BKG

Parhusip, SantiSumiharRumondang (2010) Sensitifitas dan Spesifisitas Nilai Tes APRI dengan Derajat Fibrosis pada Hepatitis B Kronis. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Latar Belakang : Biopsi hati yang merupakan suatu tindakan invasive berkomplikasi yang masih digunakan sebagai gold standar mengetahui derajat fibrosis hati pada hepatitis B kronis. Upaya mencari seromarker noninvasive untuk menilai fibrosis hati dimulai dengan mencari korelasi antar seromarker yang ada, dimana salah satunya adalah APRI tes (Aspartate aminotransferase Platelet Ratio Index). Tujuan : . Mencari hubungan (korelasi) dan sensitifitas dan spesifisitas nilai APRI tes dengan derajat fibrosis hati menggunakan klasifikasi METAVIR. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian survey dengan metode pengambilan data secara cross sectional dengan n=30. Pasien hepatitis B kronik (HBsAg positif selama ≥6 bulan) dibiopsi dan diperiksa platelet dan AST serum. Analisa histopatologi biopsi melihat derajat fibrosis dan diklasifikasikan menggunakan skor Metavir serta dikelompokkan menjadi kelompok non-signifikan fibrosis (F0-F1) dan kelompok signifikan fibrosis (F2-F4) Dicari korelasi tes APRI ([AST/ULN]/platelet count (10^9/L) dengan kelompok nonsignifikan fibrosis dan kelompok signifikan fibrosis dengan menggunakan Spearman serta dihitung sensitifitas dan spesifisitas fibrosis terhadap tes APRI cut off 0,5 dan cut off 1,5 serta AUROC. Hasil Penetian : Rata-rata (mean) umur (± SD) adalah 38,7 ± 14.07 tahun dengan Range umur berkisar antara 16 sampai 61 tahun. Laki-laki sebanyak 23 (76,6%), wanita 7(23,4%); AST/ULN = 2,6±3,8; Platelet (10^9) = 231±91,9; dengan F0 3(10%), F1 8(26,6%), F2 15 (50%), F3 2 (6,7%), F4 2(6,7%). Non-signifikan fibrosis (F0-F1) = 34,18±12,75 dan signifikan fibrosis = (F2-F4) 41,32±14,61 dengan p = 0,186 (tidak signifikan). Dalam melakukan uji korelasi dikeluarkan 3 subyek yang memiliki data yang ekstrim, sehingga diperoleh korelasi (r) APRI terhadap fibrosis hati = 0,42 dengan p = 0,026. Sensitifitas dan spesifisitas APRI terhadap fibrosis pada cut off 0,5 = 47,06% dan 80%, sedangkan pada cut off 1,5= 40% dan 100%, NPV dan PPV 80% dan 57,06% pada cut off 0,5 ; dan 100% dan 11,76% pada cut off 1,5. Kesimpulan : terdapat korelasi yang lemah antara APRI dengan derajat fibrosis, dan APRI kurang sensitif dan spesifik untuk menentukan kemungkinan suatu fibrosis pada hepatitis B kronis.

English Abstract

Background: liver biopsy, an invasive diagnostic with many complications is still used as gold standard of knowing degree of liver fibrosis in chronic hepatitis B. study was a survey with data collection methods in cross sectional design with n = 30. Patients with chronic hepatitis B (HBsAg positive for ≥ 6 months) biopsied and examined platelets and serum AST. Histopathological analysis of biopsy to see degree of fibrosis and classified using Metavir score and grouped into non-significant fibrosis (F0-F1) and groups of significant fibrosis (F2-F4). To corellate APRI ([AST / ULN] / platelet count (10 ^ 9 / L) with a group nonsignifikan fibrosis and significant fibrosis groups using Spearman and calculated sensitivity and specificity of fibrosis and APRI test with cut-off 0.5 and 1.5 and AUROC. Results: average (mean) of age (± SD) was 38.7 ± 14.07 years with range of age between 16 to 61 years. As many as 23 men (76.6%), seven women (23.4%), AST / ULN = 2.6 ± 3.8; Platelets (10 ^ 9) = 231 ± 91.9; with F0 3 ( 10%), F1 8 (26.6%), F2 15 (50%), F3 2 (6.7%), F4 2 (6.7%). Non-significant fibrosis (F0-F1) = 34.18 ± 12.75 and significant fibrosis = (F2-F4) 41.32 ± 14.61 with p = 0.186 (not significant). In performing correlation and sensitivity/specificity, excluded three subjects with extreme data, so that obtained correlation (r) APRI for liver fibrosis = 0.42 with p = .026. Sensitivity and specificity of APRI for fibrosis in cut-off 0.5 = 47.06% and 80%, while cut-off 1.5 = 40% and 100%, NPV and PPV 80% and 57.06% at cut-off 0, 5; and 100% and 11.76% at cut-off 1,5. Conclusion: re is a weak correlation between APRI with degree of fibrosis, and APRI is less sensitive and specific for determining likelihood of fibrosis in chronic hepatitis B.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/616.362 3/PAR/s/041002560
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.3 Diseases of digestive system
Divisions: Profesi Kedokteran > Spesialis THT Kepala dan Leher, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/158342
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item