BKG

Hakim, MuhammadHelmi (2016) Penentuan Spektrum Neutron Di Pesawat Linear Accelerator Menggunakan Passive Single Sphere Spectrometer Dengan Detektor Aktivasi Keping Emas Atau Keping Indium. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ketersediaan spektrum neutron di pesawat linear accelerator (LINAC) dengan tegangan masukan diatas sama dengan 10 MV sangat diperlukan dalam kegiatan proteksi radiasi neutron. Penentuan spektrum neutron salah satunya dengan passive Single Sphere Spectrometer (passive SSS) menggunakan detektor aktivasi. Penggunaan passive SSS karena merupakan jenis metode pengukuran tidak langsung sehingga keamanan terhadap radiasi lebih baik jika dibandingkan dengan pengukuran metode aktif dan dalam pengukurannya tidak dipengaruhi oleh karakter waktu iradiasi LINAC yang sangat singkat. Tujuan dari penelitian ini yang pertama untuk mendapatkan matrik respon passive SSS menggunakan detektor keping indium atau keping emas yang terkalibrasi, yang kedua untuk studi tentang penggunaan passive SSS dengan detektor keping indium atau keping emas dalam menentukan spektrum neutron di pesawat LINAC, dan yang ketiga untuk menganalisis spektrum neutron di pesawat LINAC dengan variasi tegangan masukan 10 MV dan 15 MV. Pemilihan keping indium atau keping emas sebagai detektor aktivasi mempertimbangkan 3 faktor yaitu waktu paruh bahan, tampang lintang, dan nilai kelimpahan E. Penelitian ini terbagi atas 4 tahapan, yang pertama adalah tahap persiapan yang meliputi persiapan passive SSS dengan detektor keping aktivasi, penentuan matrik respon dan kalibrasi alat pencacah sinar gamma. Tahap kedua adalah kalibrasi passive SSS dengan Active Bonner Sphere Spectrometer (Active BSS) di Laboratoriun Neutron menggunakan sumber neutron 252Cf untuk mendapatkan nilai faktor kalibrasi (FK). Tahap ketiga adalah penenetuan spektrum neutron di pesawat LINAC dengan variasi tegangan masukan 10 MV dan 15 MV. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data matrik respon passive SSS menggunakan detektor keping indium atau keping emas, dikalibrasi dengan Active BSS yang menghasilkan spektrum dan nilai fluks neutron 252Cf mendekati sama, dengan nilai faktor kalibrasi untuk keping indium 0,9422 dan keping emas 1 dalam kondisi fluks neutron rendah, sedangkan spektrum dan nilai fluks neutron LINAC 10 MV yang dihasilkan dari passive SSS antara vi menggunakan detektor keping indium dengan detektor keping emas adalah sama, dengan perbedaan fluks neutron total yaitu 1 %. Dari hasil pengukuran di LINAC 10 MV dan LINAC 15 MV menghasilkan spektrum dengan bentuk pola yang sama, tetapi untuk nilai fluks neutron yang dihasilkan dari LINAC 10 MV lebih kecil dengan fluks neutron total 5,78  104  0,01 104 n/cm2.s dari pada LINAC 15 MV dengan fluks neutron total 9,44 105 0,22 105 n/cm2.s.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/539.721 3/HAK/p/2016/041611283
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 539 Modern physics > 539.7 Atomic and nuclear physics
Divisions: S2 / S3 > Magister Fisika, Fakultas MIPA
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157515
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item