BKG

Adisatria, Wiwit (2015) Manajemen Lalu Lintas Pada Kawasan Pasar Tanjung Kabupaten Jember. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kota-kota besar di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk negara kita Indonesia. Dalam kasus kali ini penulis mengambil sampel kota Jember yang telah mengalami kemajuan sangat pesat. Sekarang ini kota Jember menjadi pusat tumpuan ekonomi Jawa Timur bagaian timur. Keberadaan pasar di tengah kota seperti Pasar Tanjung mempermudah akses menuju tempat tersebut. Pengembangan pasar yang semakin besar mempunyai dampak kemacetan pada kawasan sekitarnya. Pasar Tanjung merupakan pasar terbesar yang ada di daerah Kota Jember. Jalan Trunojoyo dan Jalan Samanhudi merupakan ruas jalan raya yang berdekatan dengan pasar tersebut sehingga edua jalan tersebut memiliki mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen lalu lintas yang sesuai pada masa yang akan datang di wilayah sekitar Pasar Tanjung Kota Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penilaian dan analisis dengan menggunakan data primer yaitu quisoner yang diisi oleh beberapa responden, sedangkan untuk data sekunder didapatkan melalui metode studi pustaka yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara menelaah berbagai buku dan artikel, jurnal serta laporan yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk meletakkan landasan teoritis untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada lokasi penelitian. Jumlah Surveyor dalam penelitian ini melibatkan 25 orang surveyor selama 12 jam. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tundaan rata-rata paling tinggi adalah 1035,27 detik per smp sehingga dapat dilihat pada KM 14 tahun 2006 bahwa tundaan rata-rata sebesar tersebut masuk ke dalam kelas F yaitu berkisar antara 60 detik per kendaraan. Akan tetapi dengan adanya perubahan waktu sinyal sesuai dengan perhitungan teori, tundaan rata rata pada simpang berubah. Dari nilai tundaan rata-rata sebesar 1035,27 menjadi 24,158 detik per smp sehingga dilihat pada KM 14 tahun 2006 bahwa kelas simpang menjadi c antara 15,1- 25 detik per smp. Dari hasil prediksi dan peramalan 5 tahunan diketahui simpang tersebut merupakan simpang yang tidak layak untuk digunakan lagi karena tundaan rata-rata tinggi yaitu 1906,403 detik per smp. Perbaikan akibat masalah yang terjadi di daerah simpang Pasar Tanjung pada kondisi eksisting lebih mengarah kepada perbaikan yang mendukung strategi agresif seperti perbaikan lampu dan pembatasan moda kendaraan. Sedangkan untuk kondisi 5 tahun ke depan diperlukan perbaikan yang mendukung strategi defensif seperti pengaturan ulan tata guna lahan dan pembuatan fly over.

English Abstract

Traffic congestion is a major problem faced by large cities in the world, especially in developing countries, including our country Indonesia. In this case the authors take a sample of Jember city that has experienced very rapid progress. This now becomes the center of the town of Jember in East Java economic support this part of the east. Market presence in the city center such as Tanjung Market facilitate access to the site. The development of increasingly large market have the impact of congestion on the surrounding area. Tanjung market is the largest market in the region Jember City. Roads and Road Samanhoedi Trunojoyo a roadway adjacent to the market so that the road is to have high mobility. This study aims to determine how appropriate traffic management in the future in the region around Tanjung Market Jember. The method used in this research is descriptive qualitative method. Assessment and analysis using primary data quisoner filled by some respondents, while secondary data obtained through library research method is a technique of data collection by reviewing various books and articles, journals and reports that can be used as a guide to lay the theoretical foundation for solve the problems that occur in the study site. The number of surveyors in this study involved 25 people surveyor for 12 hours. The result showed that the average delay is 1035.27 second highest per smp so it can be seen in the KM 14, 2006 that the average delay of the entry into the F class that ranged from 60 seconds per vehicle. However, with the change in signal timing in accordance with the theory calculation, the average delay at the intersection changed. Of the value of the average delay of 1035.27 be 24.158 seconds per smp so seen in KM 14, 2006 that grade intersections into c between 15,1- 25 seconds per smp. From the results of prediction and forecasting annual 5 known intersection is the intersection that is not feasible to use again because of high average delay is 1906.403 seconds per smp. Repair of problems that occur at the intersection of Tanjung Market area in the existing condition lead to recovery that supports aggressive strategies such as improved lighting and restrictions on vehicle modes. As for the next 5 years the conditions necessary repairs supporting defensive strategies such as setting ulan land use and manufacture of the fly over.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/388.413 1/ADI/m/2015/041501279
Subjects: 300 Social sciences > 388 Transportation > 388.4 Local transportation
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Depositing User: Sugiantoro
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157405
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item