BKG

Zakkiyah, Azri (2017) Uji Daya Absorbsi Minyak Atsiri Dan Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana Tabacum) Terhadap Radiasi Ultraviolet Dalam Upaya Skrining Potensi Tembakau Sebagai Bahan Tabir Surya (Sunscreen) Kulit. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Intensitas tinggi pada radiasi ultraviolet adalah satu dari masalah lingkungan yang perlu dipecahkan. Terutama di negara-negara tropis dengan durasi paparan sinar matahari yang lebih panjang seperti Indonesia. Secara estetika, radiasi ultraviolet menyebabkan penuaan dini, keriput, hiperpigmentasi, pengendoran kulit, sunburnt, dan lain sebagainya. Pada skala sel, secara medis radiasi uv dapat menyebabkan mutasi genetik dan pada skala yang lebih besar, dapat menyebabkan kanker. Selain itu, uv juga memicu masalah kesehatan yang lain seperti gangguan sistem imun dan katarak. Sunscreen dibutuhkan untuk melindungi kulit dari bahaya radiasi uv karena kulit adalah pintu pertama radiasi memasuki tubuh manusia. Daun tembakau (Nicotiana tabacum) adalah herbal yang berpotensi untuk menjadi pelindung radiasi karena mengandung berbagai jenis antioksidan dan senyawa aromatik. Kedua bahan tersebut memiliki jumlah elektron valensi yang efektif dalam menyerap foton sehingga dapat menahan radiasi sebelum memasuki kulit. Komoditas tembakau saat ini hanya dimanfaatkan dalam industri rokok. Sedangkan rokok dapat menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan yang serius. Industri rokok tidak dapat dihentikan tanpa memberi solusi kepada petani dan pekerja yang bergelut di sektor tembakau. Satu-satunya cara untuk tetap menghidupkan pertanian tembakau adalah dengan mencari potensi lain dari pemanfaatan tembakau. Dalam hal ini, penggalian potensi tembakau sebagai proteksi radiasi dengan mengamati daya serap minyak atsiri dan ekstraknya terhadap radiasi ultraviolet. Pada penelitian ini, daun tembakau dipasok dari Tobacco Information Center (TIC) Jember Jawa Timur. Minyak atsiri tembakau diperoleh dengan metode distilasi air, ekstrak tembakau dengan pelarut polar didapatkan dari proses reflux, dan ekstrak tembakau dengan pelarut non polar dibuat menggunakan ekstraksi Soxhlet. Karakterisasi sampel yang dilakukan adalah penentuan massa jenis dan pengukuran indeks bias. Daya absorbansi dan kategorisasi sampel diketahui dari pengukuran nilai serap menggunakan Spektrofotometer UV Vis dalam beberapa variasi konsentrasi larutan sampel. Pengamatan dilakukan pada panjang gelombang eritema (290-320 nm) dan pigmentasi (320-375 nm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel memiliki kemampuan serap lebih dari 99% terhadap radiasi ultraviolet. Berdasarkan analisis transmisi eritema dan pigmentasi, ketiganya masuk dalam kategori tabir surya terkuat, yaitu sunblock total. Kesimpulannya, minyak atsiri dan ekstrak daun tembakau berpotensi tinggi untuk dijadikan bahan proteksi radiasi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.989 7/ZAK/u/2017/041702293
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.9 Other disease
Divisions: S2 / S3 > Magister Matematika, Fakultas MIPA
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158462
Text
FULL_TEXT_-_041702293.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item