BKG

Damargita, Aditia (2015) Revitalisasi Pelayanan Angkutan Kota Malang Berdasarkan Persepsi Stakeholder (Studi Kasus: Trayek LDG). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Moda transportasi berupa angkutan kota memiliki peranan sangat penting bagi kawasan perkotaan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Mikrolet merupakan satu-satunya angkutan kota yang dimiliki Kota Malang. Dewasa ini, angkutan kota semakin tidak populer dan cenderung ditinggalkan oleh pengguna jasa transportasi umum. Sebagai studi kasus trayek angkutan kota dalam penelitian ini adalah trayek LDG (Landungsari-Dinoyo-Gadang). Trayek ini dipilih karena merupakan jalur trayek yang melewati pusat bangkitan (permukiman) dan tarikan (pendidikan, perdagangan dan perkantoran) dengan skala kota seperti, Universitas Brawijaya, kawasan perkantoran kayutangan, kawasan perdagangan sekitar Pasar Besar yang diharapkan mampu mewakili karakteriktik pengguna angkutan kota. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pelayanan angkutan kota dengan harapan meningkatkan pula tingkat kepuasan pengguna angkutan kota dan pada akhirnya masyarakat cenderung akan memilih angkutan kota sebagai pilihan moda transportasi utama dalam mendukung kegiatannya sehari-hari. Pada penelitian ini menggunakan empat analisis yaitu analisis kinerja pelayanan angkutan kota LDG yang mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek dengan variabel keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan dan keteraturan. Selain menilai kinerja pelayanan berdasarkan SPM, kinerja pelayanan juga dinilai berdasarkan persepsi pengguna angkutan kota menggunakan analisis KANO. Hasil dari kedua analisis tersebut akan dikombinasikan melalui analisis IFAS EFAS untuk memperoleh alternatif strategi revitalisasi, yang selanjutnya analisis multikriteria untuk menentukan prioritas strategi revitalisasi pelayanan angkutan kota LDG. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa beberapa variabel pelayanan yang belum memenuhi standar pelayanan minimal seperti pengoperasian kendaraan yang belum memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), selain itu daya angkut kendaraan yang melebihi kapasitas maksimal. Sedangkan berdasarkan persepsi pengguna angkutan kota terdapat beberapa variabel pelayanan yang perlu dilakukan pengoptimalan karena merupakan hal dirasa penting namun dari segi kepuasan masih tidak sesuai dengan yang diharapkan, antara lain daya angkut, penerangan, pengatur suhu ruangan, fasilitas kebersihan, informasi pelayanan, headway dan umur kendaraan. Menyikapi evaluasi pelayanan berdasarkan SPM dan persepsi pengguna angkutan kota tersebut maka terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan, diantaranya pengembangan desain fisik angkutan kota, pengaturan time shcedule, pemeriksaan awak dan fisik kendaraan angkutan kota dan pengoptimalan jumlah armada yang beroperasi. Berdasarkan hasil penilaian menurut stakeholder yang terdiri dari 4 instansi terkait, yaitu Dinas Perhubungan, Bappeda, Organda Kota Malang dan Paguyuban angkutan kota LDG menghasilkan prioritas dan fokus utama strategi revitalisasi pelayanan angkutan kota adalah pengembangan desain fisik angkutan kota, yang selanjutnya berturut-turut adalah pengaturan time schedule, pemeriksaan awak dan fisik angkutan kota serta pengoptimalan jumlah armada yang beroperasi. Kata kunci: Kinerja pelayanan, Angkutan kota, Kano model, Multicriteria analysis

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/388.4/DAM/r/2015/041507135
Subjects: 300 Social sciences > 388 Transportation > 388.4 Local transportation
Divisions: S2 / S3 > Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157397
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item