BKG

Iza, Nikmatul (2013) Profil Forensik dari Keluarga Etnis Jawa dan Madura di Malang dan Madura, Jawa Timur Indonesia. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sidik jari merupakan penanda spesifik pada setiap individu dan dapat digunakan untuk membedakan individu yang satu dengan individu yang lainnya. Karakteristik pada sidik jari adalah polanya tidah berubah, kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius, memiliki pola rigi yang unik, dan berbeda untuk setiap orang. Pada kembar identik sekalipun sidik jarinya juga berbeda. DNA forensik merupakan identifikasi untuk membedakan individu dengan menggunakan sampel DNA dengan tujuan untuk mencari spesifitas individu. Sejak 1990, FBI ( Federal Bureau of Investigation ) di USA merekomendasikan laboratorium forensik untuk menggunakan 13 CODIS STR. STR merupakan bagian dari DNA yang pendek yang memiliki pengulangan 2-6 bp dan bersifat sangat polimorfik sehingga dijadikan lokus pilihan untuk menyelesaikan kasus-kasus forensik seperti tes paternitas dan pembuktian kasus kriminal. Pada penelitian ini terdapat dua tahap penelitian yang berbeda yaitu 1) identifikasi pola sidik jari, 2) analisis keragaman genetik dengan menggunakan 13 CODIS. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) mengetahui dan mengidentifikasi perbandingan pola sidik jari yang diwariskan dalam silsilah perkawinan antara etnis Jawa dan Madura, 2) mengetahui keragaman genetik yang dapat dilihat dari similaritas dan variabilitas genetik (frekuensi alel, heterozigositas, dan migrasi alel) pada etnis Jawa dan Madura dengan menggunakan 13 CODIS (TPOX, D3S1358, FGA, D5S818, CSF1PO, D7S820, D8S1179, TH01, VWA, D13S317, D16S539, D18S51, dan D21S11). Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1) identifikasi pola sidik jari, 2) Analisis keragaman genetik yang terdiri dari isolasi DNA dari sampel darah dengan metode salting out , Uji kuantitatif dengan menggunakan UV spectrophotometer dan uji kualitatif dengan elekroforesis gel agarosa 0.8%, amplifikasi PCR, dan visualisasi gel poliakrilamid 8% dengan chemidoc gel imaging (Bio-rad), selanjutnya profil pita di analisis dengan program QuantityOne untuk menentukan similaritas, variabilitas genetik, dan pola alel. Penentuan alel berdasarkan 13 CODIS di dasarkan pada rentang alel untuk uji paternitas. Variasi pola pita DNA dianalisis dengan menggunakan program software GENEPOP package versi 4.2 yang akan digunakan untuk menentukan frekuensi alel, heterozigositas, dan migrasi alel. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pewarisan pola sidik jari pada keluarga etnis Jawa didominasi oleh pola ulnar loop pada kedua jari tengah dan kedua jari kelingking, sedangkan pewarisan pola sidik jari pada keluarga etnis Madura didominasi oleh pola plain whorl pada ibu jari kanan dan jari telunjuk kiri. 2) Similaritas pada keluarga etnis Jawa secara umum dengan menggunakan penanda CSF1PO dan D7S820 yang diturunkan dari generasi pertama (parental) kepada generasi kedua dan ketiga, sedangkan pada etnis Madura dengan menggunakan penanda VWA dan D18S51. Variabilitas genetik pada keluarga etnis Jawa dengan menggunakan penanda D21S11, VWA, FGA, TH01, D13S317, dan D16S539, sedangkan pada etnis Madura dengan menggunakan penanda TH01, D13S317, D21S11, dan FGA. Adanya perkawinan pada masing-masing etnis dapat meningkatkan persentase variabilitas genetik dan uji paternitas pada masing-masing keluarga dominan menunjukkan inklusi dan telah terjadi migrasi alel sebesar 0.085% pada populasi etnis Jawa dan 0.081% pada populasi etnis Madura karena tejadi perkawinan pada populasi yang seragam.

English Abstract

Fingerprints is a specific marker on each individual and can be use to distinguish between individuals. Characteristics of the fingerprint is the pattern never changed, except getting serious, has a unique ridge pattern and different from one another, as well as a twin. DNA forensics is to distinguish individual identification using DNA samples with the aim of to find individual specificity. Since 1990, the FBI (Federal Bureau of Investigation) in the USA recommended the forensic laboratory to use the 13 CODIS STR. STR is a short part of DNA that has a 2-6 bp repeat and is highly polymorphic, so this loci of as options to resolve forensic cases such as paternity testing and evidence criminal cases. In this study, there are two different stages of the research are 1) the identification of the fingerprint pattern, 2) analysis of genetic diversity using 13 CODIS. This study aims to: 1) determine and identify heritability of fingerprint patterns of Javanese and Madurese ethnic, 2) determine and identify similarities and genetic variability in Javanese and Madurese use 13 CODIS (TPOX, D3S1358, FGA, D5S818 , CSF1PO, D7S820, D8S1179, TH01, VWA, D13S317, D16S539, D18S51, and D21S11). The method used in this study were identification of the fingerprint patterns, DNA extraction from blood samples were achieved by salting out method, quantity and quality of DNA was measured by using UV spectrophotometer and electrophoresis on 0.8% agarose gel, PCR amplification, and visualized by 8% polyacrylamide gel with the gels were documented by using Chemidoc Gel Imaging (Bio-rad) , further the band profile was analyzed by using QuantityOne software to determine similarities, genetic variability, and the pattern of alleles. Determination the alleles based on the range of alleles for the paternity test. Variations in the pattern of DNA bands were analyzed by using GENEPOP software version 4.2 package to determine the frequency of alleles, heterozygosity, and allele migration. The results showed: 1) the inheritance of fingerprint patterns from the Javanese families has specific in ulnar loop patterns on both the middle and little fingers, meanwhile the families of Madurese ethnic has a plain whorl patterns on the right thumb and left index fingers which were inherited from the first generation to the next generation 2) the similarities of profile DNA forensic in families of Javanese ethnic generally have the same band patterns that were identified and produced by using D7S820 and CSF1PO markers, whereas in family of Madurese using VWA and D18S51 markers. Genetic variability in families of Javanese by using D21S11, VWA, FGA, TH01, D13S317, and D16S539 markers, meanwhile the Madurese ethnic by using TH01, D13S317, D21S11, and FGA markers. The percentage of genetic variability were higher than the percentage of similarities within each family and the inclusion of allele showed the dominance in the paternity test within each family and there has been a migration of alleles in population Javanese of 0.085% and population Madurese of 0.081% because marriage occurs at a uniform population.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/599.945/IZA/p/041308010
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 599 Mammalia (Mammals) > 599.9 Homo sapiens (Humans)
Divisions: S2 / S3 > Magister Biologi, Fakultas MIPA
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157901
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item