BKG

Oktafa, Huda (2015) Efek Perbaikan Profil Lipid Fraksi Kaya Fitosterol (Fkf) Dari Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (Dalms) Pada Tikus Hiperkolesterolemia. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

DALMS (distilat asam lemak minyak sawit) merupakan produk samping dari proses pemurnian fisik minyak kelapa sawit. DALMS mengandung beberapa senyawa fitokimia, salah satunya adalah fitosterol. Fitosterol merupakan senyawa steroid yang berasal dari tumbuhan yang mempunyai molekul mirip dengan kolesterol. Fitosterol mempunyai beberapa aktivitas biologis penting, seperti sebagai agent antikanker, antikolesterol dan imunomodulator. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa fitosterol dapat menurunkan total kolesterol dan LDL darah pada penderita hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fraksi kaya fitosterol (FKF) yang terkandung dari DALMS. Kemudian, dilanjutkan dengan pengujian profil lipid pada tikus hiperkolesterolemia, termasuk pengujian pada kadar kolesterol feses dan respon penghambatan penyerapan kolesterol pada tikus normal. FKF dari DALMS diperoleh dengan proses saponifikasi pada suhu 65 0C selama 32 menit dan dilanjutkan dengan pemisahan komponen tidak tersabunkan menggunakan pelarut heksana. Komponen tidak tersabunkan kemudian, dikristalisasi dengan pelarut heksana pada suhu -9,7 0C selama 22,5 jam dengan rasio bahan:pelarut 1:5,9 (b/v). Untuk meningkatkan kemurnian FKF, dilanjutkan rekristalisasi pada suhu 0 0C selama 72 jam dengan rasio bahan:pelarut 1:10 (b/v). Pengujian aktivitas perbaikan profil lipid dari FKF dilakukan melalui uji secara in vivo pada tikus putih (Rattus norvegicus L) strain Wistar yang mengalami hiperkolesterolemia. Indikator dari pengujian tersebut yaitu kadar total kolesterol, trigliserida, LDL, HDL dan kadar koleterol feses. Pengujian respon penghambatan penyerapan kolesterol oleh FKF, dilakukan dengan mengukur kadar total kolesterol pada tikus normal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan tersarang (nested design) yang terdiri dari dua faktor, yaitu dosis perlakuan dan waktu pengambilan darah (minggu). Data yang didapat dianalisis ragam (One Way ANOVA) pada α=0,05 untuk melihat perbedaan tiap perlakuan, kemudian dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis FKF dan waktu perlakuan menunjukkan adanya pengaruh nyata (α=0,05) terhadap perbaikan profil lipid darah pada tikus hiperkolesterolemia. Penurunan kadar total kolesterol terbaik terjadi pada dosis 30 dan 40 mg FKF/kg BB/hari dengan prosentase penurunan berturut-urut sebesar 55,32% dan 55,06%. Penurunan kadar trigliserida dan LDL tertinggi, terjadi pada dosis 40 mg FKF/kg BB/hari, dengan prosentase berturut-turut sebesar 42,07% dan 70,53%. Kenaikan kadar HDL tertinggi juga terjadi pada dosis 40 mg FKF/kg BB/hari, dengan prosentase kenaikan sebesar 113,70%. Perbaikan profil lipid yang terjadi pada dosis 40 mg/kg BB/hari mempunyai nilai total kolesterol, trigliserida, LDL dan HDL mendekati nilai pada tikus normal. Dosis pemberian FKF juga dapat meningkatkan kadar kolesterol feses secara nyata (α=0,05). Pada uji respon penghambatan penyerapan kolesterol, penghambatan penyerapan kolesterol (dosis 80 mg/kg BB) terbaik, terjadi pada dosis 40 mg FKF/kg BB dengan prosentase kenaikan total kolesterol terendah sebesar 10,59%. Kata kunci: DALMS, FKF, fitosterol, kolesterol, hiperkolesterolemia

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/612.015 77/OKT/e/2015/041507010
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 612 Human Physiology > 612.01 Biophysics and biochemistry
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157957
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item