BKG

Junaedi, (2016) Shock Index (Si) Dan Mean Arterial Pressure (Map) Sebagai Prediktor Kematian Pada Pasien Syok Hipovolemik Di Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kondisi hipovolemik adalah penyebab tersering dari keadaan syok dibandingkan dengan sebab yang lain akibat suatu trauma/ non trauma yang menyebabkan kehilangan sejumlah besar darah atau cairan tubuh. World Health Organization (WHO) tahun 2008 melaporkan bahwa kematian di Amerika Serikat yang diakibatkan syok akibat perdarahan tidak terkontrol pada trauma terjadi pada sekitar 9% dari total kematian di dunia (663.000 orang) dan di Eropa tercatat 6,9%, sedangkan kematian akibat syok di negara berkembang terjadi pada sekitar 50% dalam waktu 24 jam pertama setelah tanda -tanda syok timbul. Kegagalan penatalaksanaan pada pasien dengan syok hipovolemik memberikan efek negatif, termasuk kegagalan fungsi organ dan kematian, sehingga identifikasi tanda-tanda syok mutlak diketahui, diantaranya adalah penggunaan parameter non invasif dengan cara monitoring Mean Arterial Pressure (MAP) dan Shock Index (SI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran SI dan MAP sebagai prediktor kematian pada pasien dengan syok hipovolemik di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode yang digunakan adalah observasional analisis dengan pendekatan kohort retrospektif terhadap data pasien syok hipovolemik yang datang ke IGD pada tanggal 01 Januari 2015 – 30 April 2016 yang tercatat pada rekam medik. Berdasarkan consecutive sampling dan formula slovin didapatkan data sampel sebanyak 69 pasien. Data tanda-tanda vital pasien yang didapatkan dari hasil pencatatan bedsite monitor merk Siare Neptune® buatan Bologna Italia yang telah diuji coba penggunaannya. Analisa difokuskan pada pasien yang mengalami kematian dalam 48 jam pertama. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 29 data pasien, data SI dan MAP dicatat untuk dianalisa terhadap prediktor kematian 24 jam dan ≥24 - 48 jam. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan MAP 60 berpengaruh terhadap kematian pasien 24 jam (Resiko Relatif (RR) 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) dan memiliki nilai RR lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kematian ≥24 - 48 jam (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020). Area di bawah kurva (AUC) menunjukkan MAP 24 jam dengan nilai antara 0,555 – 0,939 (p = 0,043, AUC = 74,7%) memiliki nilai sensitivitas 61,9%, spesifisitas 87,5%, nilai prediksi positif 92,6, nilai prediksi negatif 46,7 lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kematian ≥24 - 48 jam (sensitivitas 38,1% dan spesifisitas 12,5%). Kesimpulan dari penelitian ini MAP 60 memiliki prediksi lebih kuat terhadap kematian pasien syok hipovolemik 24 jam yang masuk ke IGD dibandingkan SI 0,9 ix yang tidak berhubungan secara signifikan terhadap prediktor kematian. MAP merupakan parameter yang cepat, akurat dan mudah digunakan. Permasalahan yang dihadapi terkait dengan keterbatasan dalam penelitian berupa tidak diketahuinya data kondisi prehospital pada pasien syok hipovolemik yang datang di IGD, tidak dilakukan penelitian mendalam tentang penyakit penyerta yang diderita pasien sebelumnya, kemungkinan dapat terjadi kesalahan pada saat pemindahan data yang berasal dari bedsite monitor oleh dokter atau perawat karena masih dilakukan secara manual, pengukuran tanda-tanda vital hanya dilakukan satu kali saat pertama didiagnosa syok hipovolemik, sehingga perkembangan saat resusitasi tidak diketahui.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/617.21/JUN/s/2016/041611271
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 617 Surgery, regional medicine, dentistry, ophthalmology, otology, audiology > 617.2 Results of injuries and wounds
Divisions: S2 / S3 > Magister Keperawatan, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158500
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item