BKG

Istiananingsih, Yuni (2014) Pengaruh Kombinasi Vitamin E Dan Vitamin C Berbagai Dosis Terhadap Jumlah Folikel Ovarium dan Kadar 17β-Estradiol Pada Tikus Betina Yang Dipajan Monosodium Glutamat. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penggunaan monosodium glutamat (MSG) semakin meningkat di kalangan masyarakat sebagai penambah rasa makanan yang membuat rasa lezat pada makanan. Penggunaan MSG pada orang dewasa dikatakan melebihi dosis aman apabila mengkonsumsi sebanyak 3 gr/hr,dan hal ini dapat memberikan dampak negatif di kemudian hari. mengkonsumsi MSG secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang maka akan berdampak pada kesehatan reproduksi wanita. glutamat berlebihan membuat kalsium menjadi sangat tinggi sehingga terjadi overaktifasi reseptor glutamat. Hal ini menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang menimbulkan ROS akibatnya terjadi kematian sel. ROS dapat merusak organ yang memiliki reseptor glutamat. Glutamat dan reseptornya dilokalisasi dalam berbagai inti hipotalamus yang dianggap penting untuk reproduksi dan fungsi neuroendokrin. mGluRs tidak hanya di daerah yang berbeda dalam hipotalamus seperti nukleus paraventrikular (PVN), ventromedial (VMN), arkuata (ARC), supraoptik (SON) inti dan daerah preoptic (POA), tetapi juga dalam tiga lobus dari kelenjar pituitary yang meregulasi pada sumbu hipotalamus-hipofisis. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Iremonger, et al. MSG menyebabkan ablasi sumbu arkuata nukleus hipotalamus sehingga dapat mengganggu fungsi Hipothalamic Pituitary Adrenal (HPA) axis. Hipotalamus mensekresi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang merangsang pengeluaran hormon gonadotropin Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis anterior. Kedua hormon ini diperlukan untuk perkembangan gonad pria maupun wanita serta penting keberadaannya untuk proses spermatogenesis dan oogenesis. Terganggunya fungsi hipotalamus mengakibatkan gangguan fungsi endokrin, termasuk hormon reproduksi sehingga turut mempengaruhi fungsi gonad. Pajanan MSG pada tikus putih betina ternyata menyebabkan penurunan kadar 17β-estradiol pada darah. Estrogen dibentuk oleh sel-sel granulosa dalam folikel ovarium melalui serangkaian konversi melalui reaksi enzimatis. Sel-sel granulosa memiliki banyak reseptor FSH, dan FSH memfasilitasi sekresi 17β-estradiol dengan aktifasi cAMP untuk meningkatkan aktifasi aromatisasi. Sel granulosa yang matang juga ada reseptor LH, dan LH juga menstimulasi produksi 17β-estradiol. Sintesis hormon estrogen akan meningkat seiring dengan perkembangan folikel dalam ovarium Reseptor glutamat selain di hipotalamus juga terdapat pada ovarium. Gutamat tidak hanya terdapat di CNS tetapi terdapat juga di jaringan saraf perifer. Salah satu reseptor glutamat yang memiliki distribusi luas di jaringan perifer yaitu NMDAR1. Reseptor glutamat ini berperan dalam ovulasi. Selain NMDAR1, terdapat juga subtipe reseptor glutamat GluR 2/3, Ka 2 dan mGluR2/3 dalam corpus luteum, folikel primordial, sel teka, sel granulosa dan oosit. Apabila aktifasi reseptor glutamat ovarium berlebihan maka menyebabkan apoptosis sel folikel ovarium. Apabila aktifasi reseptor glutamat berlebihan menyebabkan ROS sehingga enzim antioksidan tidak mampu untuk menetralisir radikal bebas. Oleh karena itu, membutuhkan antioksidan dari luar yaitu vitamin C dan vitamin E. Hubungan sinergisme di dalam sistem antioksidan di tandai dengan adanya suatu radikal yang masuk, pertama kali akan dinetralisir oleh vitamin E, kemudian vitamin C dan dilanjutkan oleh mekanisme oksidatif dari dalam tubuh, dilakukan oleh enzim, misal gluthation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi vitamin C dan vitamin E terhadap jumlah folikel ovarium dan kadar 17β-estradiol pada tikus putih betina yang dipajan MSG. Penelitian eskperimental dengan rancangan randomized post test control group design menggunakan 25 ekor tikus betina dibagi secara acak menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif (MSG saja) kelompok PI (MSG, vitamin C 0,2mg/gr BB + vitamin E 0,04 IU/BB), kelompok PII (MSG, vitamin C 0,4mg/gr BB + vitamin E 0,04 IU/BB) kelompok PIII (MSG, vitamin C 0,8mg/gr BB + vitamin E 0,04 IU/BB) perlakuan diberikan peroral selama 42 hari. Pada hari ke 43, dilakukan swab vagina tikus untuk menentukan fase proestrus yang kemudian dilanjutkan dengan pembedahan. Jumlah folikel ovarium diperiksa dengan Haemotoksilin dan Eosin (HE) dan kadar 17β-estradiol diukur menngunakan ELISA kit. Data analisis dengan uji one way ANOVA diikuti uji post hoc LSD menunjukkan bahwa kombinasi vitamin C dan vitamin E memberikan pengaruh yang signifikan mencegah penurunan folikel ovarium non atresia yaitu folikel primer (p=0,02), folikel sekunder (p=0,000), folikel de graaf (p=0,000), dan mencegah peningkatan folikel atresia (p=0,006) dan kadar 17β-estradiol (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi vitamin E dan vitamin C dapat mencegah peningkatan jumlah folikel atresia dan mencegah penurunan jumlah folikel primer, sekunder, de graaf dan kadar 17β-Estradiol

