BKG

Mursy, AustinaLuckyta (2013) Laba Dakwah sebagai Tujuan Akhir Amal Usaha Muhammadiyah (Studi Etnografi pada Rumah Sakit Aisyiyah Malang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna laba dan memahami konsep laba serta pembagian laba sesuai dengan kebiasaan, tradisi dan kultur yang ada di rumah sakit Aisyiyah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi realis ini mencoba mengungkap makna laba melalui kebiasaan, adat istiadat, dan ritual yang ada di rumah sakit. Hasil penelitian ini adalah pertama , laba di Rumah sakit dimaknai dari dimensi fisiknya, yakni sebagai materi atau uang yang berfungsi sebagai alat untuk membayar kewajiban rumah sakit dan jugaa digunakan untuk memenuhi kesejahteraan karyawan, dan bahkan juga digunakan untuk dana pembinaan dan pengembangan dakwah Muhammadiyah. Kedua , laba juga sebagai rasa yang dituangkan dalam bentuk rasa bahagia dan syukur yang meskipun tidak tampak secara fisik namun dapat dirasakan oleh seseorang. Ketiga , laba dimaknai sebagai nilai tambah berupa peningkatan fasilitas rumah sakit, peningkatan sumber daya manusia dan keuntungan yang bersifat barakah sehingga keberadaan rumah sakit bermanfaat bagi lingkungan sosial disekitarnya. Terakhir , laba juga dilihat sebagai sarana dakwah yang diwujudkan dalam bentuk pemberian layanan kesehatan untuk kaum dhuafa sebagai upaya untuk menghentaskan kemiskinan. Keempat makna laba ini dikonseptualisasikan ke dalam nilai-nilai yaitu ekonomi, mental, humanis, dan spiritual. Jadi, laba dalam konteks Rumah Sakit Aisyiyah adalah hasil keuntungan berupa materi, rasa dan nilai tambah untuk mendukung aktivitas dakwah.

English Abstract

This study aims to reveal the meaning of profit as well as understanding the concept of profit distribution according to the existing customs, traditions and cultures of Aisyiyah hospitals. This qualitative study uses ethnographic approach which is realist in nature, and is trying to unravel the meaning of profits through customs, and rituals that had been practiced in hospital. This study found that profit in the hospital is interpreted both from the physical dimension as matter or money used to pay for liability of hospital and to meet the welfare of employees such as to fund training and development, as well as dakwah of Muhammadiyah. Second, profit is also set forth in the form of a sense of happiness and gratitude. Though it does not appear physically, it can be felt by a person. Third, profits is viewed as a value added in the form of increased hospital facilities, increased human resources, so that this will benefits the social environment of hospital. The last, profit also as a means of dakwah realized through the provision of health services to the poor in an effort to decrease poverty. Such four meanings are conceptualized into the values of the economic, mental, humanistic, and spiritual. Thus, in the context of Aisyiyah Hospital, profit is the result of a material benefit, taste and value added that functions to support missionary activities.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/339.2/MUR/l/041307030
Subjects: 300 Social sciences > 339 Macroeconomics and related topics > 339.2 Distribution of income and wealth
Divisions: S2 / S3 > Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endro Setyobudi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/156109
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item