BKG

Latifah, Risalatul (2013) Pengukuran Fluks Neutron Termal dan Produk Aktivasi Argon dan Dosis yang Ditimbulkan di dalam Ruangan Linac iX. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Telah dilakukan Pengukuran Fluks neutron termal dan perkiraan produk aktivasi Argon dan Dosis yang ditimbulkan di dalam ruangan linac iX. Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa linac yang dioperasikan di atas 10 MV akan menghasilkan radiasi sekunder berupa emisi neutron yang berasal dari reaksi energi foton tinggi menumbuk material penyusun linac seperti target, kolimator dan filter. Radiasi sekunder ini akan menaikkan resiko kanker sekunder pada pasien akibat bertambahnya dosis radiasi yang diterima. Tambahan dosis ini berasal dari neutron itu sendiri dan produk yang teraktivasi akibat penangkapan neutron oleh material di udara, dalam hal ini adalah gas Argon. Studi ini mengevaluasi fluks neutron termal spasial pada ruangan Linac dan fantom yang dioperasikan 15 MV menggunakan metode aktivasi foil. Foil-foil 115 In ditempatkan tersebar di dalam ruangan treatment dan fantom yang terpapar pesawat linac 15 MV selama 1 menit. Hasil analitik spektrum mengindikasikan bahwa metode aktivasi foil efektif dalam menentukan distribusi spasial neutron termal dalam fantom. Fluks neutron termal pada titik isosenter (0,0,0) sebesar 1,0 x 10 4 n . cm - 2 . s -1 dan menurun seiring bertambahnya jarak. Sedangkan pada fantom, fluks neutron termal mencapai maksimum pada kedalaman 4 cm dari permukaan yaitu sebesar 3,2 x 10 5 n . cm -2 . s -1 . Dengan nilai tersebut, maka dosis neutron termal ini memberikan kontribusi tambahan pada pasien mencapai 0,86 mSv/menit. Informasi fluks neutron yang dimanfaatkan untuk mengetahui dosis tambahan yang dikontribusi dari produk aktivasi memberikan hasil bahwa Argon-41 memberikan kontribusi dosis yang masih dalam batas aman untuk pasien dan perawat.

English Abstract

The research about measurement of thermal neutron flux in linac room has been done. This research is based on the fact that linac is operated at above 10 MV will generate secondary radiation in the form of neutron emission from the reaction of high-energy photon linac mashing constituent materials such as target, collimator and filter. This secondary radiation would increase the risk of secondary cancers in patients due to increasing the dose of radiation received. Additional neutron dose is derived from the product itself and the activated due to neutron capture by the material in the air, in this case is Argon gas. This study evaluated the spatial distribution of thermal neutron flux linac room and phantom operated 15 MV using foil activation method. 115 In foils placed scattered in the room and phantom that are exposed 15 MV linac for 1 minute. Analytical results indicate that foil activation method is effective for determining the spatial distribution of thermal neutrons in the phantom. Thermal neutron flux at isosenter point (0,0,0) of 1,0 x 10 4 n . cm - 2 . s -1 and decreased with increasing distance. The data of phantom shows that thermal neutron flux reaches a maximum at a depth of 4 cm from the surface, its value is 3,2 x 10 5 n . cm -2 . s -1 . Thermal neutron dose contributes additional patients achieved 0.86 mSv / min. Neutron flux information is used to determine the additional dose contributed from activation products deliver results that dose of Argon-41 is relatively safe.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/539.721 3/LAT/p/041307560
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 539 Modern physics > 539.7 Atomic and nuclear physics
Divisions: S2 / S3 > Magister Matematika, Fakultas MIPA
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157516
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item