BKG

Mustriwi, (2015) Studi Fenomenologi Pengalaman Tentara Yang Mengalami Cedera Panas Pada Kegiatan Militer Di Malang. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Lomba peleton beranting (tonting), cross country (CC), lomba peleton tangkas (tontangkas) merupakan kegiatan militer yang memerlukan kebugaran fisik yang bagus dan terlatih. Selain bertujuan memperkokoh rasa cinta terhadap tanah air, kegiatan tersebut juga bertujuan memelihara kebugaran fisik para tentara. Kegiatan tersebut dilaksanakan dibawah lingkungan yang panas, medan yang sulit, dan beban yang cukup berat sehingga berpotensi terjadi cedera panas. Dari tahun ke tahun kejadian cedera panas pada tentara dalam melaksanakan kegiatan militer pasti ada. Penelitian dan publikasi cedera panas pada tentara di Indonesia sangat minim. Terjadinya cedera panas pada kegiatan militer menuntut Kesatuan baik Komandan maupun pelaku (tentara) melakukan evaluasi dan melakukan persiapan diri sebaik mungkin. Begitu juga bagi tim kesehatan harus mempersiapkan personil dan sarana prasarana dalam rangka memberikan dukungan kesehatan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif, yang dilaksanakan di Batalyon “X” di Kota Malang. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2015 dengan partisipan sebanyak 5 orang yang didapatkan dengan snowball sampling. Instrumen yang digunakan adalah wawancara mendalam semi terstruktur yang dilaksanakan antara 30-60 menit setiap kali wawancara. Analisa data dilakukan dengan metode Van Manen untuk mendapatkan esensi dari pengalaman tentara yang mengalami cedera panas pada kegiatan militer. Hasil penelitian didapatkan 7 (tujuh) tema yaitu yaitu beban pembinaan fisik yang berlebihan, pola kebutuhan fisiologis yang tidak terpenuhi, dilematis latihan persiapan, gangguan kesehatan tidak teridentifikasi, motivasi tinggi untuk bisa IB (Ijin Bermalam), ) kondisi fisik dan psikis yang tidak nyaman, dan upaya pencegahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban fisik yang berlebihan pada siang hari, kebugaran fisik yang tidak bagus, dan kondisi demam, kurang tidur, serta motivasi yang tinggi bisa menyebabkan tentara mengalami cedera panas. Makna dari penelitian ini adalah minimnya peralatan Print to PDF without this message by purchasing novaPDF (http://www.novapdf.com/) pencegahan cedera panas dan kultur tentara yang memiliki integritas, loyalitas dan esprit de corps yang tinggi mampu menepis dan mengalahkan batas kemampuan fisiologis yang dimiliki tentara, meskipun hal ini bisa membahayakan bagi kesehatan dan keselamatannya. Keterbatasan penelitian ini adalah partisipan yang berstatus sebagai tentara penampungan dan yang berkeluarga mempunyai aktifitas yang berbeda, jumlah keduanya dalam penelitian ini kurang proporsional. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa cedera panas tidak hanya terjadi di luar batalyon tetapi pembinaan fisik sebagai pelaksanaan tugas pokok batalyon dan upaya pencegahan juga bisa menimbulkan cedera panas. Perlunya monitoring dan evaluasi batalyon terhadap pemenuhan kebutuhan dasar tentara terutama pada masa persiapan dan menjelang pelaksanaan kegiatan serta pengawasan pelaksanaan orientasi penampungan. Cedera panas tidak hanya dipengaruhi oleh kebugaran fisik, kualitas dan kuantitas intake makan serta tidur, namun motivasi yang tinggi juga perlu dikendalikan. Bagi batalyon diharapkan memperhatikan keseimbangan antara intake nutrisi dan kegiatan, demikian juga kebutuhan istirahat tidur tentara. Kebutuhan cairan mutlak diperlukan tentara dalam kegiatan yang dilakukan di lingkungan yang panas, larangan minum berpotensi terhadap ancaman keselamatan tentara. Motivasi tentara yang tinggi perlu dilakukan pengelolaan agar tidak berdampak negatif .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.989/MUS/s/2015/041507058
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.9 Other disease
Divisions: S2 / S3 > Magister Keperawatan, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158463
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item