BKG

Wahyudi, Hendrik (2012) Kadar Interleukin-17 Serum pada Penderita HIV Setelah Mendapat Terapi ARV. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Latar belakang : Limfosit T-CD4 merupakan target dari virus HIV,sedangkan limfosit Th17 merupakan bagian dari Limfosit T yang jumlahnya mengalami penurunan selama infeksi HIV. Th17 menghasilkan suatu sitokin proinflamasi interleukin-17 yang berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh melawan infeksi mikroba, bakteri ekstra selular dan jamur . Studi-studi yang saat ini dilakukan menjelaskan bahwa penurunan jumlah ataupun fungsi Th17 mempengaruhi produksi IL-17 sehingga virus HIV lebih mudah mengalami replikasi. Pemberiaan ARV yang dapat menekan replikasi virus HIV diharapkan dapat memperbaiki produksi IL-17 dan menyebabkan pulihnya fungsi Th17. Tujuan : Mengetahui rerata kadar IL-17 serum pada pasien HIV sebelum dan setelah 3 bulan mendapat terapi ARV. Pasien dan Metode : Data didapatkan dari pasien infeksi HIV yang baru terdiagnosa di RSU Dr. Saiful Anwar – Malang. Metode penelitian secara survey dengan rancangan studi pre dan post test, pada penderita baru infeksi HIV/AIDS. Diagnosa HIV berdasarkan kriteria WHO, sedangkan Interleukin 17 serum diukur dengan metode ELISA. Analisa statistik yang digunakan untuk komparasi numerik adalah uji T berpasangan sedangkan analisa korelasi menggunakan uji Spearman . Hasil : Dilakukan pengukuran kadar interleukin 17 serum pada 22 penderita HIV baru, dengan proporsi terbanyak merupakan pria (55%), kelompok usia 21-30 tahun (45%) dan 31-40 tahun (45%), dan stadium klinis III (53,5%) dengan faktor resiko hubungan seksual (73%). Terdapat beberapa infeksi oportunistik pada penderita HIV dalam penelitian ini antara lain kandidiasis pada 13 penderita (59%), TB pada 9 penderita (40 %), kandidiasis dan TB pada 5 penderita (22 %), toksoplasmosis serebri pada 1 penderita (5%), hepatitis B pada 1 penderita (5%) dan hepatitis C pada 1 penderita (5%). Kadar interleukin 17 serum penderita HIV sebelum dan sesudah 3 bulan mendapat terapi ARV adalah 44,17±12,56 pg/mL dan 52,91±9,90 pg/mL (p=0,005). Hitung sel limfosit T-CD4 absolut sebelum dan sesudah 3 bulan mendapat terapi ARV adalah 69,41±95,06 cells/mL dan 180,72±73,15 cells/mL (p=0,000). Kadar Interleukin 17 serum didapatkan tidak berkorelasi dengan hitung sel T CD4 absolut (p=0,914,r=-0,024). Kesimpulan : Kadar Interleukin 17 serum dan CD4 penderita HIV setelah 3 bulan mendapat terapi ARV adalah lebih tinggi dibandingkan sebelum mendapat terapi ARV. Namun, kadar interleukin 17 tidak berhubungan dengan hitung sel limfosit T-CD4.

English Abstract

Background: CD4 T-lymphocytes is a target of HIV virus, whereas Th17 lymphocytes are part of a number of T lymphocytes decreased during HIV infection. Th17 produce a pro-inflammatory cytokine interleukin-17 plays an important role in bodys defense system against microbial infection, extra-cellular bacteria and fungi. se studies are currently being conducted to explain decline in number or function of Th17 affect production of IL-17 thus more susceptible to HIV virus replication. award of drugs that can suppress HIV viral replication is expected to improve production of IL-17 and led to recovery of Th17 function. Objective: We investigated mean serum levels of IL-17 in HIV patients before and after 3 months receive ARV rapy. Patients and Methods: Data were obtained from patients newly diagnosed HIV infections in RSU Dr. Saiful Anwar - Malang. Survey research methods to study design pre and post test, in patients with recent HIV infection/AIDS. HIV diagnoses based on WHO criteria, whereas Interleukin 17 serum were measured by ELISA method. Statistical analysis is used for numerical comparison is paired T test, while correlation analysis using Spearmans test. Results: Measurement of serum levels of interleukin 17 in 22 patients with HIV, highest proportion was male (55%), age group 21-30 years (45%) and 31-40 years (45%), and clinical stage III (53 , 5%) with risk factors for sexual relations (73%). re are several opportunistic infections in HIV patients in this study include candidiasis in 13 patients (59%), tuberculosis in 9 patients (40%), candidiasis and tuberculosis in 5 patients (22%), cerebral toxoplasmosis in 1 patient (5%), hepatitis B in 1 patient (5%) and hepatitis C in 1 patient (5%). Serum levels of interleukin 17 HIV patients before and after 3 months receive ARV rapy was 44.17 ± 12.56 pg/mL and 52.91 ± 9.90 pg/mL (p = 0.005). T-lymphocyte cell count CD4 absolute before and after 3 months receive ARV rapy was 69.41 ± 95.06 cells/mL and 180.72 ± 73.15 cells/mL (p = 0.000). Interleukin 17 serum levels obtained did not correlate with absolute CD4 T cell count (p = 0.914, r = -0.024). Conclusion: Interleukin 17 serum levels and CD4 HIV patients after 3 months receive ARV rapy is higher than before received antiretroviral rapy. However, levels of interleukin-17 is not related to T-cell count of CD4 lymphocytes.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.979 2/WAH/k/041204279
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.9 Other disease
Divisions: Profesi Kedokteran > Spesialis THT Kepala dan Leher, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158461
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item