BKG

Sujarwo, (2012) Perencanaan Bidang Peternakan dalam Perspektif Good Governance (Studi pada Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya otonomi daerah memberikan kewenangan yang lebih pada daerah untuk membangun wilyahnya sesuai dengan keadaan lokal setempat, sehingga diperlukan perencanaan yang sesuai kemampuan daerah. Pelaksanaan perencanaan yang ada harus mempertimbangkan usulan dari bawah ( bottom up) dan dari pemerintah ( top down) . Keterlibatan stakeholders baik pemerintah, masyarakat, dan swasta harus sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, sebagai paradigma baru dalam tata kelola kepemerintahan yang baik . Penulisan tesis dengan judul Perencanaan Bidang Peternakan dalam Perspektif good governance (Studi pada Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Rumusan masalah dalam penelitian ini: Bagaimanakah kondisi, populasi, dan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa sebagai dasar perencanaan? Bagaimana proses perencanaan pembangunan bidang Peternakan Kabupaten Sumbawa dalam perspektif good governance ? Siapakah aktor dan perannya pada perencanaan bidang peternakan dalam good governance? Apakah faktor-faktor sinergis dalam proses perumusan kebijakan perencanaan bidang peternakan Kabupaten Sumbawa dalam perspektif good governance ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan, dan mengetahui gambaran tentang pemanfaatan data kondisi, populasi, dan potensi sudah dimanfaatkan untuk dasar penyusunan perencanaan; mengetahui proses dan jenis perencanaan serta aktor dan perannya; faktor sinergis, pendukung serta penghambat dalam perencanaan bidang peternakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan studi dokumen serta menggunakan analisa data kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman, 2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan bidang peternakan di Kabupaten Sumbawa belum didasarkan sepenuhnya pada data kondisi, populasi, dan populasi; Sedangkan proses perencanaan, perencanaan partisipatif yang menggabungkan antara sistem top-down dan bottom-up , akan tetapi perencanaan top down yang lebih dominan; Aktor dalam proses perencanaan bidang peternakan adalah pemerintah, swasta dan masyarakat. Untuk swasta sangat minim perannya, bahkan ada kecenderungan menjadi faktor penghambat; faktor sinergis yaitu kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dengan memerlukan pertemuan, koordinasi, dan kerja sama; Faktor pendukung adalah kelembagaan/institusi, masyarakat peternak, sosial budaya masyarakat, dan sumber daya alam, sedangkan faktor penghambat: anggaran, private sector, perilaku masyarakat, kemajuan teknologi, arah perencanaan pembangunan.

English Abstract

The background of research is that local autonomy has given more discretion to the local to conduct the development. Therefore, the planning of this development must be adjusted to the local capability. Planning must consider advices from the lower level ( bottom up ) and from government ( top down ). The participation of stakeholders, including government, community and private, has to comply with the good governance principles because these are new paradigm in good governance. Title of this thesis is The Planning of Animal Husbandry Field in the Good Governance Perspective (A Study at The Animal Husbandry Official in Sumbawa District, West Nusa Tenggara Province). Problems determined in this research are: How is the condition, population and potential of animal husbandry in Sumbawa District as the base of planning? How is the development planning process at The Animal Husbandry in the good governance perspective? Who the actor is and what is the role played in the planning of animal husbandry in the good governance perspective? What are the synergizing factors in the formulation process of planning policy at The Animal Husbandry in Sumbawa District in the good governance perspective? The objective of research is to describe, to analyze, to interpret, and to acknowledge the description of data on condition, population, and potential as a planning base; to understand the process, planning type, and actor and the role; and to figure out the synergizing, supporting and constraining factors in the planning of animal husbandry field. Research methods are qualitative and descriptive approaches. Data collection techniques involve interview, observation, and documentation. Data analysis tool is qualitative data analysis with interactive model (Miles and Huberman, 2004). Result of research indicates that the planning of animal husbandry field in Sumbawa District is not entirely based on the data of condition and population. Participative planning combines top-down and bottom-up systems but top-down is always dominant. The actor in the planning of animal husbandry field includes government, private and community. The role of private may be very minimal or even be a constraining factor. The synergizing factors are the partnership between government, private and community with the requirement of meeting, coordination and cooperation. The supporting factors are the organization/institution, breeder community, community socio-culture and natural resource, while the constraining factors are budget, private sector, community behavior, technological advance, and the direction of development planning.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/354.56/SUJ/p/041204555
Subjects: 300 Social sciences > 354 Public administration of economy and environment > 354.5 Public administration of agriculture
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157028
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item