BKG

Cahyono, DwiAdi (2013) Kajian Penataan Saluran Drainase Berdasarkan Rencana Tata Guna Lahan Kota Kepanjen Kabupaten Malang,. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kota Kepanjen merupakan ibu kota kabupaten Malang yang perkembangannya sangat pesat seiring dengan kebutuhan perkotaan yang memaksa penggunaan lahan yang sangat besar, sehingga memerlukan suatu penanganan yang khusus untuk sistem drainasenya agar banjir yang terjadi dapat dikendalikan dengan memanfaatkan ruang yang ada. Perencanaan tata ruang kota yang memposisikan seluruh kota Kepanjen menjadi daerah p ermukiman, perdagangan dan perkantoran akan menambah masalah banjir dimasa yang akan datang. Perhitungan debit rencana pada studi ini memakai minimal kala ulang 10 tahun atau lebih agar perecanaan dapat mendekati permasalahan yang terjadi, dari data tata guna lahan didapatkan besarnya debit untuk tahun 2029 sebesar 40,191 m3/detik ≈ 40,2 m3/detik. Dari hasil perhitungan terhadap kondisi eksisting saluran, saluran eksisting tidak mampu menahan beban drainase sehingga penataan saluran diperlukan guna memaksimalkan kebutuhan kapasitas saluran untuk tahun rencana. Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dilokasi studi dilakukan dengan cara normalisasi saluran sepanjang 8. 657 m = 8, 66 km, membuat saluran baru sepanjang 18. 824 m = 18, 82 km, pengurangan beban (pengurangan Q) sepanjang 615 m = 0, 62 km, perencanaan saluran ganda sepanjang 15.85 m = 15, 85 km, sehingga dapat mereduksi 100% volume banjir pada masing-masing saluran untuk rencana tahun 2029.

English Abstract

Kepanjen is capital city of Malang regency which grows rapidly along with requirements of city that influence urban land use very vastly, so need some special handling for a drainage system inorder to control flood by utilizing existing space. Urban spatial planning that puts all Kepanjen city into residential areas, commercial and office buildings will contribute to flooding problems in future. Calculation of discharge plans in this study uses minimal time of 10 years or more in order to approach planning issues involved. From data use of land tat find discharge from year 2029 along 40,191 m3/discharge ≈ 40,2 m3/discharge. From calculation risult of exsisting channel contion. exsisting channel unable hold back drainage load so structuring channel need maximall capacity channel for next year. To resolve issues raised in study site was done by normalization channel along 8. 657 m = 8, 66 km, create a new channel along 18. 824 m = 18, 82 km, load reduction (reduction Q) along 615 m = 0, 62 km, dual channel planning along 15.85 m = 15, 85 km, so 100% can reduce flood volume on each channel for year 2029

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/625.734/CAH/k/041401577
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 625 Engineering of railroads and roads > 625.7 Roads
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknik Pengairan, Fakultas Teknik
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158779
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item