BKG

Annafi`, BahrulUlum (2014) Formalisasi Syari’ah (Karakteristik dan Penormaan Prinsip Syari’ah dalam Hukum Nasional Indonesia). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penulisan tesis ini membahas mengenai keberadaan Syari`ah Islam dalam struktur perundang-undangan Indonesia. Dilatar belakangi pada sebuah kondisi dimana terjadinya sebuah diskusi panjang mengenai bentuk negara Indonesia, apakah berada dalam sisi sekuler, atau berada dalam sisinya yang agamis, persoalan hubungan agama dan negara ini ternyata tidak kunjung mereda semenjak jaman kemerdekaan hingga sekarang. Indonesia sebagai negara, dalam Undang-Undang Dasarnya, tidak pernah secara jelas menyebut keberadaan ketentuan-ketentuan dalam syari`ah Islam sebagai salah satu sumber hukum, namun dalam pelaksanaanya, terdapat beberapa produk hukum yang dibuat, dengan menggunakan syari`ah Islam sebagai sumber hukum Materiilnya. Dalam sistem hukum Indonesia, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum materiil yang dibuat oleh Negara, hal ini dapat kita lihat dalam pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, yang kemudian dalam pasal 7 Undang-Undang yang sama di jelaskan secara jelas mengenai hierarki peratuan perundang-undangan yang ada di Indonesia, yang keberadaannya dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Meskipun, memang harus diakui bahwa secara praktek, hukum selalu dipengaruhi oleh unsur-unsur agama. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian hukum, terutama dalam lingkup hukum perundang-undangan. Penelitian hukum ini menggunakan metode pendekatan Historis ( Historical Approach ), pendekatan perundang-undangan ( Statute Approach ), selanjutnya, conceptual approach , dan Philosophical Approach . Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum Primer terdiri dari Al-Qur`an, Hadits, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari`ah . Keseluruhan bahan hukum yang ada, kemudian dianalisis secara preskriptif, sehingga dapat ditemukan tentang tujuan hukum, nilai-nilai keadilan, validitas aturan, serta konsep dan norma hukum. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Syari`ah Islam, Teori Hukum Sebagai Sistem, Teori Stufenbau Des Recht , Teori sumber hukum, dan Teori Mulk Siyasi . Keberadaan teori-teori ini menghantarkan kepada sebuah kesimpulan tentang karakteristik Syari`ah Islam yang teosentris daripada sumber-sumber hukum yang lain. Termasuk juga memperjelas posisi keberadaan Syari`ah Islam sebagai salah satu sumber hukum materiil bagi Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia, yang memiliki kedudukan sama dengan Hukum Adat maupun Hukum Barat.

English Abstract

This thesis discusses the existence of Islamic Sharia law in the structure of Indonesia legislation. Against the background of the occurrence of a condition where a long discussion about the form of the Indonesian state, whether it be in a secular side, or in the religious side, the issue of the relationship between religion and the state is apparently not subsided since the time of independence to the present. Indonesia as a country, inte the constitutions, never explicitly mentions the existence of the provisions of the Islamic Shariah as a source of law, but in practice, there are some laws that are made, using as a source of Islamic Shariah law as a source of substantive law. In the legal system of Indonesia, Pancasila is the source of all sources of substantive law made by the State, it can be seen in Article 2 of Law No. 12 Year 2011 on the Establishment Regulation Legislation, which then in chapter 7 the same Act clearly described the hierarchy of laws and regulations in Indonesia, the existence of which is informed by the values of Pancasila. Although, it must be recognized that in practice, the law is always influenced by religious elements. This research is a study of law, especially in the scope of statutory law. This legal research using approaches Historical (Historical Approach), approach legislation (Statute Approach), then, conceptual approach, and Philosophical Approach . Legal materials used in this study consisted of primary legal materials and secondary legal materials. Primary legal materials consist of the Quran, the Hadith, the Pancasila, the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945, Act No. 1 of 1974 on Marriage, Law Number 41 Year 2004 on Endowments, and the Law Number 21 Year 2008 concerning Shari`ah Banking. Overall there is a legal substance, and then analyzed in a prescriptive, which can be found on the intent of the law, the values of justice, the validity of the rule, as well as the concepts and norms of law. The theory used in this study is the theory of Islamic Law, Legal System Theory, Stufenbau Des Recht theory, Legal Resource theory, and Siyasi Mulk theory The existence of these theories leads to a conclusion about the characteristics of the theocentric Islamic Sharia legal resources than others. Included also clarify the position of the existence of Islamic Shariah law as a source of material for legislation in Indonesia, which has the same position with the Customary Law or the Law of the West.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/342.009 598/ANN/f/041406538
Subjects: 300 Social sciences > 342 Constitutional and administrative law
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156134
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item