English Abstract

The use of monosodium glutamate ( MSG ) is increasing among the people to taste the food that makes a delicious taste of the food . The use of MSG in adults is said to exceed the safe dose when consumed as much as 3 g / hr , and this can have a negative impact in the future . Excessive consumption of MSG and in the long term it will have an impact on womens reproductive health . Too much calcium glutamate becomes so high that occurs overaktifasi glutamate receptors . This led to the formation of free radicals that cause cell death occurs as a result of ROS . ROS can damage organs which have glutamate receptors . Glutamate and its receptors localized in various nuclei of the hypothalamus that are considered essential for the reproductive and neuroendocrine function . mGluRs not only in different areas in the paraventricular nucleus of the hypothalamus such as ( PVN ) , ventromedial ( VMN ) , arcuate ( ARC ) , supraoptic ( SON ) nuclei and the preoptic area ( POA ) , but also in the three lobes of the pituitary gland which regulates the axis hypothalamic - pituitary . This is consistent with the results of the study Iremonger , et al . MSG causes ablation of the arcuate nucleus of the hypothalamus axis so as to interfere with the function of the hypothalamic pituitary adrenal ( HPA ) axis . The hypothalamus secretes gonadotropin -releasing hormone ( GnRH ), which stimulates the secretion of gonadotropins Follicle Stimulating Hormone ( FSH ) and luteinizing hormone ( LH ) from the anterior pituitary . Both of these hormones are necessary for the development of male and female gonads and of great importance to the process of spermatogenesis and oogenesis . Disruption of hypothalamic function resulting in disruption of endocrine functions , including reproductive hormones that also affect gonadal function . MSG exposure in female rats turned out to lead to decreased levels of 17β - estradiol in the blood . Estrogen is formed by the granulosa cells in ovarian follicles through a series of enzymatic reactions through the conversion . Granulosa cells have a lot of FSH receptors and FSH secretion of 17β - estradiol facilitates the activation of cAMP to increase aromatization activation . Mature granulosa cells also exist LH receptors and LH also stimulates the production of 17β - estradiol . The synthesis of the hormone estrogen will increase along with the development of follicles in the ovaries Besides glutamate receptors in the hypothalamus are also present in the ovary . Gutamat not only in the CNS but are also in peripheral nerve tissue . One of glutamate receptor that has a wide distribution in peripheral tissues that NMDAR1 . The glutamate receptors play a role in ovulation . NMDAR1 addition , there is also Glur glutamate receptor subtype 2/3 , Ka 2 and mGluR2 / 3 in the corpus luteum , primordial follicles , theca cells , granulosa cells and oocytes . If the excessive activation of glutamate receptors that cause apoptosis of ovarian follicle cells of the ovary. If the excessive activation of glutamate receptors that cause ROS antioxidant enzymes are not able to neutralize free radicals . Therefore, the need of external antioxidants are vitamin C and vitamin E. Relationships synergism in antioxidant system in the presence of a radical mark the entry , it will first be neutralized by vitamin E , and vitamin C and followed by oxidative mechanisms of the body , performed by enzymes , eg gluthation . This study aims to determine the effect of the combination of vitamin C and vitamin E on the number of ovarian follicles and 17β - estradiol levels in female white rats were exposed by MSG . The study design of a randomized eskperimental with post-test control group design using 25 female rats were randomly divided into five groups . Negative control group , positive control ( MSG only) PI group ( MSG , vitamin C 0.2 mg / g of BB + Vitamin E 0.04 IU / BB ) , PII Group ( MSG , vitamin C 0.4 mg / g of BB + vitamin E 0.04 IU / BB ) PIII group ( MSG , vitamin C 0.8 mg / g of BB + vitamin E 0.04 IU / BB ) treatment was given orally for 42 days . On day 43, the mice vaginal swab done to determine the proestrus phase followed by surgery. The number of ovarian follicles examined with Haemotoksilin and eosin ( HE ) and 17β - estradiol levels were measured menngunakan ELISA kits . Data analysis by one-way ANOVA test followed by LSD post hoc test showed that the combination of vitamin C and vitamin E have a significant influence to prevent a decrease in ovarian follicle atresia is a non primary follicles ( p = 0.02 ) , secondary follicles ( p = 0.000 ) , follicle de Graaf ( p = 0.000 ) , and prevents the increase in follicular atresia ( p = 0.006 ) and levels of 17β - estradiol ( p = 0.000 ) . Conclusion This study shows that consumption of vitamin C and vitamin E can prevent an increase in the number of follicle atresia and prevents the decrease in the number of follicles nonatresia and 17β - estradiol levels .

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/612.399/p/041401543
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 612 Human Physiology > 612.3 Digestive system
Divisions: S2 / S3 > Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157969
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item