengubah dimensi saluran drainasi dan merencanakan sistem drainasi yang dapat menampung debit air hujan. Dari hasil studi menunjukkan besaran debit rata-rata pada tiap saluran sebesar adalah 0.2673 m3/dt. Terdapat 32 titik lokasi saluran yang tidak mampu menampung debit sehingga diperlukan adanya rehabilitasi saluran. Perencanaan untuk system drainase berwawasan lingkungan adalah dengan menggunakan Sumur Resapan sesaui dengan SNI: 03-2453- 2002 dengan tingkat keberhasilan sumur resapan sebesar 40.902 % dengan kemampuan peresapan air 1.4823 m3 dan waktu untuk peresapan sebesar 1.201 jam. Sehingga dibutuhkan 178 unit sumur resapan untuk menanggulangi genangan yang terjadi di lokasi tersebut.

English Abstract

In district of Malang , re are a few spots identified floodwaters . One of areas regions that flooding occurs every year is District Kepanjen region . To cope with inundation that occurred in region needed drainage network evaluation refers to concapt of sustainable urban drainage systems and environmentally. basic concept is development of a sustainable drainage to improve water , minimize losses , as well as repair and conservation of environment . Existing drainage system in district of Malang Regency Kepanjen today still use conventional drainage system , meaning that rain water and waste water drainage channel population is accommodated by subsequently discharged into river . To overcome problem of inundation , used a few drainage alternative environmentally sound method in region where study was also carried out repairs and drainage channels by altering dimensions of drainage channels and drainage system plan that can accommodate rain water discharge . From results of study showed average amount of discharge on each channel for is 0.2673 m3/dt. re are 32 locations of channels that are not able to accommodate discharge so that it is necessary to channel rehabilitation. Planning for environmentally sound drainage system is to use sesaui Infiltration wells with SNI: 03-2453-2002 with a success rate of 40,902% recharge wells with 1.4823 m3 water absorption ability and time for permeation of 1,201 hours. So it takes 178 units of recharge wells to cope with inundation that occurred at that location

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/625.734/RAC/s/041400822
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 625 Engineering of railroads and roads > 625.7 Roads
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknik Pengairan, Fakultas Teknik
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158781
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item