BKG

Wijayanto, Hari (2013) Perencanaan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Melalui Aneka Usaha Kehutanan (Studi di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang),. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan melihat pentingnya hutan dan lahan untuk kehidupan manusia. Hutan dan lahan berkurang karena aktifitas masyarakat dalam pemenuhan hajad hidup masyarakat. Tuntutan ekonomi menjadi faktor utama dalam kerusakan hutan dan lahan. Kebutuhan ekonomi jangka pendek masyarakat cenderung untuk mengekploitasi hutan dan lahan. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang sangat memperhatikan masyarakat, ini terlihat dari visi RPJMD tahun 2010-2015 yang ingin menwujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang mandiri, agamis, emokratis, produktif, maju, aman, tertib dan berdayasaing atau MADEP MANTEB. Kata “mandiri” dijabarkan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Malang sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat sekitar hutan dengan tetap menjaga kelestarian alam. Peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar hutan merupakan langkah maju untuk menghindari kerusakan hutan dan lahan. Aneka usaha kehutanan merupakan usaha Y ang dilakukan dibawah tegakan pohon-pohon berkayu dan disela-sela lahan yang tidak dipakai untuk aktifitas pertanian dan tempat tinggal. Penelitian ini mencoba mengurai beragam persoalan yang terjadi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan dan berupaya memberikan solusi sebagai model alternatif dalam menyusun perencanaan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Rumusan masalah; bagaimana perencanaan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan di Kabupaten Malang serta melihat faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan merupakan hasil dari perencanaan yang dilakukan oleh para perencana di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang. Proses perencanaan kegiatan aneka usaha kehutanan, yang diharapkan berasal dari partisipasi masyarakat tidak terjadi di Kabupaten Malang sehingga endekatan perencanaan pemberdayaan masyarakat disekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan yang digunakan di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang adalah menggunakan pendekatan politis, teknokratis dan top-down. Upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Malang adalah dengan menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling), Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering) dan Perlindungan pada aneka usaha kehutanan Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah adanya kebijakan pemerintah daerah, sarana dan prasarana dan usaha menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). Sedangkan faktor penghambat adalah kurang optimalnya proses perencanaan, kurangnya anggaran kegiatan, berkurangnya bahan baku karena terbatasnya lahan masyarakat, kurangnya modal kerja, teknologi belum memihak pada kondisi masyarakat kecil dan perlindungan terhadap aneka usaha kehutanan ini masih kurang.

English Abstract

The background of this research is looking the importance of forest and land for human life . Forest and land subside because of activities of the community in fulfilling their needs. Economics demand is a major factor to the forest and land destruction. Short-term economic needs of the people tend to forests and land exploitation. Malang District Government are very concerned to the people , it`s seen from the RPJMD vision year 2010-2015 that wish to realize Malang District is independent, religious , democratic , productive , advance , safety , orderly and competitive or MADEP MANTEB . he word " independent " is described by the Forest Agency Malang District is an effort to empower forest communities while conserving nature. Improving standards of living around the forests is a step forward to avoid the destruction of forest and land . Various of Forestry Business is a business that is conducted under the stands of woody trees and on the sidelines of the land not used for agricultural activities and home stay . This study tries to analyze the various issues that occur in the empowerment of forest communities through various of forestry business and attempt to provide solutions as an alternative model of empowerment planning of around forest community. Problem formulation are how society empowerment planning forestry rounded through various of forestry business in Malang district and find enabling and inhibiting factors in society empowerment planning forestry rounded through various of forestry business in Malang district. The method used in this research is descriptive qualitative approach to data collection techniques through observation, interviews and documentation, which analyzed the data analysis model Miles and Huberman. Results showed that society empowerment planning forestry rounded through various of forestry business in Malang district was completed by the Forest Agency Malang District planners. The process of activity various of forestry business planning, which expected come from public participation did not occur in Malang. Planning approach of society empowerment planning forestry rounded through various of forestry business in Malang district used a political, technocratic and top-down approach. Efforts to empower forest communities through various forestry efforts undertaken by Forest Agency Malang District was create an atmosphere or climate that allows the potential for developing communities (enabling), Strengthening the potential or power held by the public (empowering) and protection of the various of forestry business. Contributing factor in this study are the policy of the local government, infrastructure and business ambience to create an atmosphere that allows potential or developing societies enabling. While the resistance factor are not optimal process planning, lack of the budget activity, raw material rarely due to limited public land, lack of working capital, the technology has not been in favor of the small community conditions and rotection against various of forestry business was still lacking.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/307.14/WIJ/p/041400140
Subjects: 300 Social sciences > 307 Communities > 307.1 Planning and development
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/155570
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